Soal Kepmenkes Aturan Bekerja, Ini Sikap Politikus PAN dan PKB
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 526.593 (-2.12)   |   COMPOSITE 6140.17 (-31)   |   DBX 1202.23 (-7.34)   |   I-GRADE 182.055 (-0.59)   |   IDX30 520.23 (-3.14)   |   IDX80 139.249 (-0.62)   |   IDXBUMN20 408.872 (-1.63)   |   IDXESGL 143.85 (-0.25)   |   IDXG30 142.18 (0.09)   |   IDXHIDIV20 459.051 (-3.03)   |   IDXQ30 148.957 (-0.6)   |   IDXSMC-COM 277.162 (-0.91)   |   IDXSMC-LIQ 347.622 (-0.6)   |   IDXV30 138.219 (-0.5)   |   INFOBANK15 1055.23 (-7.44)   |   Investor33 446.478 (-2.09)   |   ISSI 180.128 (-0.71)   |   JII 636.549 (-4.61)   |   JII70 222.134 (-1.32)   |   KOMPAS100 1238.45 (-7.28)   |   LQ45 966.883 (-3.74)   |   MBX 1689.51 (-8.25)   |   MNC36 329.297 (-2.07)   |   PEFINDO25 325.3 (-0.25)   |   SMInfra18 310.992 (2.08)   |   SRI-KEHATI 381.519 (-2.14)   |  

Soal Kepmenkes Aturan Bekerja, Ini Sikap Politikus PAN dan PKB

Senin, 25 Mei 2020 | 18:17 WIB
Oleh : Markus Junianto Sihaloho / WBP

Jakarta, Beritasatu.com - Dua legislator dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Komisi IX DPR memberi tanggapan atas substansi Keputusan Menteri Kesehatan nomor HK.01.07/MENKES/328/2020 tentang Panduan Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 di Tempat Kerja Perkantoran dan Industri.

Satu menilai agak negatif karena secara substansial tidak ada yang baru. Sementara lainnya memahami alasan dampak perekonomian bila masyarakat tak dilonggarkan.

Saleh Partaonan Daulay dari Fraksi PAN menilai tidak ada sesuatu yang baru dalam Keputusan Menteri Kesehatan itu. Apa yang termaktub di dalam keputusan itu adalah hal biasa karena sudah diterapkan di masyarakat.

“Tanpa ada keputusan itu, hal-hal yang diatur itu sudah diketahui banyak orang. Apalagi perusahan dan industri. Bahkan sebagian besar telah melaksanakan apa yang ada dalam keputusan itu," kata Saleh, Senin (25/5/2020).

Dia menjelaskan, ada lima poin penting yang diatur dalam ketentuan itu yaitu pengukuran suhu ketika masuk kerja, yang sebenarnya sudah banyak dilakukan di tempat kerja.

"Masalahnya, apakah ada jaminan bahwa pengukuran suhu itu akan aman bagi semua karyawan. Sebab, pada faktanya ada orang tanpa gejala yang justru positif corona," kata Saleh.

Kedua, perusahaan tidak menerapkan lembur kerja. Aturan ini diharapkan mengurangi physical distancing. Tetapi harus disadari bahwa jika semua sudah dibolehkan bekerja, physical distancing sulit dikontrol.

"Anehnya, pada aturan ketiga, ketentuan ini dilonggarkan dengan memungkinkan adanya lembur kerja dalam 3 shift. Namun untuk aturan 3 shift tersebut hanya berlaku bagi yang usianya di bawah 50 tahun," kata Saleh.

Ketentuan ketiga ini aneh karena berdasarkan data Gugus Tugas, mereka yang positif corona di bawah 50 tahun lebih 47 persen. Artinya, pembedaan usia layak lembur seperti ini sangat tidak tepat.

Keempat, karyawan diwajibkan memakai masker sejak dari rumah dan selama bekerja. Menurut Saleh, aturan ini sudah banyak dikerjakan.
Masalahnya, pemakaian masker ini belum dapat dijadikan jaminan bahwa penyebaran Covid-19 berhenti. Dasar pemakaian masker ini belum jelas landasannya.

“Ingat kan dulu waktu di awal-awal. Menteri Kesehatan malah menyebut bahwa masker hanya bagi orang sakit. Orang sehat tidak perlu. Sekarang, malah semua orang diminta memakai. Kalau begini, rujukannya kan tidak jelas," kata Saleh.

Kelima, perusahaan diminta menjaga nutrisi karyawan dengan menyediakan vitamin C. Saleh mengkritik karena tak ada satu pun penelitian yang menjamin vitamin C dapat mencegah seseorang tak terjangkit corona.

"Dari uraian di atas, saya menilai bahwa keputusan Menteri Kesehatan tersebut tidak membawa perubahan baru. Kalau aturan itu dianggap sebagai bagian dari penerapan new normal, kelihatannya tidak tepat," kata dia.

Baginya, aturan itu justru menjadi alasan bagi masyarakat untuk melonggarkan sendiri aturan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

“Konsekuensinya, jalanan akan ramai kembali. Pasar-pasar, mal, industri, perkantoran, dan tempat kerja lainnya dipastikan akan ramai. Saya menilai, ini masih rawan. Apalagi faktanya, virus Covid-19 belum bisa diputus mata rantai penyebarannya," pungkasnya.

Dia mengimbau masyarakag tak buru-buru senang dengan keluarnya aturan tersebut. "Tetap berhati-hati. Perang melawan corona belum usai. Tidak hanya di negara kita, di negara lain pun sama," ujarnya.

Wakil Ketua Komisi IX dari Fraksi PKB, Nihayatul Wafiroh, menyatakan keluarnya Keputusan Menkes itu membuktikan bahwa salah satu maslaah terbesar Indonesia adalah negara belum mampu menopang 100 persen perekonomian.

Jadi jika Indonesia benar-benar melakukan PSBB secara total, termasuk menerapkan kerja dan sekolah dari rumah, perekonomian akan terganggu. Negara pun wajib menyediakan kebutuhan ekonomi itu. Padahal kemampuan anggaran negara terbatas.

"Mungkin pemerintah berpikir bahwa inilah saatnya untuk melakukan toleransi. Di satu sisi kita tetap waspada, kita tetap melakukan protokol Covid-19, tapi satu sisi roda perekonomian juga tidak mati 100 persen," kata Nihayatul.

Dia mengaku belum tahu apakah peraturan itu sudah dalam kajian yang cukup matang atau tidak.

"Walaupun begitu, saya mencoba yakin bahwa ini sudah ada kajiannya. Kita berharap peraturan ini tidak seperti peraturan-peraturan sebelumnya yang satu tumpang tindih, yang kedua terkesan sering berubah-ubah," kata Nihayatul.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Pakar: Tanpa Lockdown, Puncak Covid-19 Sulit Diprediksi

Indonesia tidak menerapkan lockdown sehingga pengukuran puncak kasus sulit dilakukan.

KESEHATAN | 25 Mei 2020

MPR Dorong Kedaulatan Nasional di Bidang Kesehatan

Wakil Ketua MPR Ahmad Basarah mendorong pemerintah menyiapkan peta jalan untuk membangun kedaulatan nasional di bidang kesehatan.

KESEHATAN | 25 Mei 2020

Hadapi Covid-19, Gugus Tugas: Seluruh Dunia Terapkan New Normal

Diperlukan paradigma normal baru guna menghadapi pandemi Covid-19 di seluruh dunia.

KESEHATAN | 24 Mei 2020

Ini Panduan Lengkap Kerja Era New Normal dari Kementerian Kesehatan

Kementerian Kesehatan mengeluarkan panduan pencegahan dan pengendalian Covid-19 di tempat kerja perkantoran dan industri dalam kondisi new normal.

KESEHATAN | 24 Mei 2020

Update Covid-19, Pasien Sembuh Jadi 5.402 Orang

Jumlah pasien Covid-19 yang sembuh meningkat sebanyak 153 orang menjadi total 5.402 orang, Minggu (24/5/2020).

KESEHATAN | 24 Mei 2020

1.792 Pasien Covid-19 Wisma Atlet Dinyatakan Sembuh

Sebanyak 1.792 pasien Covid-19 yang menjalani perawatan di Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta berhasil sembuh.

KESEHATAN | 8 April 2020

Pasien Covid-19 Sembuh Meningkat 192, Total 5.249 Orang

Jumlah pasien Covid-19 yang sembuh meningkat 192 orang atau total menjadi 5.249 orang.

KESEHATAN | 23 Mei 2020

Risiko Kematian Pasien Covid-19 Minum Hydroxychloroquine Lebih Tinggi

Temuan itu dipublikasikan beberapa hari setelah Trump mengatakan telah minum hydroxychloroquine setiap hari.

KESEHATAN | 23 Mei 2020

Waspadai Ancaman DBD di Tengah Pandemi Covid-19

Ancaman demam berdarah dengue (DBD) terus mengintai di tengah pandemi Covid-19.

KESEHATAN | 22 Mei 2020

Masuk Era New Normal, Ingat Selalu Mencuci Tangan

Memasuki era kehidupan New Normal, masyarakat diingatkan selalu mencuci tangan.

KESEHATAN | 22 Mei 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS