Kadinkes Sumut: Kinerja Menkes Terawan On The Track

Kadinkes Sumut: Kinerja Menkes Terawan On The Track
Terawan Agus Putranto. (Foto: B1/Lenny Tristia Tambun)
Arnold H Sianturi / RSAT Rabu, 3 Juni 2020 | 17:55 WIB


Medan, Beritasatu.com - Selama delapan bulan memimpin, Kinerja Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto dinilai sangat positif dan sesuai dengan bidangnya menangani kesehatan, termasuk dalam mengatasi masalah pandemi virus corona (Covid-19) di Tanah Air.

Kepala Dinas Kesehatan Sumatera Utara (Kadinkes Sumut), Alwi Mujahit Hasibuan mengatakan, Menkes Terawan bekerja on the track yang mengurusi orang sakit. Dalam bidang kesehatan, Menkes juga melibatkan banyak orang dalam menangani pandemi Covid-19 tersebut.

"Meski bukan tokoh publik, Menkes Terawan bukan berarti pemimpin yang bekerja di belakang layar. Pandemi Covid-19 yang sedang terjadi membuat sebagian orang memberikan penilaian lain. Padahal, kebijakan dan terobosan sangat positif," ujar Alwi Mujahit kepada SP, Rabu (3/6/2020).

Menurutnya, pandemi Covid-19 merupakan masalah yang dihadapi di semua negara. Sehingga, penyebaran dan penularan virus corona yang sedang berlangsung tersebut, semua negara berusaha mengatasinya. Sehingga, pandemi terjadi bukan karena kegagalan kementerian kesehatan.

"Beberapa di antara kebijakan Menkes Terawan yang dinilai positif, yaitu dengan menpertimbangkan beban yang akan dihadapi pemerintah dan masyarakat adalah dengan tidak memberlakukan lockdown, seperti dilakukan negara lain. Lockdown bukan solusi mengatasi Covid-19," katanya.

Kebijakan positif lainnya, Menkes Terawan membuat kebijakan protokol kesehatan dalam mengatasi pandemi Covid-19. Dia memberikan kesempatan kepada daerah mengajukan permohonan dalam menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Selain itu, Menkes memberikan kesempatan kepada setiap daerah dalam mengambil konsep lain dalam menangani Covid-19. Termasuk di Sumut yang tidak menerapkan PSBB namun melakukan isolasi klaster dalam menerapkan protokol kesehatan.

"Protokol kesehatan ini merupakan kunci dalam penyelesaian pandemi Covid-19. Protokol kesehatan ini bila dilaksanakan dapat memutus mata rantai penyebaran virus corona. Sehingga, budaya lama di masyarakat harus ditinggalkan," ungkapnya.

Alwi Mujahit mengatakan, jumlah pasien positif Covid-19 terus bertambah karena masyarakat masih sulit mengubah pola dan budayanya sebelum adanya pandemi virus corona. Sehingga, penularan terus terjadi.

"Untuk menyelesaikan penularan Covid-19 ini sebenarnya tidak sulit. Kuncinya, masyarakat harus menggunakan masker saat berada di luar rumah, rajin mencuci tangan menggunakan sabun atau hand sanitizer, menjaga jarak dan menghindari kerumunan," katanya.

Ditambahkan, budaya lama masyarakat harus ditinggalkan setelah pandemi tersebut. Jika protokol kesehatan itu diterapkan maka mata rantai penyebaran dan penularan Covid-19 kecil kemungkinan terjadi di mayarakat. Kemudian, kehidupan yang baru (New Normal) bisa dilaksanakan.

Menyusul kasus pandemi Covid-19 tersebut, sebut Alwi Mujahit, tugas Menkes Terawan semakin berat ke depannya. Di mana, Menkes harus berusaha mengatasi masalah angka kematian yang masih sangat tinggi, gizi buruk, human immunodeficiency virus (HIV), penyakit menular yang termasuk Covid-19 dan lainnya. 



Sumber: BeritaSatu.com