Logo BeritaSatu

Gagal Mudik Bisa Memicu Gangguan Jiwa?

Jumat, 22 Mei 2020 | 18:08 WIB
Oleh : Indah Handayani / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Mudik merupakan salah satu tradisi yang biasa dilakukan menjelang Hari Raya Idulfitri. Namun, tahun ini mudik dilarang sejak pembatasan sosial berskala besar (PSBB) diberlakukan. Hal ini dilakukan untuk memutus mata rantai penyebaran dan penularan Covid-19. Lantas, apakah tidak mudik ini bisa memengaruhi kondisi jiwa atau psikologis seseorang?

Baca Juga: Fenomena Homesick Akibat Gagal Mudik

Psikiater Gina Anindyati mengatakan, sebenarnya pada setiap periode, ada saja orang-orang yang tidak dapat mudik atau tidak memungkinkan untuk mudik. Bedanya, karena pandemi Covid-19 seperti saat ini, banyak orang diharuskan tetap berada di rumah saja dan tidak mudik untuk mencegah penyebaran dan penularan virus corona.

"Oleh karena itu, jika ditanya apakah ada pengaruh dengan kondisi kejiwaan seseorang, bisa saja ada. Apalagi bagi orang-orang yang menggunakan mudik ini sebagai salah satu kesempatan untuk bertemu dengan keluarga atau orang terdekat. Karena situasi ini tidak memungkinkan atau terpaksa tidak mudik, bisa muncul perasaan sedih, kecewa, penyesalan, atau tidak nyaman. Ini wajar dan manusiawi,” jelas Gina dalam keterangan pers yang diterima Beritasatu.com, di Jakarta, Jumat (22/5/2020).

Baca Juga: Tips Menjaga Kesehatan Mental Terkait Larangan Mudik

Gina menambahkan kebanyakan orang bisa beradaptasi dan melalui kondisi ini dengan baik-baik saja. Hal ini karena pada dasarnya manusia merupakan makhluk yang adaptif atau bisa beradaptasi dengan situasi dan kondisi tertentu. Namun, ada pula orang-orang tertentu yang memiliki kerentanan sehingga akan merasa lebih kesepian, tidak berdaya, atau frustrasi. Jika bicara dalam konteks mudik, masalah yang mungkin timbul ialah kesepian (loneliness).

"Loneliness ini bukanlah gangguan jiwa. Ini merupakan fenomena yang berisiko dan jika terjadi berkepanjangan serta tidak diatasi, maka akan menimbulkan masalah kejiwaan yang lebih berat, seperti gejala depresi atau kecemasan," papar Gina.

Baca Juga: 24 Tenaga Medis RSUD Depok Positif Covid-19

Menurut Gina, kesepian akan menjadi gangguan jiwa jika ada kondisi lainnya yang memengaruhi, seperti kondisi fisik yang tidak fit, kesulitan untuk menyelesaikan masalah, dan bisa juga dipengaruhi lingkungan sosial.

"Pengaruh lingkungan sosial ini misalnya ia tidak punya orang-orang yang dapat dipercaya atau tinggal di lingkungan yang tinggi kekerasannya. Ini akan menjadi stresor atau menambah tekanan sehingga risiko mengalami gangguan semakin besar,” tandas Gina.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Komisi I DPR Pastikan TNI Solid Usai Panglima TNI dan Kasad Hadir Rapat

TB Hasanuddin memastikan TNI solid usai Jenderal TNI Andika Perkasa dan Jenderal TNI Dudung Abdurachman hadir bersama dalam rapat kerja dengan Komisi I.

NEWS | 26 September 2022

Peringati HUT Ke-34, GP Tibta Tabur Bunga di TMP Kalibata

GP Tibta menggelar tabur bunga di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata Jakarta untuk memperingati hari ulang tahun (HUT) ke-34 GP Tibta.

NEWS | 26 September 2022

Mantan Petinggi OPM Imbau Lukas Enembe Patuhi Hukum

Mantan petinggi OPM, Alex Ruyawri Yessi Makabori mengimbau Gubernur Papua Lukas Enembe agar mematuhi proses penegakan hukum di KPK.

NEWS | 26 September 2022

ISESS Belum Lihat Kapolri Bersih-bersih di Tubuh Polri

ISESS belum melihat langkah Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memutasi sejumlah jabatan di lingkungan Polri sebagai upaya bersih-bersih Polri.

NEWS | 26 September 2022

KPK Koordinasi ke IDI untuk Cek Kesehatan Lukas Enembe

KPK berkoordinasi dengan IDI untuk mengungkap kebenaran kondisi kesehatan Gubernur Papua Lukas Enembe.  

NEWS | 26 September 2022

ISESS: Reformasi di Tubuh Polri Perlu Didukung Semua Pihak

Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) menyatakan reformasi di tubuh Polri perlu didukung oleh semua pihak

NEWS | 26 September 2022

Pengamat: Anies Penuhi Janji Sediakan Sarana Transportasi

Pengamat transportasi AKBP (Purn) Budiyanto menyatakan, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memenuhi janjinya yakni menyediakan sarana transportasi

NEWS | 26 September 2022

Kinerja Anies Baswedan Jadi Promosi Para Relawan di Daerah

Kinerja Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan selama 5 tahun menjabat, menjadi promosi para relawan dalam menggalang massa di daerah

NEWS | 26 September 2022

11 Jenderal Dimutasi, Kompolnas: Upaya Bersih-bersih Polri

Kompolnas menyatakan, langkah Kapolri untuk melakukan mutasi di antaranya 11 perwira tinggi (pati) Polri adalah upaya bersih-bersih

NEWS | 26 September 2022

Banjir dan Tanah Longsor Berdampak pada 3.702 Warga di Garut

BNPB melaporkan bencana banjir dana tanah longsor yang terjadi di Garut, Jawa Barat berdampak pada 1.213 keluarga.

NEWS | 26 September 2022


TAG POPULER

# Iran


# Kudeta Tiongkok


# Guru Besar UGM Tergulung Ombak


# Xi Jinping


# Lukas Enembe


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Mantan Petinggi OPM Imbau Lukas Enembe Patuhi Hukum

Mantan Petinggi OPM Imbau Lukas Enembe Patuhi Hukum

NEWS | 3 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings