Persiapan New Normal di Bawah Kendali Gugus Tugas Covid-19 Pusat

Persiapan New Normal di Bawah Kendali Gugus Tugas Covid-19 Pusat
Doni Monardo. (Foto: B1/Mohammad Defrizal)
Primus Dorimulu / ALD Minggu, 31 Mei 2020 | 19:57 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo menegaskan, persiapan daerah-daerah memasuki tatanan kehidupan normal baru (new normal) di di bawah kendali Gugus Tugas Covid-19 tingkat pusat. Setelah diizinkan Gugus Tugas tingkat pusat, pemerintah daerah (pemda) menyiapkan semua tahapan sektor-sektor mana yang dilonggarkan secara bertahap berikut protokol kesehatan yang harus dipenuhi, dengan melibatkan seluruh komponen masyarakat di daerah.

“Kendali ada di bawah Gugus Tugas (pusat). Nanti kami akan menyampaikan kapan dimulai. Bapak Presiden menugaskan saya untuk menyampaikan kepada masyarakat, daerah yang belum terpapar bisa melakukan aktivitas sesuai kondisi daerah masing-masing,” ujar Doni Monardo, menjawab Beritasatu.com dalam dialog virtual dengan jajaran pemimpin redaksi media massa nasional, Minggu (31/5/2020).

Doni mengungkapkan, pihaknya, pada Sabtu (30/5/2020) sudah mengawali dengan mengumumkan 102 kabupaten dan kota yang diizinkan memulai tahapan new normal, lantaran daerah-daerah tersebut tidak ada kasus terpapar Covid-19. Setelah diumumkan, masing-masing pemda melakukan pembahasan, prakondisi, dan sosialisasi kepada masyarakat.

“Kemudian bupati dan wali kota yang (wilayahnya) tidak ada kasus positif (Covid-19) itu otomatis akan mengumumkan kepada publik,” jelasnya.

Dengan demikian, lanjutnya, secara umum Gugus Tugas sudah menyampaikan kepada masyarakat, dan sudah mulai ada tahapan-tahapan yang dikerjakan di beberapa daerah. “Daerah-daerah yang belum ada kesempatan, kami tunggu beberapa hari ke depan, nanti kami akan umumkan juga. Karena yang boleh memulai hanya terbatas kepada daerah yang aspek epidemiologisnya, kesehatan masyarakat dan surveilensnya telah memenuhi standar WHO. Kalau daerah yang belum sesuai, yang warnanya belum kuning, atau masih merah, tidak mungkin. Jadi tiap daerah berbeda-beda,” ungkapnya.

Doni menjelaskan, setelah diumumkan, pemda yang wilayahnya diizinkan melakukan aktivitas harus melakukan sejumlah tahapan, mulai dari sosialisasi, edukasi, termasuk juga simulasi sesuai dengan sektor yang akan dibuka secara bertahap,” jelasnya.

Kapan mulai dibuka, Doni mengatakan, ditentukan oleh kepala daerah setelah berkoordinasi dengan Gugus Tugas. “Jadi kepala daerah tidak boleh sendirian (menentukan) tanpa meibatkan komponen yang lain termasuk pakar kesehatan dan pakar epidemiologi, tokoh-tokokh agama, termasuk tokoh pers di daerah. Harus dilibatkan menjadi bagian kolaborasi berbasis komunitas. Sehingga ketika bupati atau wali kota memulai kegiatan produktif dan aman Covid, seluruh komponen masyarakat mendukung, Di sinilah kekuatan kita,” katanya.



Sumber: BeritaSatu.com