RSCM Mulai Tahap Uji Klinis Terapi Plasma Konvaselen
INDEX

BISNIS-27 545.471 (-7.6)   |   COMPOSITE 6413.89 (-106.77)   |   DBX 1221.71 (-6.51)   |   I-GRADE 188.988 (-3.35)   |   IDX30 542.994 (-9.18)   |   IDX80 145.925 (-3.17)   |   IDXBUMN20 438.706 (-13.3)   |   IDXESGL 150.111 (-3.04)   |   IDXG30 148.081 (-3.15)   |   IDXHIDIV20 477.43 (-7.88)   |   IDXQ30 153.853 (-2.35)   |   IDXSMC-COM 293.749 (-6.8)   |   IDXSMC-LIQ 373.577 (-15.72)   |   IDXV30 149.364 (-4.83)   |   INFOBANK15 1084.54 (-8.19)   |   Investor33 464.502 (-6.89)   |   ISSI 189.074 (-4.16)   |   JII 668.709 (-17.74)   |   JII70 233.837 (-6.47)   |   KOMPAS100 1296.34 (-25.94)   |   LQ45 1011.21 (-19.63)   |   MBX 1772.39 (-32.57)   |   MNC36 342.942 (-5.12)   |   PEFINDO25 336.865 (-11.6)   |   SMInfra18 332.042 (-9.57)   |   SRI-KEHATI 396.816 (-5.25)   |  

RSCM Mulai Tahap Uji Klinis Terapi Plasma Konvaselen

Senin, 4 Mei 2020 | 22:43 WIB
Oleh : Dina Manafe / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo dan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (RSCM/FKUI) mulai melakukan uji klinis terhadap plasma konvaselen yang kabarnya efektif untuk menyembuhkan pasien virus corona atau Covid-19.

Baca: Stok Darah PMI DKI Berkurang 70 Persen

Diharapkan dalam satu bulan ini uji klinis sudah dilakukan, dan jika berhasil maka pada Juni nanti sudah bisa dipublikasikan secara ilmiah, dan bahkan segera menjadi terapi murni untuk pasien Covid-19 di pelayanan kesehatan.

Kepala Bagian Penelitian RSCM, dr Andri MT Lubis mengatakan, saat ini RSCM dalam tahap persiapan uji klinis. Tim peneliti RSCM dalam tahap mengumpulkan pendonor plasma sukarelawan. Jika sudah memenuhi jumlah yang diharapkan, maka minggu depan langsung memulai uji klinis dengan memberikan plasma tersebut kepada pasien yang menjadi subyek penelitian ini.

"Sudah ada pendonor sukarela yang menghubungi kami. Nanti kami hubungi kembali untuk datang ke RSCM guna dilakukan skrining untuk memastikan mereka layak untuk mendonorkan plasmanya,” kata Andri saat ditemui wartawan Suara Pembaruan di RSCM, Jakarta, Senin (4/5/2020).

Baca: Gugus Tugas Harap Kerja Sama Daerah Pantau ODP

Menurut Andri, tidak mudah untuk mendapatkan pendonor plasma. Tidak semudah memberikan obat kepada pasien. Selain golongan darah pendonor dan pasien penerima harus sama, juga dipastikan pendonor bebar-benar sehat atau sudah sembuh dari Covid-19. Juga harus dipastikan bahwa pendonor memiliki kadar antibodi yang dibutuhkan.

Oleh karena itu, calon pendonor harus melalui seleksi ketat. Mulai dari dilakukan pengambilan swab untuk pemeriksaan PCR dua kali, dan semuanya dinyatakan negatif. Hasil pemeriksaan PCR ini akan keluar sekitar 3 hari. Calon pendonor yang memenuhi syarat akan diundang kembali agar datang ke RSCM untuk mendonorkan plasmanya, dan langsung diberikan kepada pasien Covid-19. Pasien yang terlibat dalam uji coba ini adalah pasien konfirmasi positif Covid-19 berdasarkan pemeriksaan PCR.

Andri mengatakan, penelitian ini melibatkan dua kelompok pasien yang masing masing kelompok terdiri dari 30 orang. Kelompok pertama adalah kelompok kontrol, yaitu pasien yang tidak mendapatkan plasma. Mereka hanya mendapatkan penggobatan standar Covid-19 selama ini, misalnya dengan obat klorokuin saja dan obat lainnya.

Baca: Dua Lagi Perawat Meninggal Akibat Covid-19

Sedangkan kelompok kedua adalah pasien Covid-19 yang juga mendapatkan pengobatan standar, tetapi ditambahkan dengan plasma. Pasien yang menjadi subyek penelitian ini, menurut Andri, adalah pasien sukarelawan.

Andri menjelaskan, uji coba ini untuk melihat efektifitas dan keamanan terapi plasma bagi pasien Covid-19. Artinya tidak hanya ampuh menyembuhkan pasien, tetapi juga aman bagi penerima.

Keamanan ini menurut Andri penting, karena terapi plasma sama dengan memasukkan produk dari luar ke dalam tubuh seseorang. Karena itu harus dipastikan plasma yang diberikan itu sehat. Karena itulah, sebelum plasma diambil harus dipastikan pendonornya sudah benar-benar sembuh dari Covid-19.

Baca: Pemeriksaan Spesimen Baru Bisa 7.000/Hari

Menurut Andri, dalam perkembangannya saat ini ada laporan dari sejumlah kasus bahwa pasien yang sudah sembuh sudah bisa terinfeksi untuk kesian kali.

"Banyak donor dan juga pasien yang bersemangat, tetapi kami tetap utamakan yang aman. Kami berusaha jangan sampai pendonor masih infeksius. Bisa bahaya buat pasien yang menerima. Oleh karena itu harus skrining itu semua. Kalau semua dipastikan aman baru kita bisa ambil plasmanya," kata Andri.

Andri menambahkan, uji klinis plasma ini diawai ketat oleh Komite Etik Penelitian. Uji klinis ini bisa dihentikan apabila nanti dalam perjalanannya sudah terlihat ada perbedaan yang signifikan.

Baca: FKS Foundation Sumbang 200.000 Rapid Test Kit

Misalnya terbukti bahwa ternyata pasien yang menerima plasma tingkat kesembuhannya tidak jauh berbeda dengan pasien yang tanpa plasma, maka penelitian ini bisa jadi dihentikan.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

300 Baju Coverall Disumbangkan ke Tiga Rumah Sakit di Jatim

Tiga rumah sakit di Jawa Timur mendapatkan bantuan berupa 300 baju coverall sebagai alat pelindung diri.

KESEHATAN | 4 Mei 2020

LIPI: PSBB Nasional Diperlukan untuk Memutus Penularan Covid-19

Pembatasan Sosial Skala Besar (PSBB) perlu dilakukan secara nasional yang pelaksanaannya mengacu pada karakteristik setiap wilayah.

KESEHATAN | 4 Mei 2020

Percepat Tes Covid-19, 1.500 Cartridge Didistribusikan ke Daerah

Catridge tersebut digunakan pada mesin tes cepat molekuler (TCM) Tuberculosis (TBC) sehingga hasil tes Covid-19 bisa diketahui dengan cepat.

KESEHATAN | 4 Mei 2020

Siloam Hospitals Luncurkan Layanan Rawat Jalan Online

Siloam Hospitals berinovasi dan menghadirkan pelayanan rawat jalan yang dapat diakses secara online.

KESEHATAN | 4 Mei 2020

Doni Monardo: Sebelum Ada Vaksin, Indonesia Belum Aman dari Covid-19

Doni Monardo menegaskan selama belum ada vaksin, Indonesia masih belum aman dari virus Covid-19.

KESEHATAN | 4 Mei 2020

Ramadan, Nilai Pembelian Suplemen Naik 50%

Masyarakat semakin menyadari pentingnya menjaga imun tubuh melalui konsumsi suplemen.

KESEHATAN | 4 Mei 2020

Pekan Depan, BPPT Akan Produksi Rapid Test Antibodi 50.000 per Bulan

Mulai pekan depan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) akan dapat memproduksi rapid test antibodi sebanyak 50 ribu per bulan.

KESEHATAN | 4 Mei 2020

Kasus Covid-19 Turun 11 Persen, Doni Monardo: Kita Tak Boleh Lengah

Kendati kasus Covid-19 mengalami penurunan, kondisi tersebut diharapkan tidak membuat lengah upaya pemutusan mata rantai penyebaran virus corona.

KESEHATAN | 4 Mei 2020

Warga Jakarta Bisa Rapid Test Mandiri di Rumah

Farmaku bersama PT Danpac Farma menghadirkan Rapid Test Kit tanpa harus keluar rumah.

KESEHATAN | 4 Mei 2020

Update Covid-19: Kasus Positif 11.587, Sembuh 1.954, Meninggal 864

Terdapat penambahan 395 kasus baru positif Covid-19 di Indonesia hingga hari ini, Senin (4/5/2020) pada pukul 12.00 WIB.

KESEHATAN | 4 Mei 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS