Waspadai Ancaman DBD di Tengah Pandemi Covid-19

Waspadai Ancaman DBD di Tengah Pandemi Covid-19
Ilustrasi Pengasapan Pencegahan DBD (Foto: Suara Pembaruan / Ruht Semiono)
Feriawan Hidayat / FER Jumat, 22 Mei 2020 | 23:41 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pandemi virus corona atau Covid-19 telah menyerang 215 negara di dunia dan dinyatakan sebagai public health emergency oleh organisasi kesehatan dunia (WHO).

Baca Juga: Hidup New Normal Terikat Persyaratan Ketat

Di Indonesia sendiri hingga 18 Mei 2020, sebanyak 18.010 orang dinyatakan positif Covid-19. Selain itu, berbagai upaya dilakukan oleh pemerintah Indonesia demi memutus rantai penyebaran Covid-19, diantaranya melalui serangkaian riset untuk menemukan antivirus corona berbasis tanaman Atsiri (eucalyptus).

Terkait hal tersebut, pada tanggal 18 Mei 2020 telah ditanda tangani memorandum of understanding (MoU) kerja sama antara Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Kementerian Pertanian (Kemtan) dengan PT Eagle Indo Pharma (Cap Lang) untuk mematenkan 3 produk antivirus corona.

Kandungan Cineol-1,8 dalam eucalyptus dipercaya efektif sebagai antivirus corona. Cineol-1,8 ini tidak hanya terkandung pada tanaman eucalyptus saja, namun pada tanaman kayu putih juga terkandung senyawa Cineol-1,8.

Ancaman DBD

Selain upaya melalui riset untuk menciptakan antivirus corona, sejak 15 Maret 2020 pemerintah meliburkan sekolah-sekolah dan menganjurkan masyarakat untuk melakukan pekerjaan maupun aktivitasnya #dirumahaja.

Selama beraktivitas di rumah saja atau work from home (WFH), ternyata ada penyakit lain yang mengintai. Salah satu penyakit yang perlu diwaspadai selama beraktivitas di rumah saja adalah demam berdarah dengue (DBD) yang bisa menyerang buah hati dan orang tercinta dari rumah.

Baca Juga: Berantas Sarang Nyamuk di Tengah Pandemi Covid-19

"Berdasarkan penelitian, nyamuk demam berdarah ini senang menghabiskan hidupnya di dalam atau sekitar rumah,” ujar Brand Manager dari Telon Lang Plus, Ratu Anggi, dalam keterangan pers yang diterima Beritasatu.com, Jumat (22/5/2020).

Karena diperantarai oleh nyamuk, lanjut Ratu Anggi, maka demam berdarah dengue tidak bisa menular dari orang ke orang secara langsung seperti halnya penyakit flu.

"Hal ini patut diwaspadai jika bayi dan balita mengalami gejala seperti demam tinggi, bintik atau ruam merah pada kulit, batuk-batuk, badan lemas, mual, kurang nafsu makan, nyeri punggung dan sakit kepala,” jelasnya.

Untuk mengurangi risiko terjangkitnya penyakit, orang tua diharapkan lebih mengetahui tentang penyebaran DBD dan cara-cara pencegahannya yaitu dengan menjaga kebersihan lingkungan rumah dengan gerakan 3M Plus yaitu menguras, menutup, mengubur dan memberikan perlindungan yang dapat menghindarkan bayi kita dari gigitan nyamuk demam berdarah.

Baca Juga: Selain Virus Corona, Penyakit DBD Juga Patut Diwaspadai

Ratu Anggi mengatakan, salah satu produk andalan Cap Lang adalah Telon Lang Plus, mampu menjadi solusi tepat dan lengkap para Ibu untuk melindungi buah hatinya di tengah pandemi Covid-19 dan wabah DBD seperti saat ini.

"Produk ini selain memiliki kandungan utama oleum cajuputi (minyak kayu putih) yang cineol-1,8 nya telah terbukti ampuh sebagai antivirus corona, juga terdapat kandungan natural rhodinol yang teruji ampuh dapat menghindarkan bayi dari gigitan nyamuk aedes aegypti,” tandas Ratu Anggi.

Ratu Anggi menambahkan, balurkan Telon Lang Plus dari Cap Lang pada bagian perut, dada, punggung, lengan serta kaki bayi setelah mandi atau pada saat dibutuhkan, untuk memberikan kehangatan dan perlindungan dari gigitan nyamuk selama 10 Jam.

“Untuk menjaga si kecil dari bahaya Covid-19, bunda hanya perlu mengikuti langkah berikut. Siapkan baskom berisi air hangat, campur air tersebut dengan beberapa tetes Telon Lang Plus dari Cap Lang. Kemudian, dekatkan bayi dengan baskom tersebut agar dapat menghirup uap dari air hangat tersebut. Bayi diposisikan tengkurap sambil menepuk-nepuk punggung,” pungkasnya.



Sumber: BeritaSatu.com