Ibu Hamil Tanpa Komplikasi Disarankan Konsultasi Lewat Telemedis

Ibu Hamil Tanpa Komplikasi Disarankan Konsultasi Lewat Telemedis
Ikustrasi perempuan hamil (Foto: ist / ist)
Dina Manafe / IDS Selasa, 21 April 2020 | 20:41 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Untuk mencegah penularan Covid-19 pada ibu, bayi, dan tenaga kesehatan, Perkumpulan Obstetri Ginekologi Indonesia (POGI) mengeluarkan sejumlah rekomendasi untuk penanganan ibu hamil dan ibu bersalin. Salah satunya, mengeluarkan panduan telemedis untuk pelayanan selama kehamilan dan persalinan.

Sekjen PB POGI, dr Budi Wiweko mengatakan, kegiatan telemedis yang selanjutnya disebut TeleMed POGI sebagian mengacu pada Permenkes 20 Tahun 2019, yaitu pemberian pelayanan kesehatan jarak jauh oleh spesialis obstetri ginekologi menggunakan teknologi informasi dan komunikasi.

Kasus yang dapat dilayani oleh TeleMed POGI adalah kasus non-gawat darurat dalam bidang obstetri ginekologi. Di antaranya, keluhan ringan terkait kehamilan seperti terlambat haid, keputihan, kontrol kehamilan tanpa keluhan, atau keluhan ringan lainnya.

Keluhan ringan terkait siklus haid, seperti nyeri haid, siklus haid tidak teratur, atau keluhan ringan lainnya. Keluhan ringan terkait saluran kemih, seperti infeksi saluran kemih, prolaps organ panggul derajat ringan atau keluhan ringan lainnya.

Keluhan ringan terkait pasca pembedahan, seperti kontrol hasil pemeriksaan patologi anatomi atau keluhan ringan lainnya. Keluhan ringan terkait lesi pra kanker, seperti kontrol hasil Pap smear atau keluhan ringan lainnya. Kemudian, konsultasi hasil laboratorium atau radiologi di bidang obstetri ginekologi. Keluhan ringan di bidang obstetri ginekologi lainnya.

Sementara, TeleMed POGI tidak diperkenankan untuk menangani keluhan dan kasus gawat darurat, seperti kehamilan ektopik, kehamilan dengan ketuban pecah, hipertensi dalam kehamilan, perdarahan pada kehamilan, atau keluhan yang bersifat gawat darurat lainnya.

TeleMed juga tidak diperkenankan untuk perdarahan haid banyak yang menyebabkan syok hipovolemik, akut abdomen akibat kista terpuntir, kista pecah atau penyebab akut abdomen lainnya. 

Untuk sejumlah keluhan kasus onkologi ginekologi, menurut Budi, juga tidak diperkenankan untuk melalui TeleMed POGI. Kasus tersebut di antaranya adalah kontrol pasca kemoterapi atau radiasi dan kontrol pengobatan penyakit trofoblas gestasional.

Seusai telekonsultasi klinis, dokter dapat memberikan nasihat, saran atau edukasi terkait keluhan pasien. TeleMed POGI dapat memfasilitasi pemberian obat-obatan ringan yang diresepkan ke apotek untuk mengatasi keluhan non gawat darurat bidang obstetri ginekologi. Pada kasus-kasus yang belum diatur dalam ketentuan ini dapat dikonsultasikan dengan sekretariat POGI.

POGI mengeluarkan rekomendasi persalinan ini menyusul adanya imbauan dari Dirjen Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan (Kemkes) agar rumah sakit menunda sementara layanan elektif (nondarurat) selama pandemi Covid-19. Dalam surat imbauannya, Kemkes juga meminta faskes untuk mengembangkan layanan telemedis, sehingga mengurangi kontak langsung.



Sumber: BeritaSatu.com