Jokowi Minta Pelacakan Kasus Covid-19 Lebih Agresif

Jokowi Minta Pelacakan Kasus Covid-19 Lebih Agresif
Joko Widodo. (Foto: Antara)
Novy Lumanauw / FMB Kamis, 4 Juni 2020 | 11:05 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta Kementerian Kesehatan lebih agresif melakukan pelacakan kasus Covid-19 dengan menggunakan sistem teknologi telekomunikasi, seperti yang diterapkan di Selandia Baru dan Korea Selatan.

“Sekali lagi, saya minta untuk pelacakan secara agresif dilakukan lebih agresif lagi dengan menggunakan sistem teknologi telekomunikasi, dan bukan cara-cara konvensional lagi,” kata Presiden Jokowi saat memimpin rapat terbatas Kabinet Indonesia Maju melalui video conference di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (4/6/2020).

Rapat yang membahas tentang percepatan penanganan pandemi Covid-19 juga dihadiri Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin.

Ia mengatakan, negara-negara seperti Selandia Baru dan Korea Selatan telah menggunakan sistem teknologi telekomunikasi untuk melacak serta menangani kasus Covid-19. Dikatakan, Selandia Baru menggunakan teknologi digital diary dan Korea Selatan mengembangkan mobile GPS untuk menghimpun data pasien sehingga pelacakan termonitor dengan baik.

Pada kesempatan itu, Presiden Jokowi juga mengapresiasi langkah-langkah yang dilakukan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan pemerintah daerah terkait penerapan sistem satu data.

“Seperti yang sudah saya sampaikan dalam ratas hari Selasa yang lalu bahwa manajemen untuk satu data ini sudah mulai diperbaiki sehingga kita nantinya bisa melaporkan secara real time dari laboratorium, dari gugus tugas yang ada di daerah sehingga dalam pengambilan keputusan, kebijakan bisa tepat dan akurat. Untuk itu, sekali lagi, saya minta pintunya betul-betul hanya satu,” katanya.



Sumber: BeritaSatu.com