Layanan Pasien Stroke Di Era New Normal
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Layanan Pasien Stroke Di Era New Normal

Senin, 8 Juni 2020 | 22:07 WIB
Oleh : Dina Manafe / EHD

Jakarta, Beritasatu.com - Pandemi Covid-19 telah mengubah banyak hal. Termasuk pola pelayanan pasien kronis di rumah sakit (RS), khususnya penyakit saraf atau stroke. Statistik menunjukkan mayoritas kasus stroke merupakan kondisi emergensi yang tidak bisa menunggu meski di tengah wabah Covid-19.

Dokter Spesialis Saraf Siloam Hospitals Kebon Jeruk (SHKJ), Hadi Widjaja menjelaskan, stroke merupakan kondisi kegawatdaruratan. Di dunia, stroke merupakan pembunuh kedua setelah jantung menurut data WHO. Di Indonesia, menurut data Libangkes Kementerian Kesehatan, stroke merupakan pembunuh pertama, baru jantung dan pembuluh darah.

Stroke begitu menakutkan karena gejala yang timbul mendadak, bertahan kurang dari 24 jam dan berakhir pada kematian. Angka kejadiannya pun tinggi, yaitu 150-250 kasus per 100.000 penduduk berisiko. Setiap 6 detik ada satu kasus baru stroke. Tren kejadian stroke terus meningkat. Salah satu penyebabnya adalah perubahan gaya hidup yang sedentari atau kurang gerak menyebabkan obesitas hingga akhirnya stroke.

Tetapi stroke tidak selalu berakhir kematian. Statistik menunjukkan hanya 25% kasus stroke meninggal, sedangkan mayoritas berakhir dengan kecacatan. Seringkali pasien yang mampu bertahan dari kematian mengalami kecacatan. Mereka akan jadi beban baik bagi keluarga yang merawatnya maupun secara finansial.

Data BPJS Kesehatan menunjukkan, stroke menempati urutan ketiga dari delapan penyakit yang menyedot anggaran besar tiap tahunnya. Di 2018, stroke menghabiskan anggaran hingga Rp2,5 triliun, dan di 2019 hingga bulan Agustus sebesar Rp1,9 triliun.

Hadi mengatakan, otak yang sehat pada saat dilakukan foto memberikan gambar simetris antara belahan kiri dan belahan kanan. Sedangkan otak yang tidak sehat terlihat hitam dan mengalami kekeringan karena tidak mendapatkan suplai darah dengan baik.

Dari otak sehat menjadi otak sakit butuh waktu sangat pendek, kurang dari 4,5 jam. Ini adalah jeda waktu bagi seorang dokter untuk melakukan perbaikan.

“Itulah yang membuat stroke sangat bergantung pada waktu. Apabila datang terlambat tidak banyak hal yang bisa kita buat. Tetapi apabila datang pada periode masa keemasannya, maka ada opsi terbaik yang bisa diberikan dokter untuk pasien,” kata Hadi dalam diskusi secara daring yang diselenggarakan SKKJ, Senin (8/6/2020).

Hadi mengatakan, dokter hanya punya waktu 4,5 jam untuk memberikan terapi trombolitik intravena. Untuk mempercepat prosesnya, SHKJ membangun sistem yang dinamakan code stroke dengan harapan beberapa departemen di RS memberikan akses lebih cepat kepada pasien yang akan menjalani terapi. Prioritas itu, antara lain pemanggilan ambulans, ruang CT scan, laboratorium darah, termasuk informasi untuk menyiapkan obat dalam waktu singkat. Harapannya waktu 4,5 jam bisa dikejar.

Tetapi, ini adalah prosedur ideal sebelum Covid-19. Begitu masuk pandemi, sistem ini tidak lagi maksimal karena berbagai pertimbangan baik itu dari pasien maupun tenaga medis. Ada kekhawatiran terjadi penularan silang antar pasien dengan tenaga medis yang menangani langsung.

“Kita hadapi dilema antara imbauan untuk jaga jarak, atau memprioritaskan kegawatdaruratan medis untuk menyelamatkan pasien atau menghindari kecacatan,” kata Hadi.

Lantas, bagaimana penanganan stroke di masa pandemi dan masuk era new normal ? Faktanya, serangan stroke tidak bisa menunggu karena harus ditangani dalam waktu singkat. Karena itu, menurut Hadi, stroke harus tetap diperlakukan sebagai kondisi emergensi medis.

Saat ini layanan stroke mengacu pada protected code stroke, yaitu perlindungan tambahan agar layanan stroke tetap dijalankan tetapi tenaga medis maupun pasien aman dari penularan Covid-19. Intinya, tenaga medis menggunakan alat pelindung diri dan mengurangi jumlah tenaga medis di ruang perawatan.

Sebelum Covid, pasien dengan tenaga medis bebas berkonsultasi di RS atau poli klinik. Sekarang, pertemuan ini dibatasi dan lebih diutamakan konsultasi online. Ini penting karena pasien stroke umumnya usia lanjut, hipertensi, dan diabetes yang menyebabkan mereka rawan terinfeksi Covid-19 lebih berat. Sedangkan untuk kondisi layanan emergensi tetap dibuka 24 jam.

Konsultasi online ini penting, terutama memastikan pasien tidak putus obat. Karena pada saat putus obat, potensi untuk serangan stroke berulang lebih tinggi. Konsultas online perlu agar dokter melihat perkembangan pasien. Juga melihat bagaimana efektifitas pegobatan yang diberikan, apakah ada efek samping, dan menawarkan solusi.

Tetapi tidak semua kasus stroke diselesaikan secara online. Karena itu pasien diharapkan tetap datang ke RS. Terutama pada kasus yang perlu dilakukan foto, MRI, CT Scan, dan USG. Kemudian kasus yang tidak tertangani dengan obat-obatan oral, dan membutuhkan injeksi.

Pada kasus yang membutuhkan pertemuan langsung, sedapat mungkin melakukan janji terlebih dahulu sebelum kunjungan ke RS. Tujuannya bukan mempersulit pasien dan keluarga. Ini dilakukan untuk mengurangi kepadatan kunjunagn di RS Karena saat ini kapasitas ruang tunggu di RS dibatasi untuk kepentingan PSBB.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Jaringan Gusdurian Terima 50.000 Masker dari Gajah Tunggal Group

Ketua UID Tuti Hadiputranto juga menyambut kebijakan dan langkah yang ditempuh pemerintah menuju tatanan normal baru untuk hidup beradaptasi dengan Covid-19.

KESEHATAN | 8 Juni 2020

Kujima Mampu Tingkatkan Daya Tahan Tubuh

Buah kurma berkhasiat untuk kesehatan.

KESEHATAN | 8 Juni 2020

Atasi Kecemasan Menghadapi New Normal dengan Teknik Mindfulness

Atasi kecemasan dengan Mindfullness.

KESEHATAN | 8 Juni 2020

80% Kasus Positif Covid-19 Ditemukan pada OTG

Untuk mencegah penularan virus, normal baru (new normal) harus menjadi kebiasaan hidup sehari-hari.

KESEHATAN | 7 Juni 2020

56 Persen Masyarakat Puas Kinerja Pemerintah Tangani Covid-19

Menurun signifikan dibanding tiga bulan sebelumnya.

KESEHATAN | 7 Juni 2020

Negara dengan Tata Kelola Baik Lebih Siap Hadapi Covid-19

Kuncinya mewujudkan pemerintahan yang efektif dan efisien.

KESEHATAN | 7 Juni 2020

Presiden Ajak Masyarakat Jaga Kesehatan dengan Berolahraga

Presiden tampak mengenakan jaket merah saat keluar dari Gedung Induk Istana.

KESEHATAN | 7 Juni 2020

Kasus Baru Covid-19 Cetak Rekor Tertinggi, Ini Pendapat Pakar

Penambahan angka positif Covid-19 mencapai 993 kasus pada Sabtu (6/6/2020) atau tertinggi sejak kasus pertama terjadi di Indonesia.

KESEHATAN | 6 Juni 2020

Adhi Cakra Utama Mulia Sumbang APD untuk Dua RS

Donasi APD telah didistribusikan melalui Co-Hope pada Selasa (2/6/2020) lalu, kepada RS Zahirah dan RS Jantung Jakarta.

KESEHATAN | 6 Juni 2020

Menko PMK Optimistis 20.000 Tes PCR Tiap Hari Tercapai

Percepatan pengujian spesimen melalui metode PCR menurut Muhadjir akan sukses dengan adanya relawan.

KESEHATAN | 6 Juni 2020


BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS