Hati-hati, Stres Lemahkan Imunitas Tubuh Lawan Covid-19

Hati-hati, Stres Lemahkan Imunitas Tubuh Lawan Covid-19
Ilustrasi stres (Foto: amiablevibes)
Dina Manafe / WBP Sabtu, 18 April 2020 | 04:59 WIB

Jakarta, Beritasatu.com- Kebijakan phisical distancing atau jaga fisik yang diwujudkan dengan beribadah, bekerja serta belajar dari rumah untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona (Covid-19) ternyata dapat memicu stres untuk sebagian orang.

Chief Health and Nutrition Officer Herbalife Nutrition, Gary Small mengatakan kesehatan mental harus menjadi prioritas utama di saat seperti saat ini. Stres kronis dapat mengancam dan melemahkan sistem kekebalan tubuh dan mempengaruhi kemampuan melawan infeksi. Untuk itu, Gary memberikan sejumlah tips.

Baca juga: KRL Masih Beroperasi, Pemkot Bogor Ragu Penyebaran Covid-19 Bisa Ditekan

1. Identifikasi gejala stres. Nyeri gigi, berat badan naik, sakit kepala, perubahan suasana hati, sakit punggung dan leher, serta kurang tidur malam adalah sinyal bahwa kita mengalami stres. Identifikasi gejala ini sehingga membantu kamu mengetahui kapan saatnya mempraktikkan beberapa strategi untuk menurunkan stres.

2. Mencari pemicunya. Jika kamu bekerja dari rumah atau menonton berita lalu merasa cemas, jengkel, atau mengalami sakit kepala atau leher, maka segera berdiri dan berhenti sejenak. Berjalan-jalan, mendengarkan musik, atau pergi ke tempat yang tenang untuk bersantai dapat membantu mengatur ulang kondisi mental dan kembali bekerja.

3. Mengatur jadwal. Menjadwalkan ulang kegiatan sehari-hari dengan beristirahat yang cukup dari pekerjaan, menonton atau membaca berita, dan bersosial media. Terhubung dalam 24 jam sehari dapat menyebabkan ketegangan mental dan kecemasan.

“Luangkan waktu untuk bersantai dari kegiatan yang membosankan setiap harinya, dengan mengobrol atau bersosialisasi bersama sahabat atau orang terdekat juga dapat membantu meningkatkan suasana hati,” kata Gary dalam keterangan tertulis yang diterima Beritasatu.com, Jumat (17/4/2020).

4. Melakukan kegiatan yang kreatif. Menghabiskan waktu untuk mencari kegiatan yang baru atau melakukan hobi. Mengubah fokus kamu pada kegiatan yang baru dapat membantu untuk rileks dan merasa bersemangat. Misalnya mencoba resep baru, berjalan, membersihkan rumah, atau berpartisipasi dalam pelatihan online untuk mengurangi stres dan membantu merasa lebih segar.

Baca juga: Razia PSBB di Kalimalang Banyak Pengendara Motor Tidak Pakai Masker

5. Pernapasan untuk relaksasi. Pernapasan alami melibatkan diafragma. Ketika kita bernapas menggunakan diafragma, lingkar perut kita akan memanjang saat kita menarik napas dan mendatar saat kita menghembuskan napas. Setelah beberapa saat, kita lupa bernapas dengan benar dan cenderung menggunakan dada dan bahu kita, yang dapat menyebabkan napas pendek dan meningkatkan stres dan kecemasan.

Saat ini merupakan waktu yang tepat untuk mulai melatih pernapasan. Mulai dengan mencari tempat yang tenang untuk berbaring. Letakkan satu tangan di dada dan tangan lainnya di perut. Saat kamu siap, tarik napas perlahan. Harus merasakan perut kamu membesar, dan saat mengeluarkan napas, dada akan turun. Berlatih pernapasan relaksasi selama 20 hingga 30 menit setiap hari untuk mengurangi tingkat kecemasan.

6 Menggerakan tubuh tetap aktif. Temukan kegiatan hiburan kamu sukai. Berolahraga dapat meningkatkan kesehatan secara keseluruhan, dan merupakan cara yang bagus untuk memerangi stres. Saat berolahraga, kita menghasilkan endorfin, yaitu bahan kimia di otak yang membantu mengurangi persepsi rasa sakit dan meningkatkan suasana hati. Olahraga teratur juga membantu meningkatkan kualitas tidur, yang pada gilirannya mengurangi stres dan kelelahan.

“Jika kamu memiliki alat kebugaran, lakukan 10.000 langkah setiap hari. Menetapkan tujuan akan membantu untuk tetap termotivasi,” kata Gary.

7. Tetap terhubung. Tetap terhubung dengan keluarga dan teman dekat itu sangat penting. Kamu mungkin terisolasi secara fisik tetapi itu tidak berarti harus kehilangan koneksi ke orang lain. Cobalah untuk berhubungan setiap hari dengan orang-orang yang penting bagi kamu menggunakan media sosial, konferensi video atau panggilan telepon.

8. Jaga rutinitas. Di tengah-tengah perubahan yang tidak terkontrol, tetap konsisten dengan kegiatan yang dilakukan. Jika kamu bekerja dari rumah, buatlah rutinitas harian. Bertindak seolah-olah kamu akan bekerja. Bangunlah pada waktu yang biasanya, tidak perlu mengenakan pakaian kerja. Buat meja kerja yang terhindar dari gangguan agar tetap fokus dan jangan lupa tetap beristirahat sejenak selama bekerja di rumah.



Sumber: BeritaSatu.com