Manfaat Camilan Seimbang Saat Ramadan

Manfaat Camilan Seimbang Saat Ramadan
Hasil studi dari Mondelez Internasional menjelaskan, rata-rata orang Indonesia bergantung pada camilan untuk memenuhi kebutuhan mental dan emosional. ( Foto: Beritasatu Photo / Istimewa )
Indah Handayani / FER Jumat, 15 Mei 2020 | 21:25 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Baik disadari maupun tidak, perubahan kegiatan sehari-hari menjadi #dirumahaja selama masa pandemi virus corona atau Covid-19, membuat masyarakat ngemil secara berlebih. Tak jarang, timbul kekhawatiran akan efeknya nantinya.

Baca Juga: Manfaat Asam Folat dan Vitamin C untuk Imunitas Tubuh

Memahami pentingnya manfaat camilan seimbang bagi masyarakat, Mondelez Indonesia meluncurkan kampanye #NgemilBijak guna mendorong setiap orang untuk lebih bijak mengkonsumsi camilan sehingga bisa mendapatkan manfaat secara lebih seimbang, baik untuk tubuh maupun pikiran.

Head of Corporate Communication Mondelez Indonesia, Khrisma Fitriasari menjelaskan, kampanye #NgemilBijak merupakan inspirasi agar masyarakat memilih camilan yang tepat, mengkonsumsinya pada waktu yang tepat, serta menikmati camilan tersebut dengan cara yang tepat pula.

"Kampanye ini sejalan dengan tujuan global dari Mondelez International, yakni Empower People to Snack Right, untuk terus menginspirasi masyarakat mengkonsumsi camilan secara lebih bijak," jelas Khrisma dalam keterangan persnya, Jumat (15/5/2020).

Baca Juga: Menjaga Kesehatan Kulit Anak Selama Pandemi Covid-19

Pada dasarnya orang Indonesia memang suka ngemil, bahkan 23 persen lebih banyak daripada rata-rata global, seperti diungkapkan melalui sebuah studi konsumen bertajuk The State of Snacking yang dilakukan di Indonesia dan 11 negara lainnya. Selain itu, hasil studi dari Mondelez Internasional tersebut juga menjelaskan bahwa rata-rata orang Indonesia bergantung pada camilan untuk memenuhi kebutuhan mental dan emosional.

Psikolog Klinis, Tara De Thouars mengamini bahwa kebiasaan ngemil berlebih memang sangat rentan terjadi selama #dirumahaja di masa pandemi ini. Hal tersebut dipicu oleh rasa bosan atau kondisi emosi tidak stabil dikarenakan perubahan kebiasaan yang mendadak, ataupun ketakutan akan pandemi itu sendiri. Cara ngemil seperti ini lebih dikenal dengan sebutan emotional eater.

"Saat tekanan emosional hadir, tubuh seolah memberikan sinyal yang mirip seperti rasa lapar. Sebenarnya sinyal tersebut hanyalah respon terhadap perasaan yang menjadi pelarian dari emosi negatif. Jika dorongan tersebut terus diikuti, tentu tubuh akan kelebihan asupan dan tentunya akan semakin beresiko jika dilakukan secara berulang,” jelas Tara.

Baca Juga: Tips Olahraga Bersama Anak di Masa Pandemi Covid-19

Tara menjelaskan, ngemil lebih bijak merupakan langkah tepat untuk mendapatkan kepuasan dalam mengkonsumsi camilan sehingga tidak menimbulkan penyesalan setelahnya. Juga menghindari ngemil secara berlebih karena memperhatikan isyarat tubuh.

"Kegiatan ngemil sebaiknya dilakukan secara sadar agar manfaat bisa didapatkan. Makanlah secara perlahan dan nikmati setiap gigitannya. Ajak seluruh indera tubuh Anda terlibat, mulai dari memperhatikan bentuk, mencium aroma, menikmati rasa, hingga sensasi suara saat menggigit atau mengunyah camilan,” kata Tara.

 



Sumber: BeritaSatu.com