Pasien ODP Covid-19 di Bengkulu Bertambah 14 Kasus

Pasien ODP Covid-19 di Bengkulu Bertambah 14 Kasus
Ilustrasi Covid-19. (Foto: Antara)
Usmin / CAH Jumat, 5 Juni 2020 | 17:10 WIB

Bengkulu, Beritasatu.com - Kasus orang dalam pemantauan (ODP) di Bengkulu selama 24 jam sampai Jumat (5/6/2020) , bertambah sebanyak 14 kasus. Penambahan berasal dari orang Kota Bengkulu dan Curup, Rejang Lebong.

"Hari ini ada penambahan 14 kasus ODP covid-19 di Bengkulu, satu di antaranya meninggal dunia. Sedangkan PDP bertambah satu kasus," kata juru bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Bengkulu, Jaduliwan, Jumat (5/6/2020).

Dijelaskan, 14 kasus ODP penambah pada hari ini berasal dari Kota Bengjlu 13 kasus dan satu kasus asal Rejang Lebong dan satu kasus PDP asal Kota Bengkulu.

Baca JugaPelaksanaan PPDB di Kota Bengkulu Dilaksanakan Dua Tahap

Pasien ODP asal Rejang Lebong belum sempat diperiksa sampel swab sudah meninggal dunia pada hari ini. Sedangkan 13 ODP lagi akan ditindaklanjuti pemeriksaan rapid test. Jika dari hasil rapid test reaktif maka akan dilanjutkan pemeriksaan swab di laboratorium Kesda Bengkulu.

"Kita berharap mereka semuanya negatif sehingga kasus corona positif di Bengkulu tidak bertambah lagi, " ujarnya.

Jaduliwan menambahkan, sampai saat ini kasus positif covid-19 di Bengkulu tidak bertambah atau tetap 92 orang. Pasien positif tersebut berasal dari 9 kabupaten dan kota di Bengkulu.

Baca JugaSetelah 2 Bulan, Masjid di Bengkulu Kembali Gelar Jumatan

Dari jumlah pasien positif tersebut, 25 orang diantaranya sembuh dan 3 orang meninggal dunia. Sedangkan 8 orang masih menjalani perawatan di rumah sakit dan 58 lagi menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing.

Sementara itu, Kepala Dinkes Bengkulu, Herwan Antioni mengatakan, untuk menekan kasus covid-19 tidak bertambah lagi pihaknya gencar melakukan sosialisasi pemakaian masker dan cuci tangan serta jaga jarak kepada masyarakat di daerah ini.

Selain itu, Satgas Covid-19 Bengkulu juga gencar melakukan razia masker di tempat-tempat umum; seperti mal dan pasar tradisional lainnya dalam rangka menekan kasus corona di daerah ini. 

 



Sumber: BeritaSatu.com