Ini Penjelasan Guru Besar IPB soal New Normal

Ini Penjelasan Guru Besar IPB soal New Normal
Ilustrasi warga menggunakan masker. (Foto: Antara)
Dion Bisara / AB Kamis, 28 Mei 2020 | 07:42 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Sebuah video berisi penjelasan guru besar Institut Pertanian Bogor Hermanto Siregar viral di media sosial. Hermanto Siregar memberi penjelasan mengenai situasi normal baru atau new normal pascapandemi Covid-19.

Pemerintah mulai menggaungkan istilah new normal beberapa waktu terakhir, walaupun sebagian besar daerah di luar Jakarta belum menunjukkan tanda-tanda bahwa jumlah kasus baru harian telah menurun. Fakta tersebut juga ditekankan oleh Hermanto dalam videonya.

"Kita saat ini kira-kira masih di sini," kata Hermanto sambil menunjukkan sisi kurva yang menanjak.

"Jika dikatakan kita sudah normal, belum pas," ujarnya.

Hermanto menjelaskan bahwa Indonesia baru mencapai situasi new normal mana kala jumlah kasus Covid-19 baru secara harian tidak bertambah lagi. Hal tersebut digambarkan dengan kurva yang menurun lalu melandai.

"Kalau kurva ini sudah menurun artinya pertambahannya itu makin lama makin kecil, sehingga dia melandai. Kalau di sini dia sudah melandai, tetapi dia tidak sampai ke pada sumbu horizontal (seperti titik awal). Inilah yang kita sebut dengan new normal," kata Hermanto.

Dia mengingatkan masyarakat harus bersiap untuk hidup berdampingan dengan Covid-19 pada situasi normal yang baru.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan kehidupan normal yang baru setelah pandemi ini berarti setiap orang selalu mengenakan masker, pemerintah menetapkan pembatasan interaksi sosial di tempat umum, dan masyarakat menerapkan gaya hidup bersih.

Sebelum beralih dari lockdown ataupun pembatasan sosial berskala besar (PSBB), WHO mengatakan sebuah negara perlu memenuhi beberapa syarat, antara lain penularan penyakit terkendali dan punya kapasitas yang cukup untuk mendeteksi, menguji, mengisolasi, serta menangani setiap kasus, dan melacak setiap kontak.

Selain itu WHO mensyaratkan agar pemeriksaan di perbatasan diperketat untuk mengurangi risiko kasus impor.

Sekolah, tempat kerja, dan ruang-ruang publik, juga harus merapkan langkah pencegahan dan semua lapisan masyarakat mengerti dan melaksanakan praktik hidup sehat di situasi normal yang baru.



Sumber: BeritaSatu.com