Komnas Pengendalian Tembakau Soroti Maraknya Anak-anak Merokok

Komnas Pengendalian Tembakau Soroti Maraknya Anak-anak Merokok
Karyawan Rokok HM Sampoerna Jatim. (Foto: Istimewa)
Ahmad Salman / YTB Minggu, 31 Mei 2020 | 18:33 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Komisi Nasional Pengendalian Tembakau mengimbau semua pihak untuk memperhatikan persoalan konsumsi rokok oleh anak-anak dan remaja yang belakangan marak.

Komnas juga mengimbau agar industri rokok bijak dalam memasarkan produk mereka dengan tidak menargetkan anak-anak dan remaja sebagai pangsa pasar mereka.

Menurut Komnas aturan pengendalian tembakau di Indonesia masih sangat lemah. Sehingga berdampak pada tingginya jumlah perokok, termasuk perokok anak.

Kondisi ini juga dikhawatirkan bakal memicu berbagai persoalan seperti tingginya angka penyakit, defisit BPJS, sulitnya program pengentasan kemiskinan, tingginya prevalensi stunting, hingga kerugian ekonomi makro mencapai Rp 600 triliun.

Berdasarkan riset kesehatan dasar 2018, disebutkan jumlah perokok Indonesia masih sangat tinggi, yakni 33 persen atau ketiga tertinggi di dunia, di mana dapat diprediksi 1 dari tiga orang Indonesia merokok.

Sementara jumlah perokok anak usia 10 hingga 18 tahun terus meningkat dari 7,2 persen pada 2013 menjadi 9,1 persen di 2018 atau hampir satu dari 10 anak Indonesia merokok.