17 Menit yang Berfaedah
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 526.524 (-11.32)   |   COMPOSITE 6376.76 (-85.96)   |   DBX 1366.47 (-4.13)   |   I-GRADE 184.394 (-4.05)   |   IDX30 516.608 (-10.51)   |   IDX80 138.726 (-2.53)   |   IDXBUMN20 405.249 (-8.22)   |   IDXESGL 142.142 (-2.59)   |   IDXG30 145.757 (-3.33)   |   IDXHIDIV20 455.745 (-7.55)   |   IDXQ30 148.268 (-2.8)   |   IDXSMC-COM 300.72 (-2.17)   |   IDXSMC-LIQ 363.064 (-5.5)   |   IDXV30 136.038 (-1.55)   |   INFOBANK15 1074.63 (-26.5)   |   Investor33 444.938 (-9.47)   |   ISSI 184.203 (-2.63)   |   JII 631.94 (-13.58)   |   JII70 222.617 (-4.41)   |   KOMPAS100 1239.85 (-24.1)   |   LQ45 968.215 (-19.75)   |   MBX 1728.57 (-26.45)   |   MNC36 329.564 (-6.33)   |   PEFINDO25 328.624 (-5.07)   |   SMInfra18 313.805 (-5.25)   |   SRI-KEHATI 378.364 (-8.61)   |  

“Drive Thru Rapid Test” Covid-19

17 Menit yang Berfaedah

Senin, 20 April 2020 | 16:51 WIB
Oleh : Aditya L Djono / ALD

Jakarta, Beritasatu.com – Di tengah situasi pandemi Covid-19 yang melanda seluruh dunia saat ini, salah satu kecemasan terbesar masyarakat adalah apakah dirinya terinfeksi virus corona atau tidak. Ya, masyarakat pantas untuk cemas, mengingat penularan virus ini begitu mudah, yakni akibat terkena percikan atau tetesan (droplet) dari batuk atau bersin orang lain yang terinfeksi. Cara penularan lain, melalui kontak tangan dengan benda mati yang di permukaannya melekat droplet dari penderita, dan kemudian secara refleks kita mengusap wajah, terutama bagian mata, hidung, dan mulut tanpa lebih dulu mencuci tangan.

Mudahnya penyebaran virus corona inilah yang membuat jumlah penderita di seluruh dunia hanya dalam kurun kurang dari empat bulan, telah menembus 2,4 juta jiwa, dengan korban meninggal lebih dari 165.000 orang. Sedangkan, di Indonesia, per Senin (20/4/2020), jumlah kasus positif terinfeksi corona mencapai 6.760 orang, dan lebih 590 penderita meninggal dunia.

Untuk menepis kecemasan agar tidak berlarut-larut, perlu bagi masyarakat untuk mengetahui lebih dini apakah dia terinfeksi atau tidak. Caranya, tentu melalui tes. Ada dua macam tes yang selama ini dijalankan, yakni rapid test dengan spesimen darah, serta swab test atau pemeriksaan dengan metode real time polymerase chain reaction (RT-PCR).

Pemeriksaan RT-PCR yang memiliki akurasi paling tinggi, apakah seseorang terinfeksi Covid-19 atau tidak. Karena tes dengan metode ini mampu mendeteksi keberadaan virus itu di tubuh manusia. Namun, tes ini memerlukan waktu yang relatif lebih lama, dan tentu biaya yang lebih mahal.

Untuk itulah, rapid test bisa menjadi alternatif bagi masyarakat untuk melakukan deteksi dini apakah dia terpapar virus atau tidak. Tes ini memang hanya mendeteksi apakah antibodi seseorang sudah terbentuk atau belum. Jika hasilnya reaktif (positif), artinya sudah terbentuk antibodi di dalam tubuh sebagai reaksi atas serangan virus. Namun, belum bisa dipastikan apakah itu Covid-19 atau virus lain. Sebaliknya, jika hasilnya negatif (non-reaktif), berarti di dalam tubuh belum terbentuk antibodi, lantaran tidak atau belum ada virus yang menyerang.

Sebagai deteksi awal, rapid test bisa menjadi pilihan masyarakat. Itulah yang mendorong Siloam Hospitals bersama Lippo Malls menggelar drive thru rapid test, mulai Jumat (17/4) hingga 30 April mendatang. Ada dua lokasi yang bisa menjadi pilihan, yakni di Lippo Mall Puri (Jakarta Barat) dan Lippo Mall Kemang (Jakarta Selatan).

Pengalaman menjalani drive thru rapid test di Lippo Mall Kemang, ternyata sangat mudah dan cepat. Hanya diperlukan waktu tak lebih dari 17 menit, tentu tidak termasuk waktu mengantre, kita sudah menjalani tes dan mengetahui hasilnya. Dan semua proses dijalani tanpa harus keluar dari mobil, ala membeli makanan cepat saji secara drive thru.

Waktu menunjukkan pukul 08.40 WIB saat memasuki lokasi rapid test di depan pintu masuk Lippo Mall Kemang di pinggir Jalan Antasari. Tampak delapan mobil mengantre di depan sebuah tenda kerucut putih berukuran 5x5 meter tempat rapid test dilakukan.

Sembari menunggu giliran, kita mengisi data diri sesuai petunjuk yang tertera pada standing banner yang dipasang di rute antrean. Data diri yang diminta meliputi nama, tanggal lahir, nomor HP, alamat email, serta foto KTP. Selanjutnya, data diri tersebut dikirim melalui aplikasi WhatsApp ke nomor 0813-1088-9860.

Setelah sekitar 20 menit menunggu, sampailah di antrean terdepan. Seorang petugas menyapa dengan ramah, setelah sebelumnya mencatat nomor kendaraan. “Selamat pagi, apakah sudah mengisi data diri, Pak?” tanyanya.

Meskipun hanya bertugas mendata, petugas itu tetap memakai masker, penutup kepala, kaca mata pelindung, serta sarung tangan. Dialog singkat dilakukan dengan tetap menjaga jarak aman sekitar 1 meter dari pintu mobil.

Setelah memastikan data yang diisi benar dan sudah dikirim, petugas mempersilakan kita untuk membayar secara nontunai, dengan cara men-scan QR Code melalui aplikasi pembayaran online. Bukti pembayaran senilai Rp 489.000 pun diminta untuk di-capture dengan smartphone, dan dikirim ke nomor WhatsApp yang sama dengan pengisian data.

Selanjutnya, mobil diarahkan memasuki tenda rapid test. Dua perawat dengan alat pelindung diri lengkap menghampiri pintu mobil dan meminta kita membuka kaca pintu. Seorang perawat menanyakan jumlah orang dan nama yang hendak menjalani tes, dan selanjutnya mempersilakan kita menjulurkan tangan melalui kaca pintu untuk diambil darah. Jarum lancet sekali pakai didekatkan ke ujung jari tengah, dan seketika menusuk kulit. Perawat yang lain dengan sigap mengoleskan tetesan darah ke permukaan plat strip. Bekas luka di jari ditutup dengan kapas beralkohol.

“Silakan menunggu, nanti 15 menit kami hubungi untuk mengambil hasilnya,” ujar sang perawat seraya mengarahkan mobil ke tempat yang disediakan di dekat tenda. Melihat jarum jam, tak lebih 2 menit proses pengambilan darah.

Sekitar 15 menit kemudian, masuk panggilan di handphone dari nomor WhatsApp yang sama, memberitahukan bahwa hasil tes sudah selesai.

Mobil pun menuju ke samping tenda. Seorang perempuan bermasker, bertutup kepala, dan mengenakan sarung tangan menghampiri pintu mobil dengan membawa kertas hasil tes. “Saya dokter Gabriel Leona yang bertugas hari ini,” ujarnya memperkenalkan diri.

Dokter Gabriel secara ringkas menjelaskan hasil rapid test. “Meskipun hasilnya non-reaktif, ini belum bisa dipastikan apakah negatif Covid-19. Disarankan untuk kembali melakukan rapid test ulang 7 sampai 10 hari ke depan,” ujarnya mengakhiri penjelasan.

Tak lebih dari 17 menit keseluruhan proses rapid test yang dijalani hingga kita mengetahui hasilnya, tanpa harus melangkahkan kaki keluar dari pintu mobil.

Membaca hasil rapid test, meskipun belum dipastikan kita positif atau negatif terinfeksi Covid-19, setidaknya menjadi pemandu untuk menentukan langkah selanjutnya. Jika hasilnya reaktif, pilihan terbaik adalah segera menjalani tes RT-PCR untuk memperoleh kepastian. Sebaliknya, jika hasilnya non-reaktif, kita tetap wajib menjalani pola hidup sehat dan menaati physical distancing sehingga tubuh kita benar-benar terbebas dari virus.

Waktu 17 menit teramat singkat sebagai deteksi dini upaya deteksi dini. Saat meninggalkan lokasi, beberapa mobil masih tampak mengular membentuk antrean menunggu giliran. Rupanya, banyak orang bersedia meluangkan waktu 17 menit itu untuk memperoleh faedah yang besar di tengah pandemi Covid-19.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Update Covid-19: Kasus Positif Menjadi 6.760, Sembuh 747 Orang

Sedangkan untuk kinerja terhadap layanan pasien teridentifikasi orang dalam pemantauan (ODP) Covid-19 yakni 181.770 dan pasien dalam pengawasan sebanyak 163.343

KESEHATAN | 20 April 2020

Jokowi Minta Gugus Tugas Kerja Keras Tekan Angka Kematian Covid-19

Menurut Kepala Gugus Tugas, diperlukan kerja sama antar kemeterian, lembaga dan pemerintah daerah dalam penanganan Covid-19.

KESEHATAN | 20 April 2020

Jokowi Minta Gugus Tugas Kerja Keras Tekan Angka Kematian Covid-19

Menurut Kepala Gugus Tugas, diperlukan kerja sama antar kemeterian, lembaga dan pemerintah daerah dalam penanganan Covid-19.

KESEHATAN | 20 April 2020

Doni Monardo: Dokter dan Perawat Harus Mendapat APD Premium

"Untuk dokter dan perawat kami tetap kasih yang terbaik, yaitu APD berstandar WHO," kata Doni.

KESEHATAN | 20 April 2020

Soal Data dan Informasi Covid-19, Jokowi: Jangan Ada yang Anggap Kita Menutupi

"Tidak ada sejak awal kita ingin menutup-nutupi masalah yang ada," kata Jokowi.

KESEHATAN | 20 April 2020

Yakin, Mencuci Tangan Sudah Membunuh Virus?

Terapkan cara mencuci tangan dengan tepat untuk mencegah Covid-19 yang tengah mewabah.

KESEHATAN | 20 April 2020

Update Vaksin dan Obat Covid-19

Meskipun pelaku pasar menyambut baik berbagai stimulus virus corona, tetapi apa yang lebih diharapkan adalah penemuan obat atau vaksin Covid-19.

KESEHATAN | 20 April 2020

Tak Ada Sanksi untuk Imbauan RS Tunda Layanan

Bisa diartikan, imbauan ini dapat dipatuhi atau juga tidak dipatuhi oleh rumah sakit.

KESEHATAN | 19 April 2020

Imbauan RS Tunda Layanan Dilematis bagi Dokter

Sebab, para dokter tidak bisa dipaksa untuk membatasi praktik dan menjalankan tugasnya.

KESEHATAN | 19 April 2020

Juni, Diprediksi Jumlah Positif Covid-19 Mencapai 106.000 Kasus

Diprediksi, Juni 2020 jumlah positif Covid-19 mencapai angka 106.000 kasus.

NASIONAL | 19 April 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS