Soal Kepmenkes Aturan Bekerja, Ini Sikap Politikus PAN dan PKB
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Soal Kepmenkes Aturan Bekerja, Ini Sikap Politikus PAN dan PKB

Senin, 25 Mei 2020 | 18:17 WIB
Oleh : Markus Junianto Sihaloho / WBP

Jakarta, Beritasatu.com - Dua legislator dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Komisi IX DPR memberi tanggapan atas substansi Keputusan Menteri Kesehatan nomor HK.01.07/MENKES/328/2020 tentang Panduan Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 di Tempat Kerja Perkantoran dan Industri.

Satu menilai agak negatif karena secara substansial tidak ada yang baru. Sementara lainnya memahami alasan dampak perekonomian bila masyarakat tak dilonggarkan.

Saleh Partaonan Daulay dari Fraksi PAN menilai tidak ada sesuatu yang baru dalam Keputusan Menteri Kesehatan itu. Apa yang termaktub di dalam keputusan itu adalah hal biasa karena sudah diterapkan di masyarakat.

“Tanpa ada keputusan itu, hal-hal yang diatur itu sudah diketahui banyak orang. Apalagi perusahan dan industri. Bahkan sebagian besar telah melaksanakan apa yang ada dalam keputusan itu," kata Saleh, Senin (25/5/2020).

Dia menjelaskan, ada lima poin penting yang diatur dalam ketentuan itu yaitu pengukuran suhu ketika masuk kerja, yang sebenarnya sudah banyak dilakukan di tempat kerja.

"Masalahnya, apakah ada jaminan bahwa pengukuran suhu itu akan aman bagi semua karyawan. Sebab, pada faktanya ada orang tanpa gejala yang justru positif corona," kata Saleh.

Kedua, perusahaan tidak menerapkan lembur kerja. Aturan ini diharapkan mengurangi physical distancing. Tetapi harus disadari bahwa jika semua sudah dibolehkan bekerja, physical distancing sulit dikontrol.

"Anehnya, pada aturan ketiga, ketentuan ini dilonggarkan dengan memungkinkan adanya lembur kerja dalam 3 shift. Namun untuk aturan 3 shift tersebut hanya berlaku bagi yang usianya di bawah 50 tahun," kata Saleh.

Ketentuan ketiga ini aneh karena berdasarkan data Gugus Tugas, mereka yang positif corona di bawah 50 tahun lebih 47 persen. Artinya, pembedaan usia layak lembur seperti ini sangat tidak tepat.

Keempat, karyawan diwajibkan memakai masker sejak dari rumah dan selama bekerja. Menurut Saleh, aturan ini sudah banyak dikerjakan.
Masalahnya, pemakaian masker ini belum dapat dijadikan jaminan bahwa penyebaran Covid-19 berhenti. Dasar pemakaian masker ini belum jelas landasannya.

“Ingat kan dulu waktu di awal-awal. Menteri Kesehatan malah menyebut bahwa masker hanya bagi orang sakit. Orang sehat tidak perlu. Sekarang, malah semua orang diminta memakai. Kalau begini, rujukannya kan tidak jelas," kata Saleh.

Kelima, perusahaan diminta menjaga nutrisi karyawan dengan menyediakan vitamin C. Saleh mengkritik karena tak ada satu pun penelitian yang menjamin vitamin C dapat mencegah seseorang tak terjangkit corona.

"Dari uraian di atas, saya menilai bahwa keputusan Menteri Kesehatan tersebut tidak membawa perubahan baru. Kalau aturan itu dianggap sebagai bagian dari penerapan new normal, kelihatannya tidak tepat," kata dia.

Baginya, aturan itu justru menjadi alasan bagi masyarakat untuk melonggarkan sendiri aturan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

“Konsekuensinya, jalanan akan ramai kembali. Pasar-pasar, mal, industri, perkantoran, dan tempat kerja lainnya dipastikan akan ramai. Saya menilai, ini masih rawan. Apalagi faktanya, virus Covid-19 belum bisa diputus mata rantai penyebarannya," pungkasnya.

Dia mengimbau masyarakag tak buru-buru senang dengan keluarnya aturan tersebut. "Tetap berhati-hati. Perang melawan corona belum usai. Tidak hanya di negara kita, di negara lain pun sama," ujarnya.

Wakil Ketua Komisi IX dari Fraksi PKB, Nihayatul Wafiroh, menyatakan keluarnya Keputusan Menkes itu membuktikan bahwa salah satu maslaah terbesar Indonesia adalah negara belum mampu menopang 100 persen perekonomian.

Jadi jika Indonesia benar-benar melakukan PSBB secara total, termasuk menerapkan kerja dan sekolah dari rumah, perekonomian akan terganggu. Negara pun wajib menyediakan kebutuhan ekonomi itu. Padahal kemampuan anggaran negara terbatas.

"Mungkin pemerintah berpikir bahwa inilah saatnya untuk melakukan toleransi. Di satu sisi kita tetap waspada, kita tetap melakukan protokol Covid-19, tapi satu sisi roda perekonomian juga tidak mati 100 persen," kata Nihayatul.

Dia mengaku belum tahu apakah peraturan itu sudah dalam kajian yang cukup matang atau tidak.

"Walaupun begitu, saya mencoba yakin bahwa ini sudah ada kajiannya. Kita berharap peraturan ini tidak seperti peraturan-peraturan sebelumnya yang satu tumpang tindih, yang kedua terkesan sering berubah-ubah," kata Nihayatul.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Pemerintah Siapkan 5 Langkah Hadapi Potensi Gelombang Ketiga Covid-19

Pemerintah telah menyiapkan lima langkah untuk menghadapi potensi gelombang ketiga Covid-19 di Tanah Air yang diprediksi terjadi di akhir tahun 2021

KESEHATAN | 17 Oktober 2021

Satgas: Waspadai Potensi Penularan Covid-19

Wiku Adisasmito meminta kewaspadaan terhadap potensi penularan Covid-19 harus selalu dijaga

KESEHATAN | 17 Oktober 2021

Ingatkan Pandemi Covid-19, Zubairi Djoerban: Kita Mudah Lupa

Prof Zubairi Djoerban mengingatkan masyarakat untuk tidak lupa dengan situasi dan kondisi di awal pandemi Covid-19

KESEHATAN | 17 Oktober 2021

Update Covid-19: Menurun Drastis, Kematian Hari Ini 19 Jiwa

Kasus kematian pada hari ini menurun drastis sebanyak 19 jiwa dibandingkan kemarin sejumlah 44 pasien.

KESEHATAN | 17 Oktober 2021

Preskom Siloam John Riady: Setelah Pandemi Banyak Pasien Tak Lagi Berobat ke Luar Negeri

Preskom Siloam John Riady menyatakan setelah pandemi Covid-19 banyak pasien Indonesia tak lagi berobat ke luar negeri.

KESEHATAN | 17 Oktober 2021

Penuhi Kebutuhan Nutrisi Anak di Masa Pandemi Covid-19

Orang tua harus memantau pertumbuhan anak dengan melakukan pengukuran tinggi dan berat badan secara berkala.

KESEHATAN | 16 Oktober 2021

Gandeng Pertamina Retail, Antis Edukasi Pengendara Jaga Protokol Kesehatan

Hand sanitizer, Antis menggandeng PT Pertamina Retail mengedukasi pengendara agar menjaga protokol kesehatan.

KESEHATAN | 16 Oktober 2021

Update Covid-19: Hari ini 47 Meninggal

Tren penanganan Covid-19 terus membaik dengan indikator, antara lain, positivity rate tetap bertahan di bawah 1%

KESEHATAN | 16 Oktober 2021

Sentra Vaksinasi Prudential Dukung Percepatan Vaksinasi Nasional

Setelah enam bulan beroperasi, sentra vaksinasi Prudential Indonesia telah memberikan lebih dari 41.000 dosis vaksin kepada lebih dari 22.000 warga.

KESEHATAN | 16 Oktober 2021

220 Pasien Covid-19 Dirawat di Wisma Atlet Kemayoran

Data per hari ini, Sabtu (16/10/2021) pasien yang dirawat di RSDC Wisma Atlet Kemayoran bertambah 8 orang dari hari sebelumnya sehingga menjadi 220.

KESEHATAN | 16 Oktober 2021


TAG POPULER

# Kasus Covid-19


# Piala Thomas


# Kereta Cepat


# Merah Putih


# Formula E



TERKINI
2021, Emisi Karbon dari Negara Kaya Meningkat Pesat

2021, Emisi Karbon dari Negara Kaya Meningkat Pesat

DUNIA | 6 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings