LIPI: PSBB Nasional Diperlukan untuk Memutus Penularan Covid-19
INDEX

BISNIS-27 545.471 (-7.6)   |   COMPOSITE 6413.89 (-106.77)   |   DBX 1221.71 (-6.51)   |   I-GRADE 188.988 (-3.35)   |   IDX30 542.994 (-9.18)   |   IDX80 145.925 (-3.17)   |   IDXBUMN20 438.706 (-13.3)   |   IDXESGL 150.111 (-3.04)   |   IDXG30 148.081 (-3.15)   |   IDXHIDIV20 477.43 (-7.88)   |   IDXQ30 153.853 (-2.35)   |   IDXSMC-COM 293.749 (-6.8)   |   IDXSMC-LIQ 373.577 (-15.72)   |   IDXV30 149.364 (-4.83)   |   INFOBANK15 1084.54 (-8.19)   |   Investor33 464.502 (-6.89)   |   ISSI 189.074 (-4.16)   |   JII 668.709 (-17.74)   |   JII70 233.837 (-6.47)   |   KOMPAS100 1296.34 (-25.94)   |   LQ45 1011.21 (-19.63)   |   MBX 1772.39 (-32.57)   |   MNC36 342.942 (-5.12)   |   PEFINDO25 336.865 (-11.6)   |   SMInfra18 332.042 (-9.57)   |   SRI-KEHATI 396.816 (-5.25)   |  

LIPI: PSBB Nasional Diperlukan untuk Memutus Penularan Covid-19

Senin, 4 Mei 2020 | 20:25 WIB
Oleh : Ari Supriyanti Rikin / YUD

Jakarta, Beritasatu.com - Pembatasan Sosial Skala Besar (PSBB) perlu dilakukan secara nasional yang pelaksanaannya mengacu pada karakteristik setiap wilayah. Sebab jika PSBB hanya dilakukan di spot atau daerah tertentu, mobilitas pergerakan manusia yang membawa virus bisa terus terjadi. Penularan virus secara lokal (local transmision) ini bisa membuat angka penularan Covid-19 terus naik.

Demikian rangkuman web seminar (webinar) yang digagas Pusat Penelitian Kependudukan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) bertema Mobilitas Penduduk dan Covid-19 di Jakarta, Senin (4/5/2020).

Pakar Epidemiologi Universitas Indonesia (UI) Pandu Riono mengatakan, virus itu berpindah karena ada pergerakan manusia. Untuk itulah pihaknya, memberi masukan kepada pemerintah untuk melarang mudik. Bahkan seharusnya dalam PSBB, aturan pelarangan mudik juga harus termasuk di dalamnya.

Meskipun begitu, pelarangan mudik yang sudah dilakukan pemerintah tidak sesuai harapan. Sebab sebelum pelarangan sudah ada pemudik yang bergerak ke kampung halamannya.

"Bisa dilihat dari data kenaikan kasus pada 26 Maret-10 April dimana banyak pekerja informal yang pulang kampung. Kenaikan kasus Covid-19 dua kali lipat," katanya.

Hal itu didasari kajian empiris bahwa virus bisa saja terbawa oleh pemudik. Bahkan ia dan tim memperkirakan jika tanpa adanya pengetatan maka pada Lebaran menjadi puncak dari penyebaran Covid-19 di daerah terutama Pulau Jawa luar DKI dan Bodetabek. Dalam kajiannya kasus bisa mencapai 200.000.

Saat di Jakarta ada penurunan kasus, namun jika tanpa intervensi saat arus balik nanti, sangat mungkin kasus kembali meningkat.

Oleh karena itu lanjutnya, dalam PSBB harus melekat juga aturan pembatasan mobilitas penduduk. Sebab virus mengikuti mobilitas manusia. Apalagi 76 persen dari kasus berasal dari orang tanpa gejala yang berpindah terus, tanpa menggunakan masker.

Menurutnya, efek dari PSBB harus diperhatikan di sektor sosial ekonomi. Masyarakat yang tetap berdiam di rumah adalah masyarakat yang berada di kelas atas (golongan ekonomi atas). Sedangkan, golongan ekonomi bawah tetap terpaksa keluar rumah untuk mencari makan. Oleh karena itu pada kelompok ini harus diperhatikan pemenuhan kebutuhannya.

Pandu mengingatkan, pemerintah diminta tidak terburu-buru melonggarkan PSBB yang sudah dilakukan di beberapa daerah. Pemerintah harus jeli melihat segala potensi yang bisa saja pembuat kasus Covid-19 kembali meningkat.

"Kedisiplinan dan kepatuhan penduduk sangat penting diikuti kesetiakawanan dan gotong royong. Sebab akan ada pola baru atau " Indonesia baru" setelah Covid-19," ucapnya.

Menurutnya pasti ada adaptasi di kehidupan masyarakat yang tentunya tidak akan sama sebelum Covid-19 terjadi.

Pengajar senior bidang demografi Universitas Macquarie Australia Salut Muhidin berpendapat, PSBB memang sebaiknya tidak hanya dilakukan di satu wilayah, tapi juga di wilayah sekitarnya.

"PSBB perlu dilakukan terutama di daerah yang mobilitasnya tinggi karena transmisi lokal virus akan terjadi," imbuhnya.

Ia mencontohkan di satu desa di Bangli, Bali banyak masyarakat terpapar Covid-19 karena ada pekerja migran yang pulang lalu berinteraksi dalam komunitasnya. Menurutnya pemerintah harus berhati-hati jika ada imigran ilegal yang kembali ke tanah air dan bisa menyebabkan penularan virus secara lokal.

Terkait PSBB, Pandu mengingatkan, pemerintah harus menyiapkan mitigasi sosial ekonomi. Agar penduduk patuh PSBB maka mitigasi sosial dan ekonominya pun harus berjalan.

"Jangan berpikir pelonggaran PSBB dulu, pikirkan dulu kasus Covid-19 agar menurun di semua wilayah terutama di Pulau Jawa," pungkasnya.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Percepat Tes Covid-19, 1.500 Cartridge Didistribusikan ke Daerah

Catridge tersebut digunakan pada mesin tes cepat molekuler (TCM) Tuberculosis (TBC) sehingga hasil tes Covid-19 bisa diketahui dengan cepat.

KESEHATAN | 4 Mei 2020

Siloam Hospitals Luncurkan Layanan Rawat Jalan Online

Siloam Hospitals berinovasi dan menghadirkan pelayanan rawat jalan yang dapat diakses secara online.

KESEHATAN | 4 Mei 2020

Doni Monardo: Sebelum Ada Vaksin, Indonesia Belum Aman dari Covid-19

Doni Monardo menegaskan selama belum ada vaksin, Indonesia masih belum aman dari virus Covid-19.

KESEHATAN | 4 Mei 2020

Ramadan, Nilai Pembelian Suplemen Naik 50%

Masyarakat semakin menyadari pentingnya menjaga imun tubuh melalui konsumsi suplemen.

KESEHATAN | 4 Mei 2020

Pekan Depan, BPPT Akan Produksi Rapid Test Antibodi 50.000 per Bulan

Mulai pekan depan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) akan dapat memproduksi rapid test antibodi sebanyak 50 ribu per bulan.

KESEHATAN | 4 Mei 2020

Kasus Covid-19 Turun 11 Persen, Doni Monardo: Kita Tak Boleh Lengah

Kendati kasus Covid-19 mengalami penurunan, kondisi tersebut diharapkan tidak membuat lengah upaya pemutusan mata rantai penyebaran virus corona.

KESEHATAN | 4 Mei 2020

Warga Jakarta Bisa Rapid Test Mandiri di Rumah

Farmaku bersama PT Danpac Farma menghadirkan Rapid Test Kit tanpa harus keluar rumah.

KESEHATAN | 4 Mei 2020

Update Covid-19: Kasus Positif 11.587, Sembuh 1.954, Meninggal 864

Terdapat penambahan 395 kasus baru positif Covid-19 di Indonesia hingga hari ini, Senin (4/5/2020) pada pukul 12.00 WIB.

KESEHATAN | 4 Mei 2020

6 Kru KM Lambelu Sembuh dari Covid-19

sebanyak 6 kru kapal KM Lambelu dinyatakan sembuh dari Covid-19. Hasil pemeriksaan swab yang dilakukan sebanyak dua kali menunjukkan hasil negatif.

KESEHATAN | 4 Mei 2020

Jangan Abaikan Pasien Non-Covid-19

Perlu memisahkan rumah sakit khusus rujukan pasien terinfeksi Covid-19 dan rumah sakit untuk penyakit lainnya.

KESEHATAN | 4 Mei 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS