Lima Ventilator Buatan UI Diserahkan kepada Gugus Tugas Covid-19

Lima Ventilator Buatan UI Diserahkan kepada Gugus Tugas Covid-19
Ventilator Covent-20 buatan Universitas Indonesia. (Foto: dok)
Dina Manafe / JAS Rabu, 24 Juni 2020 | 12:57 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Universitas Indonesia (UI) berhasil mengembangkan lima buah ventilator untuk penanganan Covid-19 di Tanah Air. Ventilator buatan dalam negeri ini diserahkan secara simbolis oleh Rektor UI  Ari Kuncoro kepada Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo dan disaksikan Menteri Riset dan Teknologi/Kepala BRIN Bambang Brodjonegoro di Graha BNPB, Rabu (24/6/2020).

Menristek Bambang Brodjonegoro menyampaikan apresiasi tinggi kepada UI untuk inovasi yang dihasilkan tersebut. Ini adalah bukti kerja keras dari pemrakarsa, peneliti juga inovator yang berhasil melahirkan lima ventilator yang didesain dan diproduksi dalam tempo singkat yakni tiga bulan terakhir.

“Apa yang dilakukan UI sangat membanggakan karena sebagai salah satu insan dari dunia perguruan tinggi dan penelitian dalam waktu singkat bisa membuat ini,” kata Bambang.

Bambang mengatakan, ini tidak pernah dibayangkan sebelumnya karena di masa lalu perguruan tinggi tidak pernah mengembangkan atau membuat ventilator. Yang lebih membanggakan lagi, kata Bambang, 70 persen dari tingkat komponen ventilator ini adalah berasal dari Indonesia. Hanya 30 persen komponennya yang masih impor.

Bambang mengatakan, sejauh ini sudah ada lima ventilator yang mendapat izin edar dari Kementerian Kesehatan, dan siap untuk digunakan oleh rumah sakit. Sedangkan lima ventilator lain sedang dalam tahap uji klinis.

Mesin yang berfungsi untuk menunjang atau membantu pernapasan pasien di rumah sakit ini dikembangkan dengan kolaborasi dua fakultas di UI, yaitu Fakultas Kedokteran dan Fakultas Teknik. Untuk pembiayaan proses produksi hingga distribusinya, UI bekerja sama dengan Ikatan Alumni UI dan filantropis melalui metode urun dana (crowdfunding).

Mesin ini siap didistribusikan ke fasilitas kesehatan yang membutuhkan. Kemristekdikti sendiri memberikan dukungan penuh baik melalui pendanaan selama masa pengembangan maupun dana untuk distribusi.

Menurut Bambang, semua ventilator yang mendapat ijin edar Kementerian Kesehatan belum ada yang khusus untuk di ruang intensive care unit (ICU).

“Tapi tidak lama lagi kita akan dapat,” kata Bambang.

Menurut Bambang, untuk ventilator yang khusus di ICU selama masa penanganan Covid-19 sudah tersedia dalam semua jenis baik yang sifatnya portabel maupun yang sifatnya invasif.



Sumber: BeritaSatu.com