Gigi dan Mulut Anak yang Sehat Cegah Penyebaran Covid-19

Gigi dan Mulut Anak yang Sehat Cegah Penyebaran Covid-19
Dokter gigi spesialis kedokteran gigi anak, Dr drg S Ratna L Octavian. (Foto: Istimewa)
Asni Ovier / AO Senin, 8 Juni 2020 | 23:46 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Menjaga kesehatan gigi dan mulut anak selama pandemi Covid-19 sangat penting untuk dilakukan. Gigi dan mulut yang sehat bisa mencegah penyebaran Covid-19, terutama bagi anak-anak.

Kesehatan gigi dan mulut merupakan bagian integral yang esensial dari kesehatan tubuh secara umum. Karies atau gigi berlubang merupakan penyakit gigi dan mulut yang paling banyak di temukan pada anak.

Hal itu dikatakan dokter gigi spesialis kedokteran gigi anak, yang juga pengajar di FKG Universitas Trisakti, Dr drg S Ratna L Octavian, SpKGA di Jakarta, Senin (8/6/2020). Sebelumnya, pada Sabtu (6/6/2020), Ratna menjadi pembicara dalam acara"Live Talk" bertema "Menjaga Kesehatan Gigi Anak Selama Pandemi Covid-19".

Dikatakan, Riset Kesehatan Dasar Kementerian Kesehatan pada 2018 menyebutkan bahwa 93% anak Indonesia kelompok usia 5-6 tahun mengalami karies. Di masa pandemi saat ini, dengan keterbatasan menjangkau fasilitas kesehatan gigi, menjaga kesehatan gigi dan mulut anak menjadi hal yang sangat penting.

"Para orang tua harus berperan aktif. Gigi dan mulut yang sehat akan menghindarkan anak dari kemungkinan terjadinya infeksi, timbulnya rasa sakit, gangguan aktivitas sehari-hari, dan gangguan tumbuh kembang. Yang terpenting adalah gigi dan mulut yang sehat akan membuat sistem kekebalan tubuh bekerja dengan baik dan optimal. Ini dapat menjadi modal utama tubuh anak melawan Covid-19," ujar drg Ratna.

Hal-hal yang dapat dilakukan orang tua, ujarnya, antara lain mengatur pola makan yang sehat untuk gigi, menggosok gigi dengan baik dan benar, sikap dan perilaku kesehatan yang positif, dan kontrol ke dokter gigi. Pada masa pandemi, kontrol ke dokter gigi sebaiknya ditunda dulu untuk melindungi pasien anak dan dokter gigi, karena Covid-19 menular melalui droplet pada saluran pernafasan, termasuk air liur dari mulut.

"Kecuali, untuk kasus darurat yang perlu tindakan medis segera guna penyelamatan nyawa dan mencegah kecacatan lebih lanjut," ujarnya. Dikatakan, dalam masa ini perlu dilaksanakan upaya pencegahan berupa intervensi edukasi kesehatan gigi dan mulut yang komprehensif dan memadai secara jarak jauh atau yang disebut dengan istilah telemedicine.

Diskusi daring "Live Talk" tersebut diselenggarakan oleh Seemore Event Organizer, yang berbasis di Bandung dan Jabodetabek. Organisasi ini didirikan oleh para lulusan baru universitas yang bertujuan untuk berbagi wawasan kepada masyarakat tanpa harus menghadiri diskusi secara fisik untuk mendukung gerakan #dirumahaja.



Sumber: BeritaSatu.com