Kelas JKN-KIS Dihapus, Seluruh Peserta Dapat Layanan Standar Kelas 2
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 513.144 (-1.14)   |   COMPOSITE 6258.75 (-10.28)   |   DBX 1361.34 (-0.65)   |   I-GRADE 179.18 (-0.62)   |   IDX30 502.509 (-1.33)   |   IDX80 134.874 (0.02)   |   IDXBUMN20 393.542 (-2.05)   |   IDXESGL 138.721 (0.08)   |   IDXG30 140.869 (-0.28)   |   IDXHIDIV20 444.908 (-0.07)   |   IDXQ30 144.657 (-0.05)   |   IDXSMC-COM 296.3 (0.74)   |   IDXSMC-LIQ 351.212 (3.56)   |   IDXV30 132.413 (1.76)   |   INFOBANK15 1051.36 (-9.47)   |   Investor33 433.839 (-1.51)   |   ISSI 179.41 (0.06)   |   JII 608.801 (0.64)   |   JII70 214.954 (0.38)   |   KOMPAS100 1205.85 (-1.58)   |   LQ45 941.363 (-1.13)   |   MBX 1692.14 (-3.13)   |   MNC36 321.868 (-1.1)   |   PEFINDO25 321.871 (0)   |   SMInfra18 304.318 (3.57)   |   SRI-KEHATI 368.746 (-1.3)   |  

Kelas JKN-KIS Dihapus, Seluruh Peserta Dapat Layanan Standar Kelas 2

Jumat, 22 Mei 2020 | 22:54 WIB
Oleh : Dina Manafe / IDS

Jakarta, Beritasatu.com - Mulai 2021 pemerintah akan memberlakukan kelas standar untuk perawatan rawat inap bagi peserta JKN-KIS. Dengan demikian, ke depan tidak ada lagi sistem kelas perawatan di rumah sakit (RS) untuk seluruh segmen peserta. Demikian pula peserta mandiri kelas 1, 2 dan 3 akan dihapus. Jika dikonversi ke kelas perawatan sekarang, maka kelas standar tersebut diperkirakan sama dengan kelas 2.

Pakar jaminan sosial yang juga anggota Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) periode 2014-2019, Achmad Ansori mengatakan, sebetulnya kriteria standar sudah disusun sejak anggota DJSN periode sebelumnya dan telah rampung pada awal 2019. Bahkan dokumennya sudah diserahkan kepada pemerintah.

Kriteria kelas standar ini diajukan berdasarkan kajian mendalam. Dari kajian tersebut, secara kriteria jika dikonversi ke kelas pelayanan sekarang, maka kelas standar ini setara dengan kelas 2.

“Dari kajian kami sebetulnya tidak ada kaitannya antara kelas 1, kelas 2 dan kelas 3. Namun kalau kita dekatkan mirip dengan kelas 2 saat ini,” kata Ansori kepada SP, Jumat (22/5/2020) malam.

Menurut Ansori, kriteria kelas standar ini mempertimbangkan banyak hal. Mulai dari kebutuhan ruangan hingga kenyamanan. Jika setara dengan kelas 2, maka kelas standar tersebut memiliki kriteria seperti maksimal 4 kasur di dalam satu ruangan, menggunakan pendingin ruangan (AC), dan mendapatkan kunjungan dokter minimal dua kali sehari.

Ia menjelaskan, penerapan kelas standar akan berpengaruh kepada besaran iuran peserta dan juga tarif Ina CBGs yang dibayar oleh BPJS Kesehatan. Karena peserta akan mendapat pelayanan yang sama di kelas standar, bukan berarti besaran iuran yang dibayar peserta ke BPJS Kesehatan juga sama untuk semua segmen.

Dari hasil kajian pada 2019 itu juga ditemukan bahwa ketika kelas standar diterapkan, maka RS harus menyesuaikan. Penyesuaian ini dengan dua pendekatan, yaitu melakukan perubahan secara fisik menyamai kelas standar atau berubah pelan pelan.

“RS juga tidak bisa dipaksa untuk mengubah semua, kecuali kalau peserta JKN-KIS nanti sudah 100%. Maka, RS tentu tidak punya banyak pilihan,” kata Ansori.

Perintah UU
Diketahui, konsep kelas standar ini tengah dimatangkan oleh DJSN dan melibatkan semua pihak terkait, seperti Kementerian Kesehatan, Kementerian Keuangan, BPJS Kesehatan, organisasi profesi dokter, dan rumah sakit.

Anggota DJSN, Paulus Agung Pambudhi menjelaskan, kelas standar dalam pelayanan JKN-KIS sebetulnya adalah perintah UU Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN), tetapi selama ini tidak dilaksanakan. Kelas standar adalah satu kelas atau atau tipe pelayanan yang sama untuk seluruh peserta JKN-KIS. Tidak ada lagi kelas-kelas dalam pelayanan di RS, seperti kelas 1, kelas 2, kelas 3 atau VIP.

“Kalau nanti sudah ditetapkan kelas standar, tidak ada lagi kelas I,2 dan 3. Karena ini perintah UU, maka seharusnya berlaku untuk semua segmen, tidak untuk segmen tertentu,” kata Agung.

Menurut Agung, sampai saat ini masih dalam pembahasan intensif dan kajian mendalam oleh tim. Sejauh ini ada sejumlah opsi atau skenario untuk kelas standar ini. Dua di antaranya, yaitu akan ada dua kelas perawatan yaitu kelas A dan kelas B atau kelas PBI dan non-PBI. Opsi kedua adalah satu kelas atau tipe pelayanan.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Percepat Pengujian Covid-19, BPOM Operasikan Lima Laboratorium

Kelima laboratorium ini melakukan uji spesimen menggunakan metode polymerase chain reaction (PCR) dengan kapasitas 920 spesimen per hari.

KESEHATAN | 22 Mei 2020

Asupan Camilan Jadikan Anak Happy Selama Pandemi Covid-19

Memilih camilan untuk dinikmati bersama dapat menjadi momen tersendiri dalam membangun kedekatan emosional dan psikologis.

KESEHATAN | 22 Mei 2020

First Media Donasi 4.500 APD ke-12 RS Rujukan Covid-19

First Media ingin berkontribusi dan membantu pemerintah serta masyarakat dalam mendukung kinerja tenaga kesehatan dan petugas rumah sakit dalam tangani Covid-19

KESEHATAN | 22 Mei 2020

Jelang Idulfitri, Kasus Covid-19 di Tangerang Raya Bertambah 42 Orang

42 kasus baru Covid-19 itu terdiri dari 34 pasien berasal dari Kota Tangsel, 5 pasien dari Kota Tangerang dan 3 pasien dari Kabupaten Tangerang

KESEHATAN | 22 Mei 2020

Gagal Mudik Bisa Memicu Gangguan Jiwa?

Situasi tidak memungkinkan untuk mudik, bisa muncul perasaan sedih, kecewa, penyesalan, atau tidak nyaman.

KESEHATAN | 22 Mei 2020

24 Tenaga Medis RSUD Depok Positif Covid-19

24 orang tenaga medis yang terinfeksi Covid-19 ini sudah menjalani dua kali pemeriksaan sejak tanggal 11 Mei 2020.

KESEHATAN | 22 Mei 2020

Tips Menjaga Kesehatan Mental Terkait Larangan Mudik

Kondisi mental atau kejiwaan tidak dapat dipisahkan dengan kemampuan dan kondisi fisik.

KESEHATAN | 22 Mei 2020

Fenomena Homesick Akibat Gagal Mudik

Seseorang yang tidak mudik selain merasa kesepian juga bisa merasakan homesick.

KESEHATAN | 22 Mei 2020

Update Covid-19: Bertambah 634, Kasus Positif Menjadi 20.796

Sedangkan pasien sembuh dari Covid-19 bertambah 219, sehingga total menjadi 5.057 dan pasien meninggal bertambah 48 sehingga total menjadi 1.326.

KESEHATAN | 22 Mei 2020

Puteri Indonesia 2020 Bantu Tenaga Medis Lawan Covid-19

Bantuan yang disalurkan Puteri Indonesia berupa alat pelindung diri (APD) berupa hazmat dan hand sanitizer di Puskesmas Kalimulya-Depok.

KESEHATAN | 22 Mei 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS