Kematian Anak Akibat Covid-19 di Indonesia Tertinggi
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Kematian Anak Akibat Covid-19 di Indonesia Tertinggi

Selasa, 26 Mei 2020 | 21:32 WIB
Oleh : Dina Fitri Anisa / EAS

Jakarta, Beritasatu.com - Jumlah kasus kematian anak akibat Covid-19 di Indonesia tertinggi se-Asia. Tercatat dalam data Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), hingga 18 Mei 2020, jumlah kasus pasien dalam pemantauan (PDP) anak ada 3.324 dan positif Covid-19 sebanyak 584 anak. Sementara jumlah kasus PDP anak yang meninggal ada 129 anak dan positif Covid-19 meninggal ada 14 anak.

Sementara di negara-negara Asia lainnya seperti Malaysia, Singapura, dan Filipina, memang terdapat kasus anak terinfeksi Covid-19, namun hingga saat ini tidak ada kasus yang meninggal. Berkaca dari fakta itulah Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dr Aman B. Pulungan mengatakan screening virus Covid-19 pada anak lebih masif lagi.

"Data kita sebenarnya masih sedikit karena memang anak-anak yang di screening masiih sedikit. Selama ini hanya orang dewasa atau pekerja saja yang menjalani tes. Indonesia juga termasuk negara dengan jumlah tes Covid-19 yang paling sedikit dibandingkan beberapa negara lain. Padahal, setiap orang baik bayi hingga orang dewasa berpotensi terjangkit,” ujar Aman, dilansir dari link YouTube, Selasa (26/5/2020).

Sebagai gambaran, tes Covid-19 PCR dan tes cepat molekuler di Indonesia hingga Selasa (26/5/2020) ada 264.098 spesimen dari 188.302 orang. Jumlah tersebut hanya sekitar 1/5 dari Pakistan dan 1/28 dari Malaysia. Menurut Aman, tes tersebut tentu masih jauh dari cukup.

Selain itu, tantangan lainnya adalah kasus Covid-19 pada anak-anak ini pun cukup sulit dideteksi karena adanya kemiripan gejala dengan pneumonia dan diare. Ditambah, gejala yang ditunjukkan oleh anak-anak juga bisa saja berbeda.

"Covid-19 ini gejala umumnya demam, batuk, dan sesak seperti pneumonia. Kemudian beberapa data pasien menunjukkan ada gejala lain, seperti mual, muntah, dan diare,” tambahnya.

Terkait dengan kasus Covid-19 pada anak, spesialis anak dr Martin Leman pun mengatakan saat ini kesadaran orang tua harus ditingkatkan, tetapi tetap dalam batas yang wajar. Ia pun mengimbau, orang tua jangan panik berlebihan. Sebab hal itu justru berakibat fatal pada kesehatan anak-anaknya.

Panik berlebihan dicontohkan dr Martin seperti sikap orang tua yang kini berinisiatif menghentikan imunisasi pada anak. Alasannya, karena takut untuk datang ke rumah sakit yang saat ini dianggap sebagai salah satu tempat penyebaran Covid-19. Padahal imunisasi sebagai bentuk penangkal penyakit berbahaya di saat usia mereka masih sangat dini.

"Pemahaman orang tua harus diluruskan. Dengan imunisasi risiko mendapat penyakit komorbiditas pada anak akan berkurang. Sedangkan kalau kita tidak imunisasi, anak itu bisa terkena penyakit bahaya lainnya seperti, campak atau difteri. Jangan sampai, dengan tidak imunisasi, akan terjadi wabah penyakit tambahan,” katanya dalam tayangan YouTube Second Opinion milik dr. Vito Damay.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA LAINNYA

Disiplin Prokes dan Vaksinasi, Kunci Ubah Pandemi Jadi Endemi

Untuk melanjutkan transisi pandemi menuju endemi, maka masyarakat perlu meningkatkan kesadaran pentingnya protokol kesehatan (prokes) dan vaksinasi

KESEHATAN | 18 September 2021

Sentra Vaksinasi Covid-19 MNC Peduli di Bogor Dihadiri Miss Indonesia

Sentra Vaksinasi Covid-19 yang dihelat MNC Peduli bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor dan Puskesmas Curugbitung dihadiri Miss Indonesia 2020 Carla Yules.

KESEHATAN | 18 September 2021

Update Covid-19: Tren Kasus Aktif Menurun, Tetap Waspada

Penanganan Covid-19 di Tanah Air terus membaik namun harus tetap waspada

KESEHATAN | 18 September 2021

Mendagri Minta Pemerintah Desa Serius Tangani Stunting

Menurut Mendagri Tito Karnavian bila masalah stunting ini tidak ditangani dengan baik, maka Indonesia Emas 2045 hanya sebatas mimpi.

KESEHATAN | 18 September 2021

Soal Labelisasi Bahaya BPA, Ketua JPKL: Tindakan BPOM Sudah Tepat

Ketua JPKL Roso Daras menyebutkan keputusan BPOM untuk melabeli kemasan plastik No.7 seperti galon guna ulang polikarbonat sudah tepat.

KESEHATAN | 18 September 2021

Menko Luhut: Kondisi Makin Membaik, Jangan Lengah

Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengingatkan agar masyarakat tidak lengah dan tetap waspada supaya Covid-19 tidak naik lagi.

KESEHATAN | 18 September 2021

Apakah Kita Perlu Vaksin Booster? Data di Dunia Ternyata Menunjukkan Hal Ini

Orang-orang yang divaksinasi lebih awal dalam pandemi sekarang lebih rentan terhadap mutasi infeksi, terutama dalam menghadapi varian Delta.

KESEHATAN | 18 September 2021

Pengiriman Pertama Donasi 4,6 Juta Vaksin Pfizer dari AS untuk Indonesia Tiba

Pemerintah dan rakyat Amerika Serikat (AS) menyatakan dukungan sepenuhnya bagi rakyat Indonesia dalam perang melawan Covid-19.

KESEHATAN | 18 September 2021

Ayo Melangkah Sebanyak Ini untuk Peluang Umur Panjang, Jangan Berlebih

Untuk meningkatkan peluang kita berumur panjang, kita mungkin harus mengambil setidaknya 7.000 langkah sehari atau berolahraga lebih dari 2,5 jam per minggu.

KESEHATAN | 18 September 2021

Tes Covid-19 Menurun, Ini Penjelasan Kemkes

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kemkes Siti Nadia Tarmizi mengatakan, tes Covid-19 mengalami penurunan beberapa hari terakhir karena ada perbaikan data.

KESEHATAN | 18 September 2021


TAG POPULER

# Muhammad Kece


# Sonny Tulung


# Vaksinasi Covid-19


# Ideologi Transnasional


# Lucinta Luna



TERKINI
Bundesliga: Bayern Muenchen Hancurkan Bochum 7-0

Bundesliga: Bayern Muenchen Hancurkan Bochum 7-0

BOLA | 4 jam yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings