Doni Monardo: Belum Diketahui Kapan Covid-19 Berakhir

Doni Monardo: Belum Diketahui Kapan Covid-19 Berakhir
Kepala Gugus Tugas Percepatan Penangangan Covid-19 Letnan Jenderal Doni Monardo. (Foto: Istimewa / BNPB)
Ari Supriyanti Rikin / YUD Senin, 25 Mei 2020 | 19:18 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo meminta, seluruh elemen masyarakat mentaati protokol kesehatan. Menurutnya, Covid-19 belum diketahui kapan akan berakhir.

Beberapa daerah dalam minggu terakhir lanjutnya, menunjukkan grafik positif mengalami penurunan kasus. Tapi ada beberapa daerah yang grafiknya meningkat.

"Saya tegaskan ulang tentang pentingnya kita semua untuk mengikuti ketentuan pemerintah," katanya dalam telekonferensi di Kantor BNPB, Jakarta, Senin (25/5/2020).

Baca juga: Jatim Kembali Tertinggi dalam Pertambahan Kasus Positif Covid-19

Doni menjelaskan, gugus tugas sudah mengeluarkan surat edaran tentang kriteria pembatasan pergerakan orang dalam rangka percepatan penanganan Covid-19. Pemerintah telah memberi ruang bagi masyarakat yang melakukan perjalanan dinas di 11 sektor yang diatur juga bagi masyarakat yang mengalami musibah dan kematian.

Oleh karena itu, setiap orang yang berpergian wajib menunjukkan surat keterangan. Persyaratan yang diikut sertakan dalam surat tersebut yakni keterangan sudah mengikuti tes cepat (rapid test) untuk jangka waktu kedaluwarsa 3 hari atau tes polymerase chain reaction (PCR) untuk jangka waktu kedaluwarsa 7 hari.

Pemeriksaan ini berlaku di semua tempat pemeriksaaan baik itu di bandara, pelabuhan, check point perjalanan dan perjalanan kereta api.

Baca juga: Pakar: Tanpa Lockdown, Puncak Covid-19 Sulit Diprediksi

"Saya imbau masyarakat untuk melakukan pemeriksaan sebelum perjalanan. Jika tidak bisa menunjukkan akan diminta kembali ke tempat semula," ucapnya.

Ia menambahkan, Covid-19 belum akan berakhir, belum dapat kepastian kapan vaksin ditemukan. Sehingga perlu waktu lebih lama. Hal ini menuntut masyarakat untuk beradaptasi dan menaati protokol kesehatan.

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto mengatakan, dalam menghadapi pandemi Covid-19 ini diperlukan stamina sosial, tenggang rasa dan kepedulian yang lebih.

Baca juga: Tangani Covid-19, Dua Bulan Dokter Anin Tak Bisa Bertemu Buah Hati

Masih tingginya, angka penambahan kasus positif Covid-19 lanjutnya, menunjukkan penularan virus masih terus terjadi.

Hingga Senin (25/5) jumlah kasus positif bertambah 479 menjadi 22.750, sembuh bertambah 240 menjadi 5.642 dan meninggal dunia 19 orang menjadi 1.391 orang.

Jumlah spesimen yang diperiksa mencapai 256.946 dengan metode PCR dan tes cepat molekuler.

"Sudah 405 kabupaten/kota di 34 provinsi terdampak. Jumlah orang dalam pemantauan 49.361 dan pasien dalam pengawasan 12.342 orang," katanya.



Sumber: BeritaSatu.com