Kimia Farma Suspensi Distribusi Rapid Test Biozek

Kimia Farma Suspensi Distribusi Rapid Test Biozek
Kantor pusat Kimia Farma. (Foto: beritasatu photo / mohammad defrizal)
Farid Nurfaizi / FMB Rabu, 13 Mei 2020 | 14:28 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - PT Kimia Farma Tbk (KAEF) menghentikan sementara distribusi produk rapid test Biozek yang diproduksi oleh manufaktur Inzek International Trading BV Belanda.

Hal ini dilakukan setelah ada temuan investigasi dari Organized Crime and Corruption Reporting Project (OCCRP) terkait Biozek yang memiliki tingkat akurasi rendah.

Sekretaris Perusahaan Kimia Farma Ganti Winarno mengatakan, semula perseroan telah melakukan impor dan distribusi rapid test Biozek sejak pertengahan April 2020. Perseroan hanya mendistribusikan produk tersebut ke fasilitas layanan kesehatan, jejaring laboratorium pemeriksaan dan Dinas Kesehatan kota/kabupaten di Indonesia.

“Perseroan meminta klarifikasi kepada Inzek International Trading BV Belanda atas pemberitaan tersebut,” jelas dia dalam keterangan resmi, Rabu (13/5/2020).

Perseroan, kata Ganti, senantiasa berkomitmen memberikan pelayanan dan solusi kesehatan yang terbaik bagi masyarakat serta menjalankan prosedur sesuai dengan ketentuan, regulasi dan prinsip tata kelola perusahaan yang baik.

Sebagai informasi, rapid test Biozek merupakan rapid test IVD antibody yang hanya digunakan untuk screening test. Alat ini memerlukan pengujian lebih lanjut untuk penegakan diagnosa salah satunya melalui metode pemeriksaan Polimerase Chain Reaction (PCR) test serta tidak disarankan digunakan secara personal tetapi dilakukan oleh tenaga kesehatan yang kompeten.

Produk rapid test Biozek memiliki sertifikat Conformite' Europeenne (CE) yang memenuhi persyaratan hukum untuk dapat diperdagangkan dan dikomersialisasikan di pasar Eropa.

Produk ini mendapatkan sertifikat tersebut melalui proses yang sangat ketat, dan produk tersebut telah tercantum di website resmi Uni Eropa. Negara lain yang tercatat turut mendistribusikan produk tersebut antara lain Belanda, Inggris, Portugal, Georgia, Nigeria dan Saudi Arabia.

Alat kesehatan ini diklaim telah dilengkapi dengan dokumen mutu berupa uji klinik yang menunjukkan hasil uji Sensitivitas Relatif Rapid Test BNCP-402 dan BNCP-402S lebih dari 99,9% untuk IgG dan 85% untuk IgM.

Sementara spesivitas Relatif Rapid Test adalah 98% untuk IgG dan 96% untuk IgM dibandingkan dengan hasil PCR. Adapun, hasil uji klinik yang dilakukan oleh CNR Virus des Infections Respiratoires Institut Pasteur Prancis juga menunjukkan hasil yang baik pada Rapid Test Biozek BNCP-402 dan dokumen pendukung lainnya.



Sumber: BeritaSatu.com