Rata-rata Masa Inkubasi Covid-19 di Indonesia, 5-6 Hari

Rata-rata Masa Inkubasi Covid-19 di Indonesia, 5-6 Hari
Achmad Yurianto. ( Foto: Antara / Dhemas Reviyanto )
Dina Manafe / YUD Jumat, 10 April 2020 | 18:28 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Secara ilmiah masa inkubasi virus corona (Covid-19) dengan waktu terlama adalah 14 hari. Artinya sejak virus ini masuk ke tubuh seseorang sampai dia menimbulkan gejala sakit adalah 1 sampai 14 hari. Selama masa itu, mereka yang terinfeksi virus ini bisa menularkan kepada orang lain. Di Indonesia, rata-rata masa inkubasi Covid-19 adalah 5 sampai 6 hari.

“Beberapa hari lalu kita telah melakukan evaluasi terkait pertambahan jumlah kasus baru. Data yang kita miliki bahwa rata rata masa inkubasi yang terjadi di negara kita adalah pada kisaran 5 sampai 6 hari,” kata Yurianto dalam konferensi pers di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Graha BNPB, Jakarta, Jumat (10/4/2020).

Masa inkubasi ini menurut Yurianto, artinya kasus positif yang didapatkan dan dilaporkan setiap hari sebetulnya adalah kasus yang terinfeksi pada 5-6 hari lalu. Dengan kata lain, gambaran pertambahan kasus hari demi hari merepresentasikan apa yang terjadi di 5-6 hari lalu.

Baca juga: 38 Musisi Satukan Suara Lawan Pandemi Covid-19

Jumlah pertambahan kasus baru dalam beberapa hari terakhir selalu di atas angka 200 kasus. Virus ini telah menginfeksi seluruh provinsi di Indonesia, setelah Gorontalo sebagai provinsi ke-34 yang melaporkan 1 kasus positif hari ini. Satu kasus di Gorontalo tersebut menambah jumlah pertambahan kasus baru konfirmasi positif per hari ini sebanyak 219 kasus, sehingga totalnya menjadi 3.512 kasus di Indonesia.

Oleh karena itu, lanjut Yurianto, untuk menghentikan persebaran Covid-19 maka cara paling efektif adalah jaga jarak sosial (social distancing) dan jaga jarak fisik (physical distancing). Ini diwujudkan dengan kebijakan tetap belajar, bekerja, dan beribadah dari rumah.

Baca juga: Covid-19 Telah Menginfeksi 34 Provinsi di Indonesia

Untuk memperkuat upaya ini, pemerintah pusat memberikan kesempatan kepada seluruh pemerintah daerah untuk secara berjenjang mengajukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). PSBB sudah dilakukan DKI Jakarta mulai hari ini. Hakekat dari PSBB, menurut Yurianto adalah menegaskan kembali tentang pembatasan aktivitas sosial orang per orang yang sangat memungkinkan terjadinya penularan kasus ini dari seorang positif kepada orangg lain yang rentan.

Baca juga: Pandemi Covid-19 Memukul Bisnis di Sektor Transportasi

“Mari kita patuhi bersama ketentuan social distancing. Apalagi seperti yang sudah dilakukan pemda DKI Jakarta untuk PSBB. Ini salah satu cara bagi kita untuk komitmen lebih kuat, secara lebih tegas lagi melaksanakan social distancing,” kata Yurianto.

Yurianto mengajak seluruh masyarakat yang berdomisili maupun bekerja di DKI Jakarta untuk mematuhi ketentuan PSBB. Menurut Yurianto, PSBB ini bukan kebijakan baru, melainkan memperkuat kebijakan social distancing, yaitu jaga jarak sosial dan jarak fisik yang diwujudkan dengan bekerja, belajar, dan beribadah di rumah. Usahakan tidak keluar rumah selama 14 hari ke depan jika tidak terlalu mendesak. Wajib menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah, selalu cuci tangan pakai sabun dan air mengalir.

“PSBB ini jangan dianggap sebagai sesuatu yang baru, tapi komitmennya yang baru untuk lebih tegas. Tetap bekerja dari rumah, belajar, dan beribadah dari rumah,” kataYurianto.

Yurianto juga meminta masyarakat untuk tidak pulang kampung. Karena risiko untuk tertular maupun menular sangat besar entah itu di tengah perjalanan atau sampai di kampung halaman. Ia juga mengingatkan kembali bahwa pemerintah sudah tegas melarang ASN, Polri dan TNI untuk pulang kampung. Ini sangat penting untuk mencegah penularan yang lebih luas di kampung



Sumber: BeritaSatu.com