Gagal Mudik Bisa Memicu Gangguan Jiwa?
INDEX

BISNIS-27 536.336 (-9.74)   |   COMPOSITE 6258.57 (-118.4)   |   DBX 1209.79 (-7.56)   |   I-GRADE 185.201 (-3.15)   |   IDX30 531.719 (-11.49)   |   IDX80 142.034 (-2.79)   |   IDXBUMN20 420.424 (-11.55)   |   IDXESGL 146.593 (-2.74)   |   IDXG30 145.132 (-2.95)   |   IDXHIDIV20 467.118 (-8.07)   |   IDXQ30 151.699 (-2.74)   |   IDXSMC-COM 284.118 (-6.96)   |   IDXSMC-LIQ 356.602 (-8.98)   |   IDXV30 142.342 (-4.12)   |   INFOBANK15 1078.54 (-23.31)   |   Investor33 455.425 (-8.95)   |   ISSI 183.228 (-3.1)   |   JII 646.305 (-9.76)   |   JII70 225.666 (-3.53)   |   KOMPAS100 1262.11 (-23.67)   |   LQ45 987.949 (-21.07)   |   MBX 1725.55 (-36.04)   |   MNC36 336.055 (-6.76)   |   PEFINDO25 332.023 (-6.72)   |   SMInfra18 316.891 (-5.9)   |   SRI-KEHATI 389.555 (-8.04)   |  

Gagal Mudik Bisa Memicu Gangguan Jiwa?

Jumat, 22 Mei 2020 | 18:08 WIB
Oleh : Indah Handayani / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Mudik merupakan salah satu tradisi yang biasa dilakukan menjelang Hari Raya Idulfitri. Namun, tahun ini mudik dilarang sejak pembatasan sosial berskala besar (PSBB) diberlakukan. Hal ini dilakukan untuk memutus mata rantai penyebaran dan penularan Covid-19. Lantas, apakah tidak mudik ini bisa memengaruhi kondisi jiwa atau psikologis seseorang?

Baca Juga: Fenomena Homesick Akibat Gagal Mudik

Psikiater Gina Anindyati mengatakan, sebenarnya pada setiap periode, ada saja orang-orang yang tidak dapat mudik atau tidak memungkinkan untuk mudik. Bedanya, karena pandemi Covid-19 seperti saat ini, banyak orang diharuskan tetap berada di rumah saja dan tidak mudik untuk mencegah penyebaran dan penularan virus corona.

"Oleh karena itu, jika ditanya apakah ada pengaruh dengan kondisi kejiwaan seseorang, bisa saja ada. Apalagi bagi orang-orang yang menggunakan mudik ini sebagai salah satu kesempatan untuk bertemu dengan keluarga atau orang terdekat. Karena situasi ini tidak memungkinkan atau terpaksa tidak mudik, bisa muncul perasaan sedih, kecewa, penyesalan, atau tidak nyaman. Ini wajar dan manusiawi,” jelas Gina dalam keterangan pers yang diterima Beritasatu.com, di Jakarta, Jumat (22/5/2020).

Baca Juga: Tips Menjaga Kesehatan Mental Terkait Larangan Mudik

Gina menambahkan kebanyakan orang bisa beradaptasi dan melalui kondisi ini dengan baik-baik saja. Hal ini karena pada dasarnya manusia merupakan makhluk yang adaptif atau bisa beradaptasi dengan situasi dan kondisi tertentu. Namun, ada pula orang-orang tertentu yang memiliki kerentanan sehingga akan merasa lebih kesepian, tidak berdaya, atau frustrasi. Jika bicara dalam konteks mudik, masalah yang mungkin timbul ialah kesepian (loneliness).

"Loneliness ini bukanlah gangguan jiwa. Ini merupakan fenomena yang berisiko dan jika terjadi berkepanjangan serta tidak diatasi, maka akan menimbulkan masalah kejiwaan yang lebih berat, seperti gejala depresi atau kecemasan," papar Gina.

Baca Juga: 24 Tenaga Medis RSUD Depok Positif Covid-19

Menurut Gina, kesepian akan menjadi gangguan jiwa jika ada kondisi lainnya yang memengaruhi, seperti kondisi fisik yang tidak fit, kesulitan untuk menyelesaikan masalah, dan bisa juga dipengaruhi lingkungan sosial.

"Pengaruh lingkungan sosial ini misalnya ia tidak punya orang-orang yang dapat dipercaya atau tinggal di lingkungan yang tinggi kekerasannya. Ini akan menjadi stresor atau menambah tekanan sehingga risiko mengalami gangguan semakin besar,” tandas Gina.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

24 Tenaga Medis RSUD Depok Positif Covid-19

24 orang tenaga medis yang terinfeksi Covid-19 ini sudah menjalani dua kali pemeriksaan sejak tanggal 11 Mei 2020.

KESEHATAN | 22 Mei 2020

Tips Menjaga Kesehatan Mental Terkait Larangan Mudik

Kondisi mental atau kejiwaan tidak dapat dipisahkan dengan kemampuan dan kondisi fisik.

KESEHATAN | 22 Mei 2020

Fenomena Homesick Akibat Gagal Mudik

Seseorang yang tidak mudik selain merasa kesepian juga bisa merasakan homesick.

KESEHATAN | 22 Mei 2020

Update Covid-19: Bertambah 634, Kasus Positif Menjadi 20.796

Sedangkan pasien sembuh dari Covid-19 bertambah 219, sehingga total menjadi 5.057 dan pasien meninggal bertambah 48 sehingga total menjadi 1.326.

KESEHATAN | 22 Mei 2020

Puteri Indonesia 2020 Bantu Tenaga Medis Lawan Covid-19

Bantuan yang disalurkan Puteri Indonesia berupa alat pelindung diri (APD) berupa hazmat dan hand sanitizer di Puskesmas Kalimulya-Depok.

KESEHATAN | 22 Mei 2020

Pasien Meninggal Covid-19 Mayoritas Miliki Sakit Ginjal

Covid-19 ini bisa menyebabkan penggumpalan darah pada orang yang mengalami peradangan berat.

KESEHATAN | 22 Mei 2020

80% Pasien Covid-19 Meninggal Sebelum Masuk ICU

Pasien yang ditangani dengan cepat dan sudah berada di ruang ICU dengan ventilator kemungkinan sembuhnya lebih besar.

KESEHATAN | 21 Mei 2020

Covid-19 Bisa Sebabkan Serangan Jantung Mendadak

Pada penderita penyakit jantung, setelah terinfeksi Covid-19 akan terjadi peradangan pada hampir seluruh tubuh. Salah satunya di pembuluh darah.

KESEHATAN | 21 Mei 2020

Atas Nama Keadilan, Pemerintah Hapus Semua Kelas JKN-KIS Mulai Tahun Depan

Kelas standar dalam pelayanan JKN-KIS sebetulnya adalah perintah UU Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN), tetapi selama ini tidak dilaksanakan.

KESEHATAN | 21 Mei 2020

RS di Indonesia Miliki Kemampuan Tangani Pasien Asing

Wakil Ketua Komisi IX DPR menilai rumah sakit di Indonesia sudah memiliki kemampuan dan fasilitas yang baik untuk menangani pasien asing.

KESEHATAN | 21 Mei 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS