Kemristek Siap Produksi Massal Alat Tes dan Ventilator Bulan Ini

Kemristek Siap Produksi Massal Alat Tes dan Ventilator Bulan Ini
Ilustrasi tes cepat Covid-19. (Foto: Antara)
Lennny Tristia Tambun / YS Senin, 11 Mei 2020 | 14:53 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Kementerian Riset dan Teknologi (Kemristek)/Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyatakan siap produksi massal test kit berupa rapid test dan PCR, ventilator, dan mobile laboratorium biosafety level (BSL) 2 buatan dalam negeri akhir Mei 2020.

Demikian disampaikan Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Bambang Brodjonegoro dalam konferensi pers seusai menghadiri ratas dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Merdeka, Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (11/5/2020).

“Ada perkembangan yang menggembirakan baik untuk test kit, baik yang rapid test atau PCR,” kata Bambang Brodjonegoro.

Diungkapkannya, untuk rapid test sudah dalam tahap uji validasi dan registrasi di Kementerian Kesehatan. Ditargetkan, produksi rapid test berbasis peptida sintesis ini bisa diproduksi antara 50.000 hingga 100.000 unit.

"Sehingga ditargetkan akhir bulan ini untuk rapid test bisa diproduksi 50.000-100.000 unit. kapasitas industri dari rapid test kit ini bisa mencapai 100.000 unit per bulan. Jadi diharapkan bisa memenuhi kebutuhan untuk tes yang bersifat masif," ujar Bambang Brodjonegoro.

Selain rapid test berbasis peptida sintesis, Bambang Brodjonegoro menjelaskan, masih ada tiga jenis lagi rapid test yang sedang dikembangkan. Namun, ketiga jenis tersebut masih membutuhkan waktu selama satu sampai dua bulan ke depan.

Kemudian terkait test kit PCR, lanjutnya, saat ini juga sudah dalam tahap validasi dan registrasi Kementerian Kesehatan. Ia mengharapkan PCR ini bisa diproduksi sebanyak 50.000 unit. Sehingga dapat memenuhi terget pemeriksaan spesimen sebanyak 10.000 per hari.

Tidak hanya itu, Kemristek/BRIN juga sudah menyelesaikan pembuatan empat prototipe ventilator buatan dalam negeri. Pengujian empat ventilator II sudah selesai dilakukan oleh Balai Pengamanan Fasilitas Kesehatan (BPFK) Kementerian Kesehatan.

“Dan saat ini sedang menjalani uji klinis. Bahkan satu dari empat, yang dari ITB sudah selesai uji klinis. Dan diharapkan bisa segera masuk fase produksi. Yang lainnya, dari UI, BPPT, PT Dharma masih menyelesaikan uji klinis dalam hari-hari ini,” ungkapnya.

Bila semua uji klinis dapat selesai pekan ini, maka kemungkinan produksi ventilator dalam negeri dalam jumlah besar dapat dilakukan pekan depan. Kapasitas produksi dapat mencapai sekitar 100 unit ventilator per pabrik per minggu.

“Jadi diharapkan ini bisa mengejar kebutuhan ventilator kita yang memang masih cukup besar di berbagai tempat di Indonesia,” tutur Bambang Brodjonegoro.

Sebelumnya, dalam ratas tersebut, Presiden Joko Widodo telah menerima laporan dari Kementerian Riset dan Teknologi (Kemristek)/Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang telah berhasil mengembangkan PCR test kt, non pcr diagnostic test (rapid test), ventilator dan mobile laboratorium biosafety level (BSL) 2.

Ia pun meminta agar semua inovasi-inovasi yang telah berhasil dikembangkan Kemristek/BRIN segera dapat di produksi massal pada akhir Mei atau awal Juni 2020 ini. Sehingga Indonesia tidak lagi tergantung pada produk-produk impor terkait penanganan Covid-19 dari negara lain.



Sumber: Suara Pembaruan