Logo BeritaSatu
Hari Tanpa Tembakau Sedunia 2020

Anak Masih Jadi Korban Manipulasi Industri Rokok

Jumat, 29 Mei 2020 | 22:40 WIB
Oleh : Dina Manafe / EAS

Jakarta, Beritasatu.com - Anak-anak Indonesia belum sepenuhnya bebas dari ancaman bahaya rokok. Mereka masih menjadi target industri untuk menjadi perokok pengganti yang dilakukan secara manipulatif. Manipulasi industri untuk menggiring anak-anak menjadi perokok aktif inilah yang menjadi tema Hari Tanpa Tembakau Sedunia (HTTS) 2020 yang diperingati setiap tanggal 31 Mei.

Muhamad Bigwanto dari Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) mengatakan, tren belakangan ini ada manipulasi industri rokok untuk mendapatkan perokok muda. Di antaranya mempromosikan produk rokok yang diklaim secara berlebihan. Misalnya rokok elektronik, seperti vape, diklaim lebih aman karena tidak mengandung tar dan kadar nikotin yang rendah. Rokok elektronik juga diklaim sebagai produk alternatif yang membantu perokok aktif untuk berhenti merokok.

"Semua klaim itu kita anggap manipulasi karena yang dijual dari produk rokok ini adalah rasa aman, dan lain-lain. Itulah mengapa mereka menyasar anak muda,” kata Bigwanto kepada Beritasatu.com, Jumat (29/5/2020) malam.

Selain itu, menurut Bigwanto, citra yang dibangun seolah produk alternatif ini merupakan produk aman karena bukan dihasilkan oleh industri rokok konvensional. Faktanya, sejumlah komunitas pendukung rokok elektronik di Indonesia ternyata didanai oleh Sampoerna dan industri rokok konvensional yang juga memiliki bagian dalam produk elektronik.

Anak Masih Jadi Korban Manipulasi Industri Rokok

Dari sisi kesehatan, menurut Bigwanto rokok elektronik tidak aman. Berbagai penelitian membuktikan efek rokok elektronik menyebabkan berbagai gangguan kesehatan, yang paling sering adalah menderita paru-paru basah dan sesak napas akut.

“Efek konsumsi rokok elektrik ini tidak terlihat langsung, baru terlihat jangka panjang, sehingga dianggap aman. Padahal tidak lebih aman dari rokok konvensional,” katanya.

Bigwanto mengatakan, jumlah anak muda yang menggunakan rokok elektronik terus meningkat. Pada 2016 ada 1,2% pengguna rokok elektronik berusia 10-18 tahun. Pada 2018 jumlah ini meningkat menjadi 10,2%.

Sementara dari sisi regulasi, belum ada satu pun yang dibuat pemerintah untuk melindungi anak muda dari rokok elektronik. Hanya ada regulasi tentang cukai rokok elektronik.

Sementara untuk pengendalian konsumsi rokok tidak cukup hanya cukai, tetapi juga iklan, sponsorsip, promosi, dan lain-lain. Faktanya di lapangan, iklan rokok masih marak. Selain itu, akses anak terhadap rokok elektronik ini juga masih bebas. Mestinya larangan menjual di retail termasuk online diperkuat sehingga membatasi anak terhadap produk ini.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Data Penerima Vaksin Covid-19 sampai 5 Oktober 2022

Berikut ini Data Penerima Vaksin Covid-19 sampai 5 Oktober 2022 sesuai dengan data dari Kementerian Kesehatan.

NEWS | 5 Oktober 2022

Data Kasus & Kematian Covid-19 di Jakarta, 5 Oktober 2022

Berikut ini Data Kasus & Kematian Covid-19 di Jakarta, 5 Oktober 2022 sesuai dengan data dari Kementerian Kesehatan.

NEWS | 5 Oktober 2022

Data Prevalensi Covid-19 di 10 Provinsi, 5 Oktober 2022

Berikut ini Data Prevalensi Covid-19 di 10 Provinsi, 5 Oktober 2022 sesuai dengan data dari Kementerian Kesehataan.

NEWS | 5 Oktober 2022

Data Positivity Rate Covid-19 sampai 5 Oktober 2022

Berikut ini Data Positivity Rate Covid-19 sampai 5 Oktober 2022 sesuai dengan data dari Kementerian Kesehatan.

NEWS | 5 Oktober 2022

Kesembuhan Terendah Covid-19 di 10 Provinsi, 5 Oktober 2022

Berikut ini Data Kesembuhan Terendah Covid-19 di 10 Provinsi, 5 Oktober 2022 sesuai dengan data dari Kementerian Kesehatan.

NEWS | 5 Oktober 2022

Kasus Positif dan Kematian Covid-19 sampai 5 Oktober 2022

Berikut ini Data Kasus Positif dan Kematian Covid-19 sampai 5 Oktober 2022 sesuai dengan data dari Kementerian Kesehatan.

NEWS | 5 Oktober 2022

Kematian Tertinggi Covid-19 di 10 Provinsi, 5 Oktober 2022

Berikut ini Data Kematian Tertinggi Covid-19 di 10 Provinsi, 5 Oktober 2022 sesuai dengan data dari Kementerian Kesehatan.

NEWS | 6 Oktober 2022

Prediksi Puncak Covid-19 Berdasarkan Data, 5 Oktober 2022

Berikut ini Prediksi Puncak Covid-19 Berdasarkan Data, 5 Oktober 2022 sesuai dengan dta dari Kementerian Kesehatan.

NEWS | 5 Oktober 2022

Kasus Positif Kumulatif & Suspek Covid-19, 5 Oktober 2022

Berikut ini Data Kasus Positif Kumulatif & Suspek Covid-19, 5 Oktober 2022 sesuai dengan data dari Kementerian Kesehatan.

NEWS | 5 Oktober 2022

Data Kematian akibat Covid-19 sampai 5 Oktober 2022

Data Kematian akibat Covid-19 sampai 5 Oktober 2022 sesuai dengan data dari Kementerian Kesehatan.

NEWS | 5 Oktober 2022


TAG POPULER

# Mamat Alkatiri


# Lesti Kejora


# Timnas U-17


# Formula E


# Tragedi Kanjuruhan


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Pengawasan IKNB OJK Perlu Dipisah Sesuai Karakteristik Industri

Pengawasan IKNB OJK Perlu Dipisah Sesuai Karakteristik Industri

EKONOMI | 12 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings