New Normal, IDI Ingatkan Tenaga Medis Cegah Infeksi Silang
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

New Normal, IDI Ingatkan Tenaga Medis Cegah Infeksi Silang

Selasa, 2 Juni 2020 | 10:30 WIB
Oleh : Dina Manafe / WBP

Jakarta, Beritasatu.com - Indonesia bersiap menghadapi new normal atau kenormalam baru di tengah pandemi virus corona (Covid-19). Aktivitas sosial dan ekonomi akan kembali normal, tetapi di saat bersamaan kemungkinan penyebaran virus makin besar apabila tidak semua orang menerapkan protokol kesehatan dalam kesehariannya. Oleh karena itu, Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) meminta seluruh tenaga medis di Indonesia untuk menerapkan protokol kesehatan ketat guna mencegah terjadinya infeksi silang.

Ketua Umum PB IDI, Daeng Faqih mengatakan, hingga saat ini belum ditemukan obat yang secara spesifik membunuh virus SARS Cov-2 penyebab Covid-19. Demikian pula vaksinnya, para ahli masih terus masih mempelajari dan mengembangkannya. Oleh karena itu, tindakan yang paling bijaksana dan efektif saat ini adalah mencegah agar tidak terinfeksi atau tertular. Terutama bagi tenaga medis yang kontak erat dan dekat dengan pasien.

“Karena mau diterapkan new normal, kita harus hati-hati melaksanakan protokol kesehatan supaya tidak terinfeksi. Petugas kesehatan harus ekstra hati hati terhadap penularan silang,” kata Daeng dalam diskusi secara daring “Betadine Webiner: Together We Fight Covid-19”, Senin (1/6/2020).

Menurut Daeng, infeksi silang terjadi karena tenaga medis berisiko tinggi untuk tertular, terutama pada pasien non-Covid-19 yang mendapat pelayanan. Meski tidak tercatat, menurut laporan dari anggota IDI di berbagai daerah, pasien yang awalnya masuk ke rumah sakit tanpa Covid-19 pada akhirnya tertular. Di Tiongkok, 4 persen dari seluruh kasus Covid-19 di awal pandemi adalah tenaga medis.

Di Indonesia, pada awal pandemi, banyak tenaga medis gugur karena tidak siap, misalnya karena alat pelindung diri (APD) kurang, APD dimodifikasi, kebiasaan praktik berubah sehingga tertular dari pasien positif. Pasien yang menularkan ke tenaga medis lebih banyak tanpa pasien tanpa gejala. Masih dari Tiongkok, infeksi nosokomial SARS Cov-2 pada pasien di intensive care unit (ICU) mencapai 41 persen. “Sekarang sudah mulai berkurang infeksi karena tenaga medis kita mulai sadar dan pencegahan infeksi sudah membaik. Tetapi kita jangan lengah, tetap waspada karena angka kesakitan dan kematian masih terus bertambah,” kata Daeng.

Daeng meminta tenaga medis dan rumah sakit mengendalikan infeksi selama new normal, mengacu pada rekomendasi Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) dan WHO. Pertama, kurangi risiko penularan di fasilitas kesehatan. Misalnya, tidak melakukan operasi elektif, membatasi pintu masuk, mengatur dan skrining pengunjung. Kecuali untuk kasus emergensi. Untuk pelayanan yang tidak memerlukan tatap muka langsung disarankan menggunakan teknologi informasi.

Kedua, mengisolasi pasien bergejala secepatnya. Membuat triase terpisah yang berventilasi baik, memisahkan pasien yang diduga atau positif dengan pintu tertutup dan toilet sendiri. Hal ini sulit dilakukan rumah sakit pada awal pandemi, sehingga infeksi silang banyak terjadi.

Ketiga, melindungi tenaga kesehatan dengan higiene tangan dan APD. Kebersihan diri harus menjadi perhatian serius tenaga medis. Selain tangan, organ lain seperti hidung, tangan, dan mata juga dijaga karena ini adalah tempat masuknya virus.

Kemudian, untuk perlindungan pasien non-Covid-19 termasuk tenaga medis, ada hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Yang tidak boleh dilakukan, yaitu sedapat mungkin jangan mendaur ulang atau menyimpan APD sekali pakai. APD yang didaur ulang atau dimodifikasi tidak 100 persen mencegah infeksi.

“Di lapangan kadang situasi memaksa tenaga kesehatan untuk memodifikasi. Misalnya dengan jas hujan, kantong plastik, baju operasi. Tetapi mudah-mudahan sekarang tidak lagi,” kata Daeng.

Kemudian, jangan menyentuh mata, hidung dan mulut. Jaga tangan selalu bersih. Organ ini menjadi pintu masuk virus ke dalam saluran napas. Tenaga medis juga diminta untuk tidak pindah ke pasien lain atau ruangan lain sebelum menjalani prosedur higiene tangan. Pindah tanpa melalui prosedur kesehatan terutama higiene bisa menyebabkan terjadinya penularan silang. CDC juga tidak menyarankan tenaga medis menggunakan bahan berbasis benzolkonium chloride.

Sedangkan hal yang boleh dilakukan tenaga medis, yaitu selalu pakai APD yang rasional dan memadai ketika bekerja. APD dipakai selama minimal 6 jam, tanpa dibuka, ke kamar mandi, toilet, keluar ruangan, dan lain-lain. Disarankan menggunakan pampers.

Yang paling penting, menurut Daeng, APD tidak hanya memenuhi sandar, tetapi cara pemakaiannya juga tepat baik itu saat memasang maupun membukanya. Penelitian menujukkan, ruangan APD justru adalah tempat paling berisiko terjadinya penularan silang pada tenaga medis. Kemudian tempat rapat atau pertemuan tenaga medis juga berisiko. Kamar mandi atau toilet tanpa disadari juga menjadi tempat berisiko terjadi penularan.

Lakukan higiene tangan dengan bahan berbasis etanol 60 persen atau isopranolol 70 persen. Untuk higiene tangan, hidung, mulut gunakan bahan berbasis antiseptik.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA LAINNYA

Warga Positif Covid-19 Terdeteksi PeduliLindungi, Begini Penjelasan Kemenkes

Nadia mengatakan, data pasien yang melakukan pemeriksaan di laboratorium pemeriksa Covid-19, akan terekam di aplikasi NAR.

KESEHATAN | 24 September 2021

Ralali.com akan Menggelar Virtual Exhibition WHEALTH 2021

Ralali.com menciptakan peluang baru bagi sektor kesehatan, dan industri wisata medis untuk memamerkan produk dan layanan secara virtual.

KESEHATAN | 24 September 2021


Terima 3,4 Juta Dosis Vaksin, Dirjen IKP: Stok Vaksin Indonesia Aman

Dengan kedatangan vaksin yang berkelanjutan tersebut, menunjukkan kepada masyarakat bahwa stok vaksin Indonesia termasuk dalam kategori aman.

KESEHATAN | 23 September 2021

Satgas: Pertahankan Kelandaian, Pemerintah Genjot Cakupan Vaksinasi Covid-19

Satgas Penanganan Covid-19 menyatakan pemerintah terus mendorong peningkatan cakupan vaksinasi di Indonesia untuk mempertahankan kelandaian kasus Covid-19.

KESEHATAN | 23 September 2021

Gelar Vaksinasi Door to Door , BIN Sebar 107.000 Vaksin di 10 Provinsi

Badan Intelijen Negara (BIN) menyebar 107.000 vaksin di 10 provinsi yang cakupan vaksinasinya masih rendah melalui program vaksinasi door to door.

KESEHATAN | 23 September 2021

Puan Maharani Minta Antisipasi Terjadinya Gelombang Ketiga Covid-19 pada Akhir Tahun

Ketua DPR Puan Maharani meminta semua pihak mengantisipasi terjadinya gelombang ketiga Covid-19 pada akhir tahun saat hari libur seperti Natal dan Tahun Baru.

KESEHATAN | 23 September 2021

Satgas Minta Hentikan PTM di Sekolah yang Ditemukan Kasus Covid-19

Hasil survei menyebutkan sebanyak 2,77% dari sekolah tersebut menimbulkan klaster kasus Covid-19 per 23 September 2021.

KESEHATAN | 23 September 2021

Kualitas Udara Rendah Bunuh 7 Juta Orang Per Tahun

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan kualitas udara rendah membunuh 7 juta orang per tahun.

KESEHATAN | 23 September 2021



TAG POPULER

# PON Papua


# Tukul Arwana


# Toko Obat Ilegal


# Piala Sudirman


# Suap Pejabat Pajak



TERKINI
Sekjen Kemdes Hadiri Pembukaan ToT P3PD Tahap 1

Sekjen Kemdes Hadiri Pembukaan ToT P3PD Tahap 1

NASIONAL | 11 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings