Kemkes Jelaskan soal Lambatnya Pencairan Tunjangan Tenaga Medis
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Kemkes Jelaskan soal Lambatnya Pencairan Tunjangan Tenaga Medis

Senin, 29 Juni 2020 | 13:03 WIB
Oleh : Feriawan Hidayat / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Kepala Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (PPSDM) Kementerian Kesehatan (Kemkes), Abdul Kadir mengklarifikasi soal keterlambatan pencairan dana insentif bagi para tenaga medis atau kesehatan.

Baca Juga: Jokowi Minta Terobosan Baru dalam Penanganan Covid-19

Abdul Kadir menuturkan, pemerintah menganggarkan dana insentif bagi tenaga medis sebesar Rp5,6 triliun. Dari jumlah itu, Rp3,7 triliun dikelola oleh Kementerian Keuangan (Kemkeu) sebagai dana transfer daerah dalam bentuk dana tambahan bantuan operasional kesehatan (BOK). Sisanya, sebesar Rp 1,9 triliun dikelola oleh Kemkes yang di dalamnya termasuk dana santunan kematian tenaga kesehatan sebanyak Rp 60 miliar.

Menurut Abdul Kadir, keterlambatan pencairan dana dikarenakan terlambatnya usulan pembayaran tunjangan tenaga kesehatan dari fasilitas layanan kesehatan dan dinas kesehatan daerah. Itu terjadi karena usulan tersebut harus diverifikasi di internal fasilitas pelayanan kesehatan kemudian dikirim ke Kemkes.

"Alurnya terlalu panjang sehingga membutuhkan waktu untuk proses transfer ke daerah. Keterlambatan pembayaran juga disebabkan antara lain karena lambatnya persetujuan DIPA (Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran) oleh Kemkeu," kata Abdul Kadir dalam keterangannya yang diterima Beritasatu.com, di Jakarta, Senin (29/6/2020).

Baca Juga: Tenaga Medis Harus Mendapat Perhatian Khusus

Untuk memudahkan proses pembayaran, menurut Abdul Kadir, Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto telah merevisi Permenkes Nomor 278 Tahun 2020. Sehingga verifikasi data dari fasilitas layanan kesehatan dan dinas kesehatan daerah yang sebelumnya menjadi wewenang Kemenkes dilimpahkan ke Dinas Kesehatan di tingkat Kabupaten/Kota dan Provinsi.

"Kemkes hanya akan melakukan verifikasi untuk usulan pembayaran insentif tenaga kesehatan dari RS (Rumah Sakit) Vertikal, RS TNI dan Polri, RS Darurat dan RS swasta. Kemkes juga akan memverifikasi usulan dari KKP (Kantor Kesehatan Pelabuhan), laboratorium dan BTKL (Balai Teknik Kesehatan Lingkungan)," kata Abdul Kadir.

Abdul Kadir menjelaskan, dari dana Rp 1,9 triliun yang dikelola Kemkes, sampai saat ini telah dibayarkan sebesar Rp 226 miliar bagi 25.311 orang tenaga medis. "Ini dari target 78.472 orang tenaga kesehatan. Artinya sudah hampir 30 persen dari target," ujar Abdul Kadir.

Baca Juga: Jokowi Minta Birokrasi di Kemkes Tidak Bertele-tele

Adapun untuk dana santunan kematian, telah dibayarkan sebesar Rp 14,1 miliar kepada 47 orang penerima.

Sebelumnya, di hadapan para menteri Kabinet Indonesia Maju, pada Kamis (18/6/2020), Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyinggung tentang rendahnya serapan anggaran di Kemkes. Presiden juga minta agar tunjangan bagi para tenaga kesehatan segera dicairkan.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Masyarakat Diminta Tidak Gunakan Hidroksiklorokuin-Deksametason Tanpa Resep Dokter

Penggunaan obat keras tanpa resep berbahaya dan memiliki efek samping.

KESEHATAN | 29 Juni 2020

Jokowi Minta Terobosan Baru dalam Penanganan Covid-19

Terobosan baru tersebut dapat berdampak pada percepatan penanganan pandemi Covid-19.

KESEHATAN | 29 Juni 2020

Obat Covid-19 Wajib Penuhi Standar Kesehatan

Di seluruh dunia belum ada obat yang betul-betul dapat digunakan untuk menyembuhkan Covid-19.

KESEHATAN | 29 Juni 2020

Banyak Obat Diklaim Sembuhkan Covid-19, Ini kata Pakar

Sejumlah riset mengenai Covid-19 yang baru dipublikasikan menyebutkan fakta lain.

KESEHATAN | 28 Juni 2020

IDI: Dexamethasone Tidak Mencegah Covid-19, Hanya untuk Pasien Kritis

Dexamethasone tidak bermanfaat untuk pasien ringan apalagi digunakan untuk pencegahan (Covid-19) karena itu obat keras yang banyak efek sampingnya.

KESEHATAN | 28 Juni 2020

Banyak Obat Penangkal Covid-19 Beredar dengan Klaim Berlebihan

Pada Maret dan April banyak produk yang diklaim sebagai penguat penambah imunitas tubuh menghadapi corona.

KESEHATAN | 28 Juni 2020

Tambah 1.027, Pasien Sembuh Covid-19 Catat Rekor Terbanyak

Dengan penambahan 1.027 pasien sembuh Covid-19, maka total pasien sembuh sebanyak 22.936.

KESEHATAN | 28 Juni 2020

Gugus Tugas Minta Dinkes Daerah Lakukan Intervensi Lebih Cepat

Yurianto mengatakan, 70 persen persoalan Covid-19 ada di luar rumah sakit.

KESEHATAN | 27 Juni 2020

Waspada, Peranti Makan Rentan Paparan Bakteri dan Virus

Peranti makan sangat rentan terhadap paparan bakteri dan virus bila tidak dibersihkan dengan cara yang tepat.

KESEHATAN | 27 Juni 2020

Salon dan Sejenisnya Berpotensi Jadi Sumber Penularan Covid-19

Salon dan sejenisnya berisiko tinggi terjadi penularan Covid-19 karena ada kontak erat antara pemberi jasa dan pelanggan.

KESEHATAN | 27 Juni 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS