Achmad Yurianto Prediksi Lonjakan Covid-19 Terjadi Pekan Depan

Achmad Yurianto Prediksi Lonjakan Covid-19 Terjadi Pekan Depan
Ilustrasi tes cepat Covid-19. (Foto: Antara / Umarul Faruq)
Dina Manafe / YUD Senin, 25 Mei 2020 | 21:50 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Lonjakan kasus positif virus corona (Covid-19) diperkirakan bakal terjadi pada pekan depan. Hal tersebut diutarakan oleh Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19 Achmad Yurianto, Senin (25/5/2020). 

Yurianto menyatakan bahwa masa inkubasi Severe acute respiratory syndrome coronavirus-2 (SARS-CoV-2) penyebab Covid-19 adalah 1-14 hari. Artinya mulai dari terinfeksi sampai menunjukkan segala selama waktu tersebut. Tetapi di Indonesia rata-rata masa inkubasi adalah 5-6 hari ini. Artinya kasus positif yang dilaporkan hari ini sebetulnya sudah terinfeksi minggu lalu. Ini hampir sama dengan Kota Wuhan di Tiongkok di mana pada awal kasus wabah Covid-19 meningkat dengan rata-rata masa inkubasi 4-5 hari. Dari hitungan masa inkubasi inilah Yurianto memperkirakan penambahan kasus positif meledak di minggu depan.

Baca juga: Lonjakan Kasus Covid-19 Usai Lebaran Diprediksi Bakal Terjadi

“Jadi kalau orang bergerombol atau berkerumun kemarin atau hari ini, maka kita akan lihat meledak kasusnya minggu depan,” kata Yurianto.

Menurut Yurianto, sebetulnya ledakan kasus sudah bisa diprediksi. Karena itulah Gugus Tugas terus mengedukasi dan mengimbau masyarakat untuk tidak berkerumun, selalu pakai masker, jaga jarak, di rumah saja jika tidak ada hal mendesak untuk keluar, selalu cuci tangan, dan lain-lain. Tetapi, fakta di lapangan tidak sesuai harapan.

Baca juga: Pakar: Tanpa Lockdown, Puncak Covid-19 Sulit Diprediksi

Meskipun sudah diberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB), tetapi tidak diikuti dengan kepatuhan masyarakat. Tanpa kesadaran masyarakat terhadap ancaman virus ini, maka penerapan sanksi dalam PSBB sekali pun akan tetap dilanggar.

Yurianto mengatakan, tidak ada hubungan langsung lonjakan kasus dengan menumpuknya pemeriksaan spesimen. Tidak ada pula laboratorium yang kekurangan tenaga karena libur. Pemeriksaan spesimen di laboratorium dengan menggunakan RT PCR maupun tes cepat molekuler (TCM) terus berjalan seperti hari biasanya meski sedang libur lebaran. Rata-rata per hari pemeriksaan PCR dan TCM sebanyak 3.000 sampai 4.000 kasus. Hari ini total kasus yang diperiksa spesimennya sebanyak 183.192 kasus, meningkat dari sebelumnya 179.894 kasus.

Baca juga: Perketat PSBB, Jaksel Tutup 14 Ruas Jalan

Kementerian Kesehatan sempat mengeluarkan kebijakan agar beberapa laboratorium di bawah Kementerian Kesehatan untuk sementara berhenti melakukan pengujian spesimen karena perayaan hari raya Idulfitri. Kebijakan ini lalu dibatalkan, dan pengujian tetap dilaksanakan seperti biasanya selama 24 jam sehari dan 7 hari dalam seminggu.

Menurut dia, ada sejumlah laboratorium rumah sakit yang memang diliburkan saat Lebaran. Ini menyebabkan penumpukan spesimen yang perlu diperiksa, tetapi jumlahnya sedikit. Karena sebagian besar spesimen diperiksa di jejaring laboratorium Kementerian Kesehatan yang tetap dibuka meskipun libur Lebaran. Menurut Yurianto, penumpukkan spesimen ini tidak serta merta membuat jumlah kasus yang dilaporkan meningkat.

“Belum tentu (kasus melonjak karena spesimen menumpuk), kalau hasilnya banyakan yang negatif bagaimana?” ujar Yurianto. 



Sumber: BeritaSatu.com