Cegah Nyeri Punggung Akibat WFH

Cegah Nyeri Punggung Akibat WFH
Dokter Spesialis Ilmu kedokteran Fisik dan Rehabilitasi Siloam Hospitals Semarang dr Marisa SpKFR. (Foto: istimewa)
Indah Handayani / CAH Jumat, 29 Mei 2020 | 20:39 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Salah satu masalah yang sering dikeluhkan oleh para pekerja adalah nyeri di bagian punggung. Nyeri punggung memang cukup sulit dihindari, pasalnya para pekerja setidaknya akan duduk ditempat dan mungkin posisi yang sama dalam kurun waktu yang cukup lama. Hal itu memicu keram otot dan nyeri pada beberapa bagian di bagian punggung. Saat bekerja dari rumah atau work from home (WFH) sekalipun, keluhan ini masih datang dari para pekerja.

Dokter Spesialis Ilmu kedokteran Fisik dan Rehabilitasi Siloam Hospitals Semarang dr Marisa SpKFR mengatakan selama WFH merupakan langkah bijak yang diterapkan perusahaan kepada karyawannya dalam mendukung pemerintah dalam mencegah penularan Covid-19. Sayangnya, walau WFH banyak yang mengeluh mengalami nyeri punggung, yaitu nyeri yang dialami dari costal margin hingga lipatan bokong, nyeri tajam atau tumpul menyebar atau terlokasi, ataupun nyeri radikuler atau sepanjang saraf.

Biasanya, nyeri punggung saat WFH disebabkan oleh mekanik atau penggunaan otot secara berlebihan atau akibat cedera yang menimbulkan ketegangan ada otot.

Baca Juga: Tips Mengelola Stres Selama Pandemi Covid-19

“Ini juga yang menjadi penyebab terbanyak atau 80-90 persen terjadinya nyeri punggung pada umumnya,” ungkapnya di sela Health Talk Online Siloam Hospitals Semarang, Jumat (29/5).

Secara spesifik, lanjut dia, ada tiga kebiasaan WFH yang mengakibatkan nyeri punggung. Ketiganya adalah lebih banyak duduk, inaktifitas atau jadi jarang bergerak, terakhir banyak mengangkat-angkat barang. Dalam sebuah penelitian menyebutkan duduk selama 4 jam per hari dengan sikap membungkuk merupakan faktor resiko terjadinya nyeri punggung bawah. Hal itu karena dalam posisi membungkuk akan semakin membebani atau memberikan tekanan pada bantalan sendi pada tulang belakang.

“Setidaknya tekanan bantalan sendi akan mengalami kenaikan sebesar 190 persen ketika duduk dengan sikap membungkuk. Oleh karena itu, selama WFH ada beberapa hal yang harus diperhatikan saat duduk,” jelasnya.

Baca Juga: Sinar Matahari Bermanfaat untuk Kesehatan Tulang

Menurut dr Marisa, nyeri tulang belakang saat WFH bisa dicegah dengan posisi duduk yang baik, yaitu tidak condong ke depan. Sebab, semakin condong ke depan akan menambah beban pada bantalan sendi. Duduk yang disarankan adalah harus tegak dengan sudut kaki membentuk 90 derajat. Saat duduk, kursi yang digunakan harus memiliki sandaranan punggung dan tangan. Hal itu bermanfaat untuk menyandarkan tulang punggung ke kursi sehingga mengurangi beban kepada bantalan sendi. Sebisa mungkin sandaran ditambah bantal agar punggung tersanggah atau menopang dengan baik.

Lebih lanjut dr Marisa mengatakan kursi yang digunakan juga jangan yang terlalu pendek. Kaki pun sebaiknya tidak dalam posisi menggantung. Ia tidak menyarankan duduk lesehan saat WFH. Sebab, dengan duduk lesehan akan membuat otot over use atau terlalu banyak tekanan. Belum lagi, biasanya posisi tubuh cenderung condong ke depan atau bungkuk sehingga beban otot menjadi tidak seimbang. Tidak hanya itu, pada saat duduk sebaiknya setiap 30 menit berdiri atau melakukan peregangan.

Tidak hanya duduk, dr Marisa menambahkan saat mengangkat beban di rumah juga harus memperhatikan postur tubuh. Sebaiknya saat mengangkat barang harus sejajar dengan tubuh atau lutut ditekut terlebih dahulu. Jangan mengambil barang dalam posisi membungkuk. Hal ini untuk mengurangi ketiak seimbangan otot saat bekerja mengangkat beban. Selain itu, bagi yang suda mengalami nyeri punggung, sebaiknya bangun tidur dengan posisi miring. Dengan kedua tangan menopang untuk bangun.

“Jika langsung bangung tentu saja akan membuat nyeri pada tulang belakang. Ini sangat baik pula dilakukan pada orang lanjut usia saat bangun dari tidur,” tutupnya. 



Sumber: BeritaSatu.com