Bertambah 6, Kasus Positif Covid-19 di DIY Capai 215

Bertambah 6, Kasus Positif Covid-19 di DIY Capai 215
Ilustrasi penanganan pasien terinfeksi "corona". (Foto: Antara)
Fuska Sani Evani / CAH Kamis, 21 Mei 2020 | 19:54 WIB

Yogyakarta, Beritasatu.com -  Jumlah pasien positif Covid-19 di DI Yogyakarta, pada Kamis (21/5/2020) telah mencapai 215 orang. Juru Bicara Pemda DIY untuk Penanganan Covid-19, Berty Murtiningsih, menuturkan penambahan kasus positif hari ini, enam orang, dua diantaranya merupakan tenaga medis di RSUP Dr Sardjito. Sedang delapan orang dinyatakan sembuh setelah dua kali hasil uji laboratoriumnya negatif.

“Kasus positif meliputi Kasus 212, laki-laki 57 tahun warga Gunungkidul; Kasus 213, laki-laki 16 tahun warga Sleman; Kasus 214, perempuan 22 tahun warga Sleman; Kasus 215, laki-laki 19 tahun warga Sleman; Kasus 216, perempuan 43 tahun warga Bantul; dan Kasus 217, perempuan 35 warga Kota Yogya,” kata Berty Murtiningsih, Kamis (21/5/2020).

Dikatakan Berty, kasus 212 merupakan pendatang dari Depok, Jawa Barat. Kasus 213 merupakan anak Jemaah Tabligh, Gowa. Kasus 214 dan 215 adalah karyawan Indogrosir. Kasus 216 dan 217 adalah tenaga kesehatan RS Sardjito.

Kasus sembuh yakni kasus 86, perempuan 46 tahun warga Bantul; Kasus 100, laki-laki 36 tahun warga Bantul; Kasus 145, perempuan 14 tahun warga Bantul; Kasus 159, laki-laki 25 tahun warga Bantul; 164, perempuan 33 tahun warga Bantul; Kasus 172, perempuan 19 tahun warga Bantul; Kasus 173, perempuan 29 tahun warga Gunungkidul; Kasus 174, laki-laki 7 tahun warga Gunungkidul.

Pada hari yang sama, dilaporkan dua kematian PDP, yakni perempuan 64 tahun warga Sleman, memiliki riwayat sakit ca colon dan perempuan 61 tahun warga Sleman, memiliki riwayat diabetes melitus dan jantung.

Dengan penambahan ini, total kasus positif di DIY sebanyak 215 kasus, dengan 105 diantaranya sudah sembuh. Lalu PDP meninggal jadi 23 pasien. Adapun total ODP yakni sebanyak 6.231 orang.

Sementara Humas RSUP Dr Sardjito, Banu Hermawan menyatakan, dua tenaga kesehatan tersebut, tidak merawat ataupun tidak tertular dari pasien yang ada di RSUP Dr Sardjito.

Namun hasil positif Covid-19 tersebut didapat dari tracing masal terhadap tenaga Medis RSUP Dr Sardjito yang berada di salah satu ruang perawatan kedua Nakes tersebut bertugas.

“Alasan tracing di salah satu ruang perawatan tersebut, disebabkan adanya satu residen yang ditemukan positif Covid 19 dan bertugas di ruangan tersebut,” katanya.

Residen ini tidak menangani secara langsung pasien Covid 19 atau bukan residen di kamar isolasi covid-19. Namun yang bersangkutan memang pernah bersinggungan dengan salah satu pasien Covid 19 yang sudah mengalami tes swab dua kali dengan hasil negatif.

Dikatakan, dua perawat tersebut, awalnya tidak mengalami gejala, dan baru muncul batuk batuk beberapa hari setelah kontak dengan residen positif tersebut. “Kondisi mereka saat ini cukup baik, sadar dan tidak muncul gejala demam,” terang Banu.



Sumber: BeritaSatu.com