962 Tenaga Kesehatan Tempati 4 Hotel Milik BUMD DKI Jakarta

962 Tenaga Kesehatan Tempati 4 Hotel Milik BUMD DKI Jakarta
Tenaga medis beberapa rumah sakit memasuki Bis Transjakarta saat akan meninggalkan Hotel Grand Cempaka, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Minggu, 29 Maret 2020. (Foto: Beritasatu Photo / Joanito De Saojoao)
Yustinus Paat / CAH Kamis, 14 Mei 2020 | 20:06 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menyediakan empat hotel milik BUMD DKI Jakarta untuk fasilitas penginapan para tenaga kesehatan yang menangani Covid-19 di DKI Jakarta. Kempat hotel tersebut adalah Grand Cempaka Business Hotel, D'Arcici Alhijrah Hotel, D'Arcici Plumpang Hotel, dan D'Arcici Hotel Sunter Hotel.

Direktur Utama PT Jakarta Tourisindo (Jaktour) Novita Dewi menuturkan bahwa berdasarkan data hingga 13 Mei 2020, sebanyak 962 tenaga kesehatan yang menangani Covid-19 telah menempati empat hotel milik BUMD DKI tersebut.

"Sebanyak 962 tenaga medis telah menginap di empat hotal tersebut dengan total kamar yang sudah terisi sebanyak 487 kamar,” ujar kata Novita kepada wartawan, Kamis (14/5/2020).

Tenaga kesehatan, kata Novita, paling banyak menginap di Grand Cempaka Business Hotel, yakni sebanyak 423 orang dengan jumlah kamar yang digunakan 216 kamar. Lalu, 202 tenaga kesehatan menginap di 101 kamar yang berada di Hotel D’Arcici Sunter, Jakarta Utara.

“Kemudian 140 tenaga kesehatan menempati 70 kamar di D'Arcici Alhijrah Hotel, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, 133 tenaga kesehatan lainnya menginap di 68 kamar di D’Arcici Plumpang Hotel, Jakarta Utara. Ada juga 64 tenaga kesehatan lainnya menginap di 32 kamar di Wisma PKK di Plumpang,” beber Novita.

Tenaga kesehatan yang menginap di 4 hotel milik BUMD DKI tersebut, kata Novita berasal dari sejumlah rumah sakit, yakni sebanyak 291 tenaga medis berasal dari RSUD Tarakan, 262 orang dari RSUD Pasar Minggu, 125 tenaga medis dari RSKD Duren Sawit, 112 orang berasal dari RS Koja, 60 orang dari RS Cengkareng, dan 11 orang dari RS Tanjung Priok.

"Lalu dari laboratorium kesehatan daerah (Labkesda) 23 orang, ambulans gawat darurat (AGD) 7 orang, relawan 55 orang, dari Dinkes DKI ada 1 orang, dan petugas puskesmas 15 orang," pungkas Novita.

Berdasarkan data Pemprov DKI, saat ini terdapat 63 Rumah Sakit rujukan Covid-19 di Jakarta yang terdiri dari 15 RSUD dan 48 RS vertikal dan swasta. Ke-63 RS ini tersebar di 5 wilayah DKI Jakarta dengan kapasitas tempat tidur sebanyak 3.612 unit, kapasitas isolasi sebanyak 3.163 dan kapasitas ICU sebanyak 449. Sementara untuk Wisma Atlet, kapasitasnya bisa menampung 1.200 pasien.

Untuk tenaga kesehatan, dokter umum sebanyak 3.388 orang, dokter spesialis paru 148 orang, dokter spesialis penyakit dalam 520 orang, dokter spesialis anestesi 316 orang, perawat 19.526 orang, pranata laboratorium 1.742 orang, radiografer 687 orang, apoteker 758 orang, tenaga teknis kefarmasian 2.899 orang, sutveilans 470 orang dan promkes 101 orang. 

 



Sumber: BeritaSatu.com