TNI-Polri Dikerahkan di 1.800 Titik Keramaian untuk Awasi Protokol Kesehatan

TNI-Polri Dikerahkan di 1.800 Titik Keramaian untuk Awasi Protokol Kesehatan
Presiden Joko Widodo (Jokowi) meninjau stasiun Moda Raya Terpadu (MRT) di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, Selasa (26/5/2020). (Foto: Beritasatu.com / Joanito De Saojoao)
Lenny Tristia Tambun / FMB Selasa, 26 Mei 2020 | 12:28 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mengatakan untuk menjaga dan meningkatkan kedisiplinan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan sebagai bagian dari gaya hidup normal baru (new normal), maka pasukan TNI dan Polri akan dikerahkan di 1.800 titik keramaian.

“Baru saja saya mendampingi Presiden dan Kapolri untuk melihat secara langsung terkait dengan pendisiplinan protokol kesehatan agar masyarakat bisa melaksanakan kegiatan dan aman dari Covid-19,” kata Hadi Tjahjanto seusai mendampingi Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat meninjau Stasiun MRT Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, Selasa (26/5/2020).

Diungkapkannya, rencana pendisiplinan protokol kesehatan akan dilaksanakan di empat provinsi dan 25 kabupaten/kota. Keempat provinsi tersebut, lanjutnya, adalah Provinsi Jawa Barat, Sumatera Barat, DKI Jakarta dan Gorontalo. Sedangkan salah satu dari 25 kabupaten/Kota adalah Kota Bekasi.

Objek yang akan menjadi target pendisiplinan protokol kesehatan oleh pasukan TNI/Polri ada sebanyak 1.800 titik. Seperti di tempat-tempat lalu lintas masyarakat, pusat perbelanjaan, pasar-pasar rakyat dan tempat pariwisata.

“Dari data yang ada di empat provinsi dan 25 kabupaten/kota, ada 1.800 objek yang akan kita laksanakan pendisiplinan, seperti di tempat lalu lintas masyarakat, mal-mal, pasar rakyat dan tempat pariwisata,” ujar Hadi Tjahjanto.

Sebelumnya, Presiden Jokowi meninjau stasiun Moda Raya Terpadu (MRT) di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, Selasa (26/5/2020). Tinjauan tersebut dilakukan Jokowi untuk melihat persiapan penerapan prosedur standard new normal di stasiun transportasi berbasis rel yang paling ramai jumlah penumpangnya.



Sumber: BeritaSatu.com