Fenomena Homesick Akibat Gagal Mudik

Fenomena Homesick Akibat Gagal Mudik
Ilustrasi Mudik ( Foto: Istimewa )
Indah Handayani / FER Jumat, 22 Mei 2020 | 16:32 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Tidak mudik ke kampung halaman, ternyata dapat memunculkan fenomena homesick. Mengapa demikian?

Baca Juga: Selama Larangan Mudik, 60.000 Kendaraan Diminta Putar Balik

Psikolog klinis, Alexandra Gabriella, menjelaskan, gangguan psikologis baru dapat ditegakkan jika sudah terjadi dalam kurun waktu tertentu, seperti dua minggu, tiga bulan, atau tiga bulan.

"Jika seseorang tidak mudik dan bagaimana pengaruhnya pada kondisi psikologis, yang jelas kita tidak bisa berbicara mengenai diagnosa. Tapi, lebih kepada perasaan yang dialami, seperti kesepian (loneliness), kekecewaan, atau kehilangan harapan,” ungkap Alexandra dalam keterangan pers yang diterima Beritasatu.com, Jumat (22/5/2020).

Baca Juga: Tips Tingkatkan Imunitas ala Dokter Vito

Psikolog yang akrab disapa Alexa ini mengatakan, seseorang yang tidak mudik selain merasa kesepian juga bisa merasakan homesick.

"Homesick merupakan perasaan rindu dengan situasi saat di kampung halaman, bisa rindu dengan orang tua, orang-orang sekitar, makanannya, lingkungannya, atau nuansanya. Namun, orang-orang yang homesick ini tidak dialami oleh mereka yang tidak mudik saja,” jelas Alexa.

Baca Juga: Jaga Imunitas Tubuh dengan Konsumsi Asam Folat

Alexa menjelaskan, homesick dapat menjadi stresor saat seseorang memiliki ekspektasi untuk bisa pulang dan merasakan apa yang biasa dilakukan di kampung halamannya tersebut, namun ekspektasi itu tidak tercapai sehingga timbul rasa kecewa yang bisa menyebabkan frustrasi.

"Rasa frustrasi itu bisa membuat seseorang memiliki masalah psikologis, seperti depresi. Apalagi kalau kondisi ini memang sudah terjadi beberapa minggu secara berturut-turut dan mood atau suasana hatinya sama. Selain itu, orang-orang yang homesick ini bisa juga mengalami insomnia karena selalu berpikir tidak bisa pulang,” tutupnya.



Sumber: BeritaSatu.com