Jumlah Kematian Covid-19 Bisa Lebih Tinggi dari yang Dilaporkan
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Jumlah Kematian Covid-19 Bisa Lebih Tinggi dari yang Dilaporkan

Jumat, 1 Mei 2020 | 04:59 WIB
Oleh : Dina Manafe / WBP

Jakarta, Beritasatu.com - Pada 11 April 2020, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah memperbarui pedoman mengenai pelaporan virus corona (Covid-19). Mengutip laman resmi WHO, Kamis (30/4/2020), disebutkan bahwa kematian Covid-19 didefinisikan sebagai pasien yang meninggal karena penyakit dengan gejala klinis seperti Covid-19, maka masuk dalam kasus terduga atau terkonfirmasi Covid-19.

Berdasarkan definisi ini, kematian secara kumulatif dari orang yang sudah dipastikan atau masih diduga terinfeksi Covid-19 tetap harus dilaporkan sebagai kematian terkait Covid-19. Kecuali kematian yang tidak terkait dengan Covid-19, misalnya trauma. Pasien diduga di Indonesia disebut sebagai pasien dalam pengawasan (PDP), yaitu mereka yang sakit dengan gejala seperti Covid-19, dan memiliki kontak dekat dengan kasus positif.

Jika mengacu definisi WHO tersebut, maka jumlah kematian akibat Covid-19 di Indonesia diperkirakan bisa lebih tinggi dari yang dilaporkan secara resmi oleh pemerintah. Dalam Situation Report-5 WHO pada 23 April 2020, WHO menggambarkan kematian kumulatif terkait Covid-19 di lima provinsi di Indonesia, yaitu Jakarta, Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Sulawesi Selatan sebanyak 2.073 orang. Dari jumlah itu, sebanyak 1.530 kasus kematian diduga Covid-19, dan 543 sudah dipastikan menderita Covid-19 atau positif dengan pemeriksaan polymerase chain reaction (PCR).

Pakar epidemiologi Universitas Indonesia, Pandu Riono mengatakan, sudah seharusnya pasien yang dirawat maupun meninggal dengan status PDP dilaporkan tanpa harus menunggu konfirmasi positif dari laboratorium. Karena pasien PDP selalu dalam perawatan di rumah sakit dengan standar Covid-19. Demikian pula kalau pasien PDP meninggal dimakamkan dengan prosedur Covid-19. “Dari dulu sudah diusulkan supaya kalau ada kematian PDP harus dilaporkan. Angka statistik ini penting. Kalau angka kematian tinggi artinya pelayanan kesehatan kita tidak mampu,” kata Pandu kepada Beritasatu.com, Kamis (30/4/2020).

Pandu mengatakan, semua PDP yang bergejala seperti Covid-19 dan dirawat dengan prosedur yang sama harusnya dilaporkan sebagai Covid-19. Kecuali kalau statusnya masih orang dalam pemantauan (ODP). Mengacu pada ini, maka menurut Pandu, jumlah kematian terkait Covid-19 beberapa kali lipat lebih besar dari jumlah yang dilaporkan saat ini. Fakta ini bisa dikumpulkan dari dinas pemakaman dari seluruh daerah. Mereka yang memiliki data persis berapa banyak pasien dimakamkan dengan prosedur Covid-19.

“Ternyata memang jumlah kematian jauh lebih banyak dari yang dilaporkan dari tiap provinsi. Jadi under reporting itu bukan hanya di DKI Jakarta, tetapi juga di daerah lain. Ini fakta, dan harusnya dilaporkan,” kata Pandu.

Pandu mengatakan, kurangnya kapasitas testing atau pemeriksaan PCR menyebabkan jumlah kasus kematian terlihat sedikit. Banyak PDP yang sudah lebih dulu meninggal sebelum hasil pemeriksaan laboratorium keluar. Kecepatan pemeriksaan PCR ini penting untuk memastikan status PDP yang tengah dirawat. Kalau bukan Covid-19, pasien tersebut langsung dipindahkan ke ruang perawatan lain, sehingga ruang isolasi diprioritaskan untuk mereka yang benar-benar membutuhkan.

Pemeriksaan PCR harus diperluas kepada mereka yang PDP maupun ODP. Ini penting untuk mendeteksi lebih dini kasus positif. Kalau ditemukan lebih awal, lebih cepat dirawat sehingga bisa menekan angka kematian dan penularan.

Kepala Lembaga Biologi Molekuler Eijkman Amin Soebandrio mengatakan, untuk menyatakan seorang positif Covid-19 harus ada bukti. Semua kasus yang dilaporkan harus berbasis data. Faktanya, menurut Amin, tidak semua PDP itu positif Covid-19. Ada beberapa pasien dengan gejala seperti Covid-19, tetapi hasil pemeriksaan lab menunjukkan negatif. “Tidak jarang ada yang dirawat dan menunjukkan gejala serupa, tapi negatif. Jadi kita tidak bisa mengklaim semua itu Covid-19,” kata Iman kepada Beritasatu.com, Kamis (30/4/2020) malam.

Amin mengatakan, perlu atau tidaknya kematian PDP baik yang konfirmasi positif maupun negatif dimasukkan dalam daftar korban Covid-19 tergantung kebijakan tiap negara.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Pasien Covid-19 Turun, RSDC Wisma Atlet Semakin Sepi

Jumlah pasien di Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet Kemayoran saat ini sebanyak 341 orang.

KESEHATAN | 26 September 2021

PII Dorong Insinyur Bantu Kembangkan Teknologi Dunia Kesehatan

Persatuan Insinyur Indonesia atau PII mendorong para insinyur untuk membantu mengembangkan teknologi dalam dunia kesehatan.

KESEHATAN | 25 September 2021

Pemerintah Dapat Izinkan Kegiatan Besar, Asalkan Patuhi Syarat

Pemerintah dapat memberi izin penyelenggaraan kegiatan besar dengan kewajiban mengikuti sejumlah pedoman yang ditetapkan.

KESEHATAN | 25 September 2021

Pemerintah Pertegas Vaksinasi Booster Hanya untuk Tenaga Kesehatan

Pemerintah menegaskan vaksin booster hanya diberikan untuk nakes untuk melindungi mereka dalam menjalankan tugasnya di tengah pandemi Covid-19.

KESEHATAN | 25 September 2021

Wakil Ketua MPR Hadiri Vaksinasi di Ponpes Buntet Cirebon

Wakil Ketua MPR Ahmad Muzani menyaksikan pelaksanaan vaksinasi yang dilakukan terhadap santri dan warga sekitar di lingkungan pondok pesantren Buntet, Cirebon.

KESEHATAN | 25 September 2021

Laju Penularan Covid-19 Melandai, PBNU: Masyarakat Tak Boleh Lengah

PBNU meminta masyarakat tak lengah menerapkan protokol kesehatan kendati angka laju penularan menunjukkan tanda-tanda melandai dalam beberapa pekan terakhir

KESEHATAN | 25 September 2021

LPEI Salurkan Tabung Oksigen untuk RS Soetarto Yogyakarta

Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) komitmen membantu fasilitas kesehatan dalam menangani pandemi Covid-19.

KESEHATAN | 25 September 2021

Pentingnya Melakukan Premarital Check Up Sebelum Menikah

Premarital check up atau pemeriksaan kesehatan pranikah, dilakukan minimal enam bulan sebelum dilangsungkannya hari pernikahan.

KESEHATAN | 25 September 2021




TAG POPULER

# Kasus Aktif Covid-19


# Rocky Gerung vs Sentul City


# Literasi Perdamaian


# Permata Buana


# Kegiatan Besar



TERKINI
Film Losmen Bu Broto Luncurkan Teaser dan Poster

Film Losmen Bu Broto Luncurkan Teaser dan Poster

HIBURAN | 17 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings