Logo BeritaSatu

Tangani Covid-19, Dua Bulan Dokter Anin Tak Bisa Bertemu Buah Hati

Senin, 25 Mei 2020 | 18:37 WIB
Oleh : Bhakti Hariani / YUD

Jakarta, Beritasatu.com - Sudah genap dua bulan, dokter Anindyagari menahan rindu terhadap dua orang buah hatinya. Anin, sapaan akrabnya hanya bisa memuaskan kerinduan pada kedua anaknya melalui video call.

Ya, sudah dua bulan dokter Anin bertugas di garda terdepan merawat pasien Covid-19 di rumah sakit rujukan Covid-19 yakni Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Depok.

Selama dua bulan terakhir, Anin menitipkan dua orang anaknya kepada ibunya yang tinggal di Bandung, Jawa Barat.

"Kebetulan di rumah sedang tidak ada Asisten Rumah Tangga (ART). Biasanya saya dan suami saya yang juga dokter bergantian menjaga anak dengan cara dibawa ke tempat kerja. Tapi karena sekarang rumah sakit pun sudah tidak aman dari penularan maka kami memutuskan untuk menitipkan anak kami di rumah Ibu saya," tutur Anin kepada SP, Senin (25/5/2020) di Depok, Jawa Barat.

Sebagai dokter umum, dokter Anin bertugas ditempatkan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) Covid-19 dan rawat inap Covid-19.

"Kalau di IGD, kami "menyambut" pasien baik yang sudah dinyatakan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) rujukan dari Rumah Sakit (RS) lain atau skrining pasien yang baru datang mandiri. Setelah diperiksa lalu periksa penunjang, baru dikonsulkan ke dokter spesialis," papar Anin.

Sedangkan ketika dirinya bertugas di rawat inap, maka dokter Anin menyambut pasien baru dari IGD yang harus dirawat di isolasi khusus. Bila ada keluhan atau perubahan kondisi pasien maka dia harus melapor ke dokter spesialis.

"Kami bekerja sistem shift pagi 08.00-14.00 siang 14.00-20.00," kata Anin.

Ketika masyarakat makin tak bisa disiplin dan seenaknya sendiri tanpa mengindahkan aturan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) Anin mengaku sangat sedih dan kerap menangis. Dia mengaku sangat jengkel melihat di luaran masih banyak orang yang tak peduli pada aturan PSBB.

"Banyak yang cuek. Enggak pakai masker. Apalagi ketika puasa kemarin, pada ngabuburit bawa anak naik motor dan anaknya nggak dipakaikan masker. Saya rasanya sangat sedih dan juga jengkel. Aturan ini kan demi perlindungan kebaikan kita semua termasuk anak-anak. Jadi anak juga harus dilindungi," tutur alumnus Universitas Maranatha angkatan 2006 ini.

Dokter Anin mengaku ada saat duka dan suka selama menjalani tugasnya di masa pandemi ini. Dirinya akan merasa bahagia saat pasien yang dirawatnya dinyatakan sembuh sehat dan boleh pulang ke rumah.

"Itu pasiennya pasti sampai menangis menyampaikan rasa terima kasihnya kepada kami. Saya sangat terharu," ujar ibu dua anak berusia enam tahun dan 15 bulan ini.

Namun, saat bahagia juga diimbangi dengan rasa sedih selama menangani pasien Covid-19. "Dukanya ya khawatir bawa virus ke keluarga. Lalu harus pisah terpaksa sama anak karena demi melindungi mereka juga. Tambah pilu ketika orang semakin seenaknya tidak mematuhi anjuran pemerintah terkait penanganan Covid-19 ini," kata wanita berstatus dokter Aparatur Sipil Negara (ASN) sejak tahun 2014 ini.

Dikatakan Anin, penyakit Covid-19 ini bukanlah penyakit yang bisa dipandang remeh dan disepelekan. Corona bisa diderita siapa saja dan penyebarannya sangat cepat.

"Walau kita tidak sakit, tapi di badan kita ada virus lalu menulari orang lain, maka apakah tidak zalim? Apalagi bagi mereka yang sengaja keluar rumah untuk hal-hal yang tidak penting. Tidak bisa tertib, maka jangan kaget jika situasi Covid-19 akan semakin lama berakhirnya," papar Anin.

Diungkap ibu dari satu orang putri dan satu orang putra ini, virus Covid-19 yang menyerang pernafasan akan membuat perburukan nafas hingga membuat nafas tersengal.

"Bisa dibantu dengan ventilator. Itu pun kalau ada ventilatornya. Kalau tidak ada maka kami harus cari RS rujukan dan ini sulit sekali. Kalau sudah demikian, kami tak bisa berbuat apa-apa lagi dan menunggu ajal menjemput. Karena biasanya kalau sudah memakai ventilator maka kondisinya sudah tidak sadar dan sangat memburuk," papar Anin.

Di tengah kelelahan dan mulai letihnya Anin dengan banyaknya kasus setiap harinya dan ditambah dengan perilaku orang-orang yang tak bisa berdisiplin menaati PSBB maka Anin sering menangis karena dia merasa lelah dan sangat merindukan anak-anaknya.

"Pengen berhenti rasanya. Supaya bisa seperti ibu-ibu lainnya bisa merawat anak-anak. Saya kadang merasa saya berdosa karena saya seorang ibu tapi saya tak bisa menjaga anak-anak saya," ungkap Anin.

Ketika sedang sangat sedih maka sang suami yang juga seorang dokter, selalu menyemangati, menguatkan, menjaga agar Anin tetap waras.

"Wanita jadi dokter itu boleh dalam Islam. Kita bekerja ikhlas demi kemaslahatan umat maka Insyaallah jadi ladang pahala karena memudahkan muslim lain. Jadi dokter itu berarti kita pilihan Allah sebagai alat ikhtiar orang sakit. Kita tidak boleh egois juga. Tidak boleh berhenti di tengah jalan karena nanti teman kita kekurangan orang," papar Anin.

Anin hanya bisa selalu berdoa dan berdoa agar orangtuanya di Bandung selalu sehat dan demikian pula dengan kedua anaknya.

Kini, Anin juga tengah sedih karena 24 rekannya tengah dirawat karena positif Covid-19 di RSUD Depok. "Mohon doanya agar para tenaga medis di RSUD Depok bisa segera sembuh dan kami bisa kembali aktif bertugas," pungkas Anin.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Data Penerima Vaksin Covid-19 sampai 26 September 2022

Berikut ini Data Penerima Vaksin Covid-19 sampai 26 September 2022 sesuai dengan data dari Kementerian Kesehatan.

NEWS | 26 September 2022

Data Kasus & Kematian Covid-19 di Jakarta, 26 September 2022

Berikut ini Data Kasus & Kematian Covid-19 di Jakarta, 26 September 2022 sesuai dengan data dari Kementerian Kesehatan.

NEWS | 26 September 2022

Data Kasus Aktif Covid-19 Nasional sampai 26 September 2022

Berikut ini Data Kasus Aktif Covid-19 Nasional sampai 26 September 2022 sesuai dengan data dari Kementerian Kesehatan.

NEWS | 27 September 2022

Data Prevalensi Covid-19 di 10 Provinsi, 26 September 2022

Berikut ini Data Prevalensi Covid-19 di 10 Provinsi, 26 September 2022 sesuai dengan data dari Kementerian Kesehatan.

NEWS | 26 September 2022

Data Positivity Rate Covid-19 sampai 26 September 2022

Berikut ini Data Positivity Rate Covid-19 sampai 26 September 2022 sesuai dengan data dari Kementerian Kesehatan.

NEWS | 26 September 2022

Data Kesembuhan Covid-19 di 10 Provinsi, 26 September 2022

Berikut ini Data Kesembuhan Terendah Covid-19 di 10 Provinsi, 26 September 2022 sesuai dengan data dari Kementerian Kesehatan.

NEWS | 26 September 2022

Kasus Positif dan Kematian Covid-19 sampai 26 September 2022

Berikut ini Data Kasus Positif dan Kematian Covid-19 sampai 26 September 2022 sesuai dengan data dari Kementerian Kesehatan.

NEWS | 26 September 2022

Data Kematian Covid-19 di 10 Provinsi, 26 September 2022

Berikut ini Data Kematian Tertinggi Covid-19 di 10 Provinsi, 26 September 2022 sesuai dengan data dari Kementerian Kesehatan.

NEWS | 26 September 2022

Prediksi Puncak Covid-19 Berdasarkan Data, 26 September 2022

Berikut ini Prediksi Puncak Covid-19 Berdasarkan Data, 26 September 2022 sesuai dengan data dari Kementerian Kesehatan.

NEWS | 26 September 2022

Kasus Positif Kumulatif & Suspek Covid-19, 26 September 2022

Berikut ini Data Kasus Positif Kumulatif & Suspek Covid-19, 26 September 2022 sesuai dengan data dari Kementerian Kesehatan.

NEWS | 26 September 2022


TAG POPULER

# Iran


# Kudeta Tiongkok


# Guru Besar UGM Tergulung Ombak


# Xi Jinping


# Lukas Enembe


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Bursa Eropa Turun, Sterling ke Level Terendah Bersejarah

Bursa Eropa Turun, Sterling ke Level Terendah Bersejarah

EKONOMI | 14 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings