Logo BeritaSatu
Harganas 2020

BKKBN Targetkan Layanan KB 1,3 Juta

Senin, 29 Juni 2020 | 23:19 WIB
Oleh : Dina Manafe / EAS

Jakarta, Beritasatu.com - Senin (29/6/2020), Indonesia memperingati Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-27. Memanfaatkan momentum ini, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) akan meningkatkan layanan kontrasepsi serentak di seluruh Indonesia. Ditargetkan dalam satu hari ini tercapai layanan KB untuk 1.373.902 (1,3 juta) akseptor.

Deputi Keluarga Sejahtera dan Pembangunan Keluarga BKKBN, Dr dr Mumahad Yani, mengatakan salah satu dampak Covid-19 adalah meningkatkan kehamilan yang tidak direncanakan. Pasalnya akses terhadap layanan KB di beberapa daerah terputus karena sebagian pasangan usia subur takut ke fasilitas kesehatan, ditambah adanya kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Advertisement

BKKBN mencatat jumlah akseptor ada 28 juta pasangan usia subur yang selama ini menggunakan kontrasepsi. Dari 28 juta pasangan ada 10% atau 2,8 juta yang tidak mendapat layanan kontrasepsi. Dari 2,8 juta itu kalau ada 12% sampai 14% yang hamil tanpa perencanaan, maka diperkirakan ada sekitar 336 bahkan sampai 400.000 kelahiran baru.

“Yang artinya tambahan kelahiran membutuhkan fasilitas dasar, seperti pendidikan, kesehatan, termasuk keluarga sendiri harus menambah kebutuhan biaya lebih tinggi,” kata Yani saat meninjau langsung layanan KB dalam rangka peringatan Harganas 2020 di Klinik Praktik Mandiri Bidan Fatmi Hanum, Cengkareng, Jakarta Barat, Senin (29/6/2020).

Oleh karena itu menurut Yani, meski di tengah pandemi Covid-19, BKKBN tetap memastikan akseptor KB di seluruh daerah mendapatkaan layanan. Salah satunya adalah melalui gerakan layanan sejuta akseptor.

Menurut Yani, target layanan KB ini juga disesuaikan dengan kondisi saat ini. Layanan ini dibatasi untuk wilayah zona merah Covid-19, guna menghindari kumpulan masa yang terlalu padat. Yani mengatakan, layanan 1,3 juta akseptor ini bertujuan mengakomodasi kebutuhan akseptor yang selama sulit mengakses layanan karena Covid-19.

"Selama ini hampir semua layanan diprioritaskan ke Covid-19, sehingga mereka tidak terlayani. Misalnya implan harusnya ditukar, karena kalau sudah habis masanya tidak lagi memberikan proteksi terhadap kehamilan,” kata Yani.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Perayaan 1 Abad NU, Exit Tol 1 Sidoarjo Lumpuh Antrean Hingga 2 Kilometer

Antrean panjang terjadi di exit tol 1 Sidoarjo, Jawa Timur, akibat penumpukan kendaraan massa yang akan menghadiri acara peringatan 1 abad NU.

NUSANTARA | 7 Februari 2023

Top 5 News: Gempa Turki hingga Jokowi soal Elektabilitas Prabowo

Kabar soal gempa di Turki yang menelan banyak korban menjadi berita terpopuler atau top news di Beritasatu.com, Senin (6/2/2023).

NEWS | 7 Februari 2023

Jaksa Minta Hakim Tolak Keberatan Teddy Minahasa

Jaksa penuntut umum meminta majelis hakim PN Jakbar menolak eksepsi atau keberatan Teddy Minahasa yang menjadi terdakwa penjualan barang bukti narkoba.

NEWS | 7 Februari 2023

PBNU Dorong Pemimpin Agama Wujudkan Perdamaian Dunia

Ketum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya mendorong seluruh pemimpin agama mewujudkan perdamaian dunia. 

NEWS | 7 Februari 2023

Polisi Cari Ibu yang Aniaya dan Telantarkan Anaknya di Depok

Polres Metro Depok menyelidiki dan mencari ibu yang diduga menganiaya dan menelantarakan anaknya, Raya Aurel Rahma Visca. 

NEWS | 7 Februari 2023

Update: Gempa Turki Tewaskan 2.300 Orang, Penyelamatan Terus Dilakukan

Otoritas Turki mengkonfirmasi telah terjadi 1.541 korban tewas, dengan 810 korban lainnya dilaporkan di berada di kawasan Suriah, pasca gempa Turki.

NEWS | 6 Februari 2023

PKB Fasilitasi Aeshnina Azzahra Suarakan Keadilan Lingkungan

Jubir Milenial PKB Mikhael Sinaga mengatakan PKB akan memfasilitasi aktivis lingkungan Aeshnina Azzahra (15 tahun) untuk menyuarakan keadilan lingkungan. 

NEWS | 7 Februari 2023

Ayah Kandung Aniaya 2 Anaknya di Cimahi, 1 Meninggal Dunia

Seorang ayah kandung berinisial A menganiaya dua anaknya di Kota Cimahi. Bahkan, akibat penganiayaan itu, satu anaknya meninggal dunia.

NEWS | 7 Februari 2023

Ratusan Ternak Sapi di Sulteng Kembali Terjangkit PMK

Kasus Penyakit Mulut dan Kuku atau PMK yang menjangkit hewan ternak di Sulawesi Tengah (Sulteng) meningkat signifikan dalam beberapa waktu terakhir

NEWS | 6 Februari 2023

Mahfud: Pernyataan Pejabat Soal OTT KPK Pengaruhi Indeks Persepsi Korupsi

Opini yang dilontarkan oleh sejumlah pejabat pemerintah tentang operasi tangkap tangan atau OTT KPK turut memengaruhi penurunan Indeks Persepsi Korupsi.

NEWS | 7 Februari 2023


TAG POPULER

# Pelecehan Anak


# Liga Spanyol


# Hasya Athallah


# Bripka Madih


# Pemilu 2024


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Mahfud: Pernyataan Pejabat Soal OTT KPK Pengaruhi Indeks Persepsi Korupsi

Mahfud: Pernyataan Pejabat Soal OTT KPK Pengaruhi Indeks Persepsi Korupsi

NEWS | 14 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE