Pertama di Indonesia, Alat Terapi Oksigen untuk Pasien Covid-19

Pertama di Indonesia, Alat Terapi Oksigen untuk Pasien Covid-19
Alat terapi oksigen bertekanan tinggi bernama Gerlink LIPI High Flow Nasal Cannula- 01 (GLP HFNC-01) diproduksi LIPI dan PT Gerlink Utama Mandiri untuk pasien Covid-19. (Foto: istimewa)
Ari Supriyanti Rikin / IDS Rabu, 17 Juni 2020 | 19:33 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Lembaga Ilmu Pengetahuan dan Indonesia (LIPI) dan PT Gerlink Utama Mandiri berkolaborasi menghasilkan inovasi alat terapi oksigen beraliran tinggi untuk menanggulangi pandemi Covid-19. Alat bantu pernapasan ini sangat membantu pasien Covid-19.

Alat terapi oksigen bertekanan tinggi pertama di Indonesia ini dikembangkan sejak April 2020. Saat ini alat tersebut sedang memasuki tahapan pengembangan produk dan nantinya akan dilempar ke pasaran.

"Alat terapi ini juga dikenal sebagai High Flow Nasal Cannula (HFNC). Alat ini adalah yang pertama berhasil lolos uji dari Balai Pengamanan Fasilitas Kesehatan Kementerian Kesehatan," kata Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Teknik LIPI Agus Haryono di Jakarta, Rabu (17/6/2020).

Dalam keterangan tertulisnya, Agus menyebut riset ini membuktikan bahwa para peneliti LIPI tetap mampu produktif berkarya di tengah situasi pandemi Covid-19.

Kepala Pusat Penelitian Tenaga Listrik dan Mekatronik LIPI, Haznan Abimanyu, berharap produksi alat ini didukung banyak pihak sehingga dapat menekan biaya produksi sekaligus membantu distribusi ke seluruh rumah sakit yang membutuhkan.

Ketua Kelompok Penelitian Otomasi Industri Pusat Penelitian Tenaga Listrik dan Mekatronik LIPI, Hendri Maja Saputra mengungkapkan, alat yang diberi nama Gerlink LIPI High Flow Nasal Cannula- 01 (GLP HFNC-01) ini merupakan salah satu dari jenis produk anestesi terbaik kelas 2B, yaitu High Flow Humidifier Oxygen Device atau alat terapi oksigen beraliran tinggi.

"Alat ini sangat berguna untuk pasien Covid-19 untuk tahap awal jika pasien masih dalam kondisi dapat bernapas sendiri. Alat ini mencegah pasien tidak sampai gagal napas dan tidak harus diinkubasi menggunakan ventilator invasif," papar Hendri.

Riset yang dilakukan sejak April 2020 ini kemudian menghasilkan produk nasal cannula atau alat bantu pernapasan untuk menyalurkan oksigen melalui selang yang bening transparan dan lentur.

Penggunaannya tidak sebatas untuk pasien Covid-19, tetapi juga bisa dapat digunakan untuk pasien yang mempunyai diagnosa penyakit paru obstruktif kronik, restrictive thoracic diseases (RTD), obesity hypoventilation syndrome 5, deformitas dinding dada, penyakit neuromuskular dan decompensated obstructive sleep apnea.

Hendri menjelaskan, sistem kerja alat ini adalah aliran tinggi menggunakan sistem tabung venturi yang berbasis pada penyempitan aliran masuk.

"Produk ini diharapkan dapat membantu penyembuhan pasien Covid-19 baik yang berstatus orang dalam pemantauan, pasien dalam pengawasan, maupun pasien positif," ungkapnya.

Alat ini tidak hanya dapat digunakan untuk pasien anak, tetapi juga pasien dewasa dengan berbagai macam ukuran nasal cannula. Alat ini dapat diproduksi 100 unit per bulan yang dapat digunakan di fasilitas kesehatan ataupun digunakan langsung oleh masyarakat umum.



Sumber: BeritaSatu.com