Dalam Waktu 3 Pekan, Zona Merah Covid-19 Turun 50%
INDEX

BISNIS-27 540.837 (-8.19)   |   COMPOSITE 6428.31 (-54.9)   |   DBX 1183.86 (16.52)   |   I-GRADE 188.148 (-2.58)   |   IDX30 539.476 (-8.89)   |   IDX80 144.979 (-1.68)   |   IDXBUMN20 440.639 (-3.89)   |   IDXESGL 147.926 (-1.09)   |   IDXG30 146.726 (-1.41)   |   IDXHIDIV20 473.385 (-7.91)   |   IDXQ30 152.644 (-1.92)   |   IDXSMC-COM 299.578 (-0.96)   |   IDXSMC-LIQ 376.282 (-1.41)   |   IDXV30 152.705 (-1.81)   |   INFOBANK15 1086.82 (-23.03)   |   Investor33 459.04 (-6.31)   |   ISSI 190.39 (-0.94)   |   JII 671.594 (-3.85)   |   JII70 236.079 (-1.46)   |   KOMPAS100 1294.89 (-15.54)   |   LQ45 1002.38 (-13.63)   |   MBX 1785.38 (-21.17)   |   MNC36 340.467 (-4.76)   |   PEFINDO25 342.936 (-2.7)   |   SMInfra18 325.457 (-0.02)   |   SRI-KEHATI 391.973 (-5.4)   |  

Dalam Waktu 3 Pekan, Zona Merah Covid-19 Turun 50%

Senin, 29 Juni 2020 | 13:43 WIB
Oleh : Lenny Tristia Tambun / FMB

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo mengatakan dalam waktu tiga pekan, jumlah daerah zona merah Covid-19 berhasil diturunkan 52,7 persen menjadi 57 daerah.

“Kita lihat ada sejumlah daerah yang merah pada 1 Juni yang lalu, sekarang sudah mengalami perubahan. Dalam kurun waktu yang tidak lama, hanya dalam dua hingga tiga minggu, daerah yang zona merah bisa berubah menjadi, dari 108 zona merah menjadi 57 daerah,” kata Doni Monardo seusai ratas dengan Presiden Jokowi di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (29/6/2020).

Agar jumlah daerah zona merah dapat diturunkan hingga nol, Doni Monardo menegaskan ada langkah-langkah yang harus dioptimalkan oleh segenap komponen. Diantaranya dengan pelibatan tokoh masyarakat, tokoh agama dan termasuk juga melibatkan antropolog. Karena setiap daerah memiliki karakteristik masing-masing dan potensi yang perlu dilakukan untuk penanganan Covid-19 juga berbeda-beda. Dengan pelibatan para tokoh dan antropolog dihadapan dapat menekan laju pertumbuhan Covid-19.

Dalam penanganan Covid-19, Doni Monardo mengungkapkan pihaknya telah membagi daerah menjadi tiga zonasi, yakni zonasi merah, kuning dan hijau. Pembagian zonasi ini sangat tergantung dari tingkat kepedulian masyarakat.

Menurutnya, tidak cukup hanya kepala daerah seperti gubernur, bupati dan wali kota yang bekerja keras agar daerahnya tidak masuk zona merah, tetapi bisa berada di zona hijau. Kerja keras para kepala daerah ini akan sia-sia bila tidak didukung oleh masyarakat.

“Zonasi ini sangat tergantung dari tingkat kepedulian bersama. Tidak cukup bupati walikota atau gubernurnya. Apabila tidak mendapatkan dukungan dari segenap komponen masyarakar yang ada di daerah, maka yang semula zona hijau bisa saja dalam waktu yang tidak lama terjadi perubahan ke kuning. Bahkan yang kuning bisa berubah jadi orange dan merah,” jelas Doni Monardo.

Langkah lainnya adalah dengan melakukan pendekatan yang bersifat kearifan daerah. Pendekatan ini diharapkan bisa menjadi ujung tombak dalam percepatan penanganan Covid-19.

Para pemimpin daerah sampai ke tingkat paling rendah yaitu kepala desa, lanjutnya, bisa menggunakan bahasa yang mudah dipahami oleh masyarakar. Istilah asing harus bisa diterjemahkan menjadi bahasa yang mudah dipahami, termasuk penggunaan bahasa daerah.

“Seperti halnya istilah droplet, kemudian social distancing, physical distancing dan new normal. Ini diharapkan bisa diterjemahkan oleh seluruh pimpinan di daerah agar yang penting masyarakat bisa paham,” ungkap Doni Monardo.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Kemkes Jelaskan soal Lambatnya Pencairan Tunjangan Tenaga Medis

Keterlambatan pencairan dana dikarenakan terlambatnya usulan pembayaran tunjangan tenaga kesehatan dari faskes dan dinkes.

KESEHATAN | 29 Juni 2020

Masyarakat Diminta Tidak Gunakan Hidroksiklorokuin-Deksametason Tanpa Resep Dokter

Penggunaan obat keras tanpa resep berbahaya dan memiliki efek samping.

KESEHATAN | 29 Juni 2020

Jokowi Minta Terobosan Baru dalam Penanganan Covid-19

Terobosan baru tersebut dapat berdampak pada percepatan penanganan pandemi Covid-19.

KESEHATAN | 29 Juni 2020

Obat Covid-19 Wajib Penuhi Standar Kesehatan

Di seluruh dunia belum ada obat yang betul-betul dapat digunakan untuk menyembuhkan Covid-19.

KESEHATAN | 29 Juni 2020

Banyak Obat Diklaim Sembuhkan Covid-19, Ini kata Pakar

Sejumlah riset mengenai Covid-19 yang baru dipublikasikan menyebutkan fakta lain.

KESEHATAN | 28 Juni 2020

IDI: Dexamethasone Tidak Mencegah Covid-19, Hanya untuk Pasien Kritis

Dexamethasone tidak bermanfaat untuk pasien ringan apalagi digunakan untuk pencegahan (Covid-19) karena itu obat keras yang banyak efek sampingnya.

KESEHATAN | 28 Juni 2020

Banyak Obat Penangkal Covid-19 Beredar dengan Klaim Berlebihan

Pada Maret dan April banyak produk yang diklaim sebagai penguat penambah imunitas tubuh menghadapi corona.

KESEHATAN | 28 Juni 2020

Tambah 1.027, Pasien Sembuh Covid-19 Catat Rekor Terbanyak

Dengan penambahan 1.027 pasien sembuh Covid-19, maka total pasien sembuh sebanyak 22.936.

KESEHATAN | 28 Juni 2020

Gugus Tugas Minta Dinkes Daerah Lakukan Intervensi Lebih Cepat

Yurianto mengatakan, 70 persen persoalan Covid-19 ada di luar rumah sakit.

KESEHATAN | 27 Juni 2020

Waspada, Peranti Makan Rentan Paparan Bakteri dan Virus

Peranti makan sangat rentan terhadap paparan bakteri dan virus bila tidak dibersihkan dengan cara yang tepat.

KESEHATAN | 27 Juni 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS