Gugus Tugas Kejar Target Pemeriksaan 20.000 Spesimen Per Hari

Gugus Tugas Kejar Target Pemeriksaan 20.000 Spesimen Per Hari
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto. (Foto: Covid19.co.id)
Ari Suprianti Rikin / CAH Jumat, 5 Juni 2020 | 18:45 WIB

 

Jakarta, Beritasatu.com - Berbagai upaya percepatan penanganan Covid-19 terus dilakukan pemerintah, salah satunya meningkatkan jumlah pemeriksaan sampel mencapai 20.000 per hari. Semakin masifnya pemeriksaan akan mempercepat upaya pemutusan rantai penularan Covid-19.

"Kita upayakan target 20.000 sehari harus kita kejar, karena sarana untuk melaksanakan ini berupa laboraturium dan sebagainya cukup dan sudah tersebar di banyak tempat. Kami sudah mengaktifkan 66 mesin tes cepat molekuler yang berada di semua kabupaten/kota di tanah air," kata Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto dalam telekonferensi di Kantor BNPB, Jakarta, Jumat (5/6/2020).

Menurutnya, keberadaan mesin pemeriksaan dan laboratorium menjadi salah satu tulang punggung sehingga jarak antara rumah sakit yang butuh pemeriksaan dan laboratorium untuk memeriksa bisa diperpendek.

"Oleh karena itu target kita untuk terus sampai 20.000 ini kita upayakan sungguh-sungguh dan kita perbaiki sistem pelaporan yang dilakukan oleh seluruh laboratorium yang lakukan pemeriksaan," ungkapnya.

Hal ini sejalan dengan instruksi presiden di dalam kaitan dengan percepatan penanganan pandemi Covid-19.

Baca JugaUpdate Covid-19: Tambah 551, Pasien Sembuh Torehkan Rekor

Testing yang dilakukan secara lebih masif lagi lanjutnya, diharapkan bisa dengan cepat mengidentifikasi orang tanpa gejala, karena inilah yang kemudian ditakutkan sebagai sumber penularan di tengah masyarakat.

Kemudian semua kasus yang diidentifikasi positif harus dilaksanakan penelusuran (tracing) kontaknya dan ini harus dilaksanakan secara lebih agresif lagi. Artinya penelusuran kontak pada keluarga, lingkungan kerjanya menjadi penting untuk didapatkan orang-orang yang harus dipantau terkait kemungkinan orang lain tertular.

Tentu kata dia, (tracing) ini ditujukan bukan hanya menelusuri riwayat kontak tapi juga sekaligus pemeriksaan, pengetesan agar dengan cepat bisa ditemukan sumber penularan di masyarakat. 

Sampai saat ini telah diperiksa 380.973 spesimen dengan metode polymerase chain reaction (PCR) di 101 laboratorium, tes cepat molekuler (TCM) 62 laboratorium dan laboratorium jejaring PCR dan TCM 186 laboratorium. Dari pemeriksaan ini didapati kasus baru yang konfirmasi Covid-19 positif sebanyak 703 orang sehingga total sekarang menjadi 29.521 orang.

Di Jawa Timur kasus positif meningkat 141 orang, DKI Jakarta 76 orang, Kalimantan Selatan 71 orang, Jawa Tengah 58 orang, Sulawesi Selatan 54 orang. Ada 19 provinsi yang angka kenaikannya di bawah 10, di antaranya ada 3 provinsi yang hanya laporkan 2 kasus baru, 4 provinsi laporkan 1 kasus baru, dan 6 provinsi yang tidak ada kasus baru.

"Ini sesuatu yang menggembirakan karena ini menggambarkan tentang kondisi masyarakat yang sudah mulai bisa terapkan kriteria aman dari Covid-19 dengan melaksanakan protokol kesehatan dengan lebih baik," paparnya.

Kasus sembuh 551 orang, sehingga total menjadi 9.443. Ini harus disyukuri karena banyak yang semakin sembuh. Kasus meninggal naik 49 orang sehingga total menjadi 1.770, sudah 420 kabupaten kota yang sekarang terdampak di 34 provinsi.

"Kita masih lakukan pemantauan dari tracing kasus positif baru yang kita dapatkan. Jumlah orang dalam pemantauan 49.320 orang, pasien dan pengawasan yang kita awasi betul ada 13.592 orang," ucapnya. 

 



Sumber: BeritaSatu.com