102 Kabupaten Kota Tidak Terdampak Covid-19

102 Kabupaten Kota Tidak Terdampak Covid-19
Pintu masuk Kota Tegal. (Foto: Antara)
Carlos Roy Fajarta / ALD Sabtu, 30 Mei 2020 | 16:39 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pakar Informatika Penyakit Menular dan Epidemiologi pada Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Dewi Nur Aisyah mengungkapkan, ada 102 kabupaten dan kota di Indonesia yang tidak terdampak pandemi virus corona (Covid-19).

Dari 102 kabupaten dan kota tersebut, jumlah yang paling banyak yakni Papua sebanyak 17 wilayah, Sumatera Utara 15 wilayah, Aceh 14 wilayah. NTT 14 wilayah, serta di Papua Barat, Maluku, dan Sulawesi Tengah, masing-masing 5 wilayah. Di Jawa, dari enam provinsi yang ada, hanya Kota Tegal di Jateng yang tidak ada kasus Covid-19.

"Ada 102 kabupaten/kota tidak terdampak yang lokasinya, namun perlu diingat bahwa Covid-19 bersifat sangat dinamis. Dari ODP bisa menjadi PDP kemudian positif, dan bisa kemudian sembuh. Untuk itu tetap utamakan protokol kesehatan, tingkatkan kedisiplinan dan kesadaran kolektif masyarakat," ujar Dewi Nur Aisyah, dalam konferensi pers di Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Sabtu (30/5/2020) sore.

Dia menambahkan, saat ini pemerintah berupaya mencapai target penurunan jumlah kasus positif Covid-19 menjadi 50% dari puncak kasus. “Saat ini angkanya baru 40%,” ungkapnya.

Di sisi lain, jumlah pasien Covid-19 maupun pasien dalam pengawasan yang meninggal juga ditargetkan berkurang setengahnya dengan meningkatkan deteksi dini. “Jumlah pasien sembuh juga kita upaya terus bertambah,” katanya.

Dewi menjelaskan, Gugus Tugas telah menyusun sistem terintegrasi Bersatu Lawan Covid-19. “Sampai hari ini, sistem mencatat 39.000 hasil penyelidikan pasien PDP, ODP, positif," tambahnya.

Dikatakannya, sistem kolaborasi antara Gugus Tugas lintas kementerian dan lintas sektor tersebut juga sudah ada sinkronisasi dengan rumah sakit secara online dan terintegrasi dengan Balitbang Kementerian Kesehatan.

“Sehingga data logistik kebutuhan rumah sakit, termasuk obat-obatan, APD, dan kebutuhan lainnya bisa segera kita ketahui dan siapkan untuk menanggulangi Covid-19," katanya.



Sumber: BeritaSatu.com