Percepat Pengujian Covid-19, BPOM Operasikan Lima Laboratorium

Percepat Pengujian Covid-19, BPOM Operasikan Lima Laboratorium
Petugas medis melakukan tes cepat atau rapid test pada warga Rw 09 Kebon Kacang, Tanah Abang, Jakarta, Rabu, 13 Mei 2020. ( Foto: Beritasatu Photo / Ruht Semiono )
Dina Manafe / IDS Jumat, 22 Mei 2020 | 19:09 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) resmi mengoperasikan lima laboratorium untuk mendukung pemerintah dalam mempercepat pengujian Covid-19. Kelima aboratorium ini melakukan uji spesimen menggunakan metode polymerase chain reaction (PCR) dengan kapasitas 920 spesimen per hari. Langkah BPOM ini mendapat apresiasi dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Doni Monardo mengatakan, laboratorium biohazard BPOM yang memiliki kapasitas bio safety level (BSL) 2 plus ini diharapkan dapat menjamin keamanan dan keselamatan personel yang melakukan pengujian.

“Kami menghaturkan terima kasih kepada Badan POM yang telah berpartisipasi dalam percepatan pengujian spesimen Covid-19,” kata Doni dalam keterangan tertulis yang diterima SP, Jumat (22/5/2020).

Doni berharap, penambahan tempat pengujian laboratorium ini bisa terus bekerja secara efektif, produktif, dan dapat meningkat setiap harinya. Doni optimistis bila pengujian spesimen dilakukan secara terus menerus ditambah dengan masyarakat mematuhi protokol kesehatan, maka pandemi Covid-19 bisa secepatnya berlalu.

Kepala BPOM, Penny Kusumastuti Lukito mengatakan, upaya preventif menjadi langkah yang sangat penting dilakukan, mengingat hingga saat ini belum ditemukan terapi yang secara spesifik dapat mengobati Covid-19. Salah satunya melalui pengujian laboratorium terhadap spesimen Covid-19 menggunakan PCR dengan memanfaatkan metode amplifikasi DNA virus SARS CoV-2 yang merupakan penyebab Covid-19. Semakin banyak kasus yang ditemukan, semakin cepat pula penangananya, sehingga diharapkan bisa memutus rantai penularan.

“Ketepatan dan kecepatan hasil uji yang valid sangat diperlukan. Semakin cepat hasil uji spesimen Covid-19, semakin cepat penanganan yang tepat dapat dilakukan,” kata Penny.

Adapun lima laboratorium tersebut terdiri dari laboratorium di Pusat Pengembangan Pengujian Obat dan Makanan Nasional (PPPOMN) dan laboratorium di empat Balai Besar/Balai POM di Gorontalo, Makassar, Jayapura, dan Ambon. Lima lab ini memiliki kapasitas pengujian sebanyak 920 spesimen per hari.

Perinciannya, lab PPPOMN 300 spesimen per hari, Balai POM Gorontalo 200 spesimen per hari, Makassar 150 spesimen per hari, Ambon 180 spesimen per hari, dan Jayapura 90 spesimen per hari.

Lab-lab ini memiliki peralatan real time PCR (RT-PCR), sehingga dapat ditingkatkan kapasitasnya untuk melakukan pengujian Covid-19. Hingga 19 Mei 2020, PPPOMN telah melakukan pengujian terhadap 1.065 spesimen. Sedangkan Balai POM di Gorontalo sudah melakukan pengujian terhadap 777 spesimen, di Jayapura 41 spesimen, di Ambon 153 spesimen, dan di Makassar hingga 18 Mei sebanyak 19 spesimen.

Lab PPPOMN tidak hanya dipakai untuk pengujian Covid-19, tetapi juga untuk pengujian produk lain, seperti obat, produk biologi yang bersifat karsiogenik, mutagenik, dan teratogenik dengan fasilitas khusus. Selain itu, lab ini juga melakukan pengujian bioterorisme.



Sumber: BeritaSatu.com