Covid-19 Bisa Sebabkan Serangan Jantung Mendadak

Covid-19 Bisa Sebabkan Serangan Jantung Mendadak
Ilustrasi operasi pasien penyakit jantung. (Foto: Antara)
Maria Fatima Bona / IDS Kamis, 21 Mei 2020 | 23:42 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Konsil Kedokteran Indonesia (KKI), Suko Adiarto mengatakan, berdasarkan data pasien Covid-19, kelompok penyakit kardiovaskular yang memiliki penyakit penyerta seperti diabetes komorbid, gagal ginjal, dan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) sering ditemukan pada pasien Covid-19.

Dalam forum diskusi daring bertemakan "Perjuangan Lawan Maut Di ICU Covid-19" yang diselenggarakan oleh BeritaSatu dan FK-UPH, Rabu (20/5/2020), Suko menyebutkan, pada penderita penyakit jantung, setelah terinfeksi Covid-19 akan terjadi peradangan pada hampir seluruh tubuh. Peradangan yang bersifat sistemik ini salah satunya terjadi di pembuluh darah. Dalam hal ini, terjadi kelainan dalam pembuluh darah yang dikenal dengan penyebutan aterosklerosis atau pengerasan dan penyempitan pembuluh darah.

Dengan begitu, pasien yang sudah lama memiliki penyempitan pembuluh darah tiba-tiba akan mengalami serangan jantung.

"Sementara virus Covid-19 bekerja langsung menyerang sel-sel otot jantung yang menyebabkan radang pada sel-sel tersebut," ujarnya.

Suko menuturkan, otot jantung ini mengalami penurunan fungsi yang cukup signifikan sehingga gagal melakukan fungsinya sebagai kompas sirkulasi. Pada saat itulah bisa disebut gagal jantung akut atau tekanan darah turun sehingga tidak dapat mendorong aliran darah ke seluruh organ-organ penting, termasuk otak dan ginjal hingga menyebabkan syok.

Sementara itu, pengajar dan peneliti senior FK Universitas Airlangga (Unair), Prof. Djoko Santoso menyebutkan, pasien Covid-19 yang mengalami gagal ginjal terminal, kondisi organ-organ tubuhnya terutama imunitas dan vaskulernya sangat jelek. Hal ini juga terjadi pada penderita diabetes. Padahal, imunitas sangat penting untuk mencegah terserang Covid-19.

Djoko menyebutkan, Covid-19 ini memiliki senjata berupa 12 protein yang mematikan karena protein ini mengacak sinyal sehingga terjadi inkoordinasi hingga akhirnya dan tubuh mengeluarkan senjata.

“Senjata ini mengeluarkan api konversinya berupa zat kimia yang sudah berubah rumus molekulnya,” ujarnya.

Melihat kenyataan ini menurut Djoko, masyarakat harus melakukan pengaturan ulang atau resetting secara bagus agar tidak terpapar Covid-19. Misalnya melakukan filter ruangan yang ada di rumah dengan tidak hanya mengandalkan pendingin ruangan atau AC tetapi juga bisa melakukan filter dengan partikel yang lebih baik lagi.

Selain itu, masyarakat harus menjaga imunitas tubuh dengan tidur yang cukup dan teratur, makan makanan bergizi, serta rutin berolahraga minimal 12-15 menit setiap hari.

“Jadi lifestyle itu tolong dihidupkan secara intens dalam rangka hidup berdamai dengan virus Covid-19 karena akan sangat lama saya prediksi. Saya rasa kita harus hidup berdamai dengan Covid-19 sebagaimana yang Presiden Joko Widodo katakan,” ujarnya.



Sumber: BeritaSatu.com