Penjualan Rapid Test Ini Meningkat di Saat Pandemi

Penjualan Rapid Test Ini Meningkat di Saat Pandemi
Petugas kesehatan melakukan tes cepat (rapid test) COVID-19. (Foto: Antara / Adiwinata Solihin)
Whisnu Bagus Prasetyo / WBP Selasa, 12 Mei 2020 | 19:54 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Permintaan alat rapid test Biozek Covid-19 IgG/IgM asal Belanda meningkat di tengah pandemi virus corona (Covid-19).

"Kami melihat peningkatan permintaan dan penjualan speedtests corona di seluruh dunia," kata CEO MACH-E BV distributor eksklusif produk Biozek di Indonesia, Erro Verschoor, dalam keterangannya, Selasa (12/5/2020).

Namun ia menyoroti justru ada perusahaan yang mencoba mengambil manfaat dari krisis dunia saat ini. Produk tersebut akhirnya dikirim kembali atau dilarang digunakan di Eropa. "Kami telah melihat banyak tes, bahkan dengan berbagai sertifikat masuk ke pasar namun gagal memenuhi standar kualitas sesuai dengan peraturan," ujar Verschoor.

Saat ini, lanjut dia, rapid test Biozek Covid-19 IgG/IgM/Mach-E telah diakui di Eropa dan digunakan di banyak negara. Di antaranya Italia, Prancis, Spanyol, Inggris, Jerman, Rusia, Swiss, Belanda, Amerika Serikat, India, Kuwait, Israel dan Arab Saudi.

Dia mengatakan, rapid test Biozek Covid-19 IgG/IgM/Mach-E dibuat di Belanda, di bawah regulasi Uni Eropa yang ketat. "Peraturan ini tidak memberikan ruang untuk kesalahan, dengan demikian membuat produk ini sangat andal dan aman," kata dia.

PT Kimia Farma Tbk (Persero) telah menerima 300.000 rapid test Biozek Covid-19 IgG/IgM belum lama ini. Pengiriman pertama Biozek telah diserahterimakan di Belanda kepada perwakilan BUMN farmasi ini dan disaksikan perwakilan Kedutaan Besar RI di Belanda. Kimia Farma berharap dapat berkolaborasi jangka panjang guna membantu menjaga kesehatan masyarakat Indonesia.



Sumber: BeritaSatu.com