Lonjakan Kasus Covid-19 Usai Lebaran Diprediksi Bakal Terjadi

Lonjakan Kasus Covid-19 Usai Lebaran Diprediksi Bakal Terjadi
Ilustrasi pasien yang diduga terinfeksi virus "corona". (Foto: Antara)
Dina Manafe / YUD Senin, 25 Mei 2020 | 20:29 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Lonjakan jumlah kasus positif Covid-19 dipastikan terjadi pasca libur lebaran. Karena di berbagai daerah terutama zona merah penyebaran Covid-19 seperti DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Banten, dan Jawa Tengah terjadi kerumunan orang pada hari jelang dan selama libur lebaran. Peningkatan kasus akan terjadi selama masa inkubasi 4-10 hari ke depan.

Baca juga: PSBB Surabaya Raya Diperpanjang

Saat dihubungi SP, Senin (25/5/2020), pakar epidemiologi dari Universitas Indonesia Tri Yunis Miko Wahyono, mengatakan di daerah-daerah dengan jumlah kasus banyak berpotensi terjadi peningkatan kasus karena ketentuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) tidak dilaksanakan dengan baik. Banyak warga tidak patuh pada protokol kesehatan, seperti tidak pakai masker ketika keluar rumah, tidak jaga jarak fisik, dan lain-lain. Jelang lebaran banyak orang berdesakan di pusat perbelanjaan, pasar dan jalan. Pada saat lebaran, tradisi mengunjungi keluarga, kerabat, berkumpul dan bersalaman tetap terjadi.

Baca juga: PSBB III DKI, Anies: Jika 2 Minggu ke Depan Tidak Disiplin, Terpaksa Dilanjutkan

Di tengah kerumunan itu sudah dipastikan terjadi penularan atau transmisi virus. Di daerah dengan jumlah kasus banyak, seperti Jabodetabek, penularan dari orang ke orang sangat cepat. Orang dalam pemantauan (ODP) jumlahnya cukup banyak. Mereka ini sudah kontak dengan pasien positif, tetapi masih menunggu konfirmasi lab positif atau tidak. Yang mengkhawatirkan, sebagian dari mereka sebetulnya sudah terinfeksi virus tetapi tidak sakit atau menunjukkan gejala atau kerap disebut orang tanpa gejala (OTG).

Bahkan menurut Tri, ada yang sudah sakit tetapi ringan, sehingga tidak dirawat di rumah sakit atau isolasi mandiri di rumah tanpa pengawasan ketat. Mereka akan menularkan ke orang sekitarnya melalui droplet atau percikan saat berbicara, batuk dan bersin.

Baca juga: Abaikan PSBB, Pasar Tradisional di Depok Dipadati Pembeli

Mereka yang sudah terinfeksi Covid-19 memiliki kontak rata-rata 20-30 orang lain. Dari mereka yang kontak ini kemungkinan yang akan menjadi positif adalah 2-4 orang. Tren peningkatan kasus akibat dari orang tidak patuh protokol kesehatan selama lebaran ini bisa terlihat pada masa inkubasi antara 3-10 hari ke depan.

Tetapi, menurut Tri, bisa jadi menumpuknya spesimen yang belum dilakukan pengujian laboratorium karena libur lebaran bisa juga menyebabkan jumlah kasus dilaporkan meningkat beberapa hari ke depan.

Dengan kondisi seperti ini, lanjut Tri, prediksi puncak kasus di awal Juli dengan jumlah tertinggi diperkirakan mencapai 32.000 orang, dan kasus melandai di bulan Agustus bakal meleset. Jumlahnya bisa jadi akan lebih tinggi. 



Sumber: BeritaSatu.com