Inilah Kiat Mudah Orang Tua Menjaga Anak dari Penularan Covid-19

Inilah Kiat Mudah Orang Tua Menjaga Anak dari Penularan Covid-19
Ilustrasi anak-anak. (Foto: Antara)
Dina Fitri Anisa / EAS Selasa, 26 Mei 2020 | 20:30 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Angka pasien dalam pengawasan (PDP) anak di Indonesia terus bertambah. Namun sayang, kesadaran orang tua untuk melindungi sang buah hati dari ancaman Covid-19 masih rendah. Untuk itu, dokter spesialis anak di Rumah Sakit Siloam TB Simatupang, Martin Leman, memberikan beberapa kiat mudah yang bisa dilakukan orang tua agar terhindari dari penularan penyakit ini.

Dalam diskusi Second Opinion yang berlangsung di kanal YouTube dr Vito Anggarino Damay, ia mengatakan bahwa mengikuti imbauan dari pemerintah untuk tetap di rumah, menjaga jarak, rajin mencuci tangan dengan air mengalir, dan juga menggunakan masker adalah langkah dasar yang harus dipatuhi.

Namun, masih banyak masyarakat yang mengabaikan protokol tersebut. Alhasil, meski anak tidak melakukan aktivitas ke luar rumah, ia bisa tetap terinfeksi apabila terdapat anggota keluarga dengan mobilitas tinggi mengabaikan imbauan tersebut.

"Faktanya, kita itu suka nawar, padahal protokol ini tidak bisa ditawar. Sebisa mungkin harus paham. Ketika keluar rumah dan berinteraksi dengan orang lain, ada risiko," jelasnya beberapa hari lalu.

Ia pun menekankan, bagi masyarakat yang merayakan momen Lebaran diharapkan tidak melakukan kontak fisik secara langsung dengan kerabat ataupun sahabat yang berbeda rumah.

"Walau keluarga dan rumahnya dekat disarankan tidak bertemu langsung. Kita bisa manfaatkan video call. Jangan kontak langsung, terutama jangan berpikir orang fisik sehat pasti tidak sakit. Penular paling berisiko adalah mereka yang merasa sehat tetapi nyatanya berpotensi untuk menularkan. Itu yang saat ini terjadi,” terangnya.

Kemudian, apabila masa PSBB telah berakhir, orang tua tetap disarankan untuk selalu waspada. Mengingat, virus ini masih berada di lingkungan sekitar. Untuk itu, orang tua harus mulai beradaptasi dengan kondisi normal yang baru atau New Normal.

"Ini sulit, aman tidak aman bergantung kesiapan tempat anak itu akan datang. Apakah betul di kawasan tempat itu paparan terhadap penyakit ini sudah turun? Orang tua juga bisa memastikan, apakah seluruh petugas yang berwenang di sekolahan atau day care mematuhi protokol atau SOP. Semua harus dipastikan semua tidak menderita Covid,” ungkapnya.

Selanjutnya, kiat bagi orang tua yang menemukan kondisi anak yang memperlihatkan gejala dan pilek diharapkan dapat tenang, dan cobalah mengobati di rumah. Jika kondisi anak masih bisa bermain dengan lincah, sebaiknya orang tua jangan terlalu khawatir.

"Ada kejadian anak baru demam satu hari, orang tua ke rumah sakit sudah minta rapid test. Itu tidak tepat. Saat ini, setiap rumah sakit menerima pelayanan via telepon ataupun daring, orang tua bisa memanfaatkannya untuk konsultasi terlebih dahulu,” ungkapnya.

Namun, apabila dalam jangka waktu tiga hari kondisi anak terlihat melemah, tidak mau makan, dan suhu tubuhnya tak kunjung turun, orang tua wajib membawa anaknya ke rumah sakit ataupun klinik agar dapat ditangani segera oleh petugas kesehatan. Tindakan ini juga berlaku saat anak kejang, diare, ataupun kondisi yang mengharuskan anak mendapat perawatan segera.

"Jangan kita berpikir, bahwa penyakit fatal adalah Covid-19 saja. Padahal masih banyak penyakit lain yang terabaikan juga bisa jadi fatal,” tukasnya.



Sumber: BeritaSatu.com