Jokowi: Isolasi RT/RW Lebih Efektif Kendalikan Covid-19

Jokowi: Isolasi RT/RW Lebih Efektif Kendalikan Covid-19
Sejumlah warga membeli makanan dari samping beton isolasi wilayah di perempatan Jalan Werkudoro, Tegal, Jawa Tengah, Senin (30/3/2020). Menurut pedagang kaki lima omset penjualan pascaisolasi wilayah dengan 50 penutupan jalan antisipasi penyebaran Covid-19 menurun hingga 50 persen. (Foto: ANTARA FOTO / Oky Lukmansyah)
Lenny Tristia Tambun / FMB Selasa, 30 Juni 2020 | 13:05 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan strategi intervensi berbasis lokal, seperti melakukan karantina atau isolasi RT, RW, kampung dan desa, sangat efektif mengendalikan penyebaran virus corona atau Covid-19.

“Sekarang ini strategis intervensi yang berbasis lokal itu yang paling efektif. Jadi mengkarantina, mengisolasi RT, RW, kampung atau desa, itu lebih efektif daripada kita mengkarantina kota atau kabupaten. Ini lebih efektif,” kata Jokowi saat memberikan arahan di Posko Penanganan Covid-19 di Jawa Tengah, Selasa (30/6/2020).

Kepala Negara mengharapkan strategi karantina berbasis lokal ini dapat menurunkan tingkat penularan virus corona. Bahkan di beberapa daerah sudah menerapkan karantina RT, RW, kampung dan desa.

“Jadi strategi ini agar kita pakai bersama-sama. Sehingga kita harapkan terjadi penurunan di RT maupun R0 (tingkat penularan),” ujar Jokowi.

Dalam kesempatan itu, Jokowi menargetkan laju perseberan virus corona di Jawa Tengah bisa menurun pada bulan Juli mendatang. Sehingga masyarakat bisa melakukan aktivitas dan perekonomian dengan normal kembali.

“Kita harapkan dalam bulan depan, Juli betul-betul kita semuanya bekerja keras, sehingga Jawa Tengah turun dan yang namanya Covid betul-betul bisa hilang. Insyaallah, ekonomi kita bisa merangkak kepada sebuah pertumbuhan yang normal kembali,” terang Jokowi.

Tak lupa, mantan Gubernur DKI Jakarta ini mengingatkan para kepala daerah di Provinsi Jawa Tengah yang telah mengambil keputusan untuk membuka kembali aktivitas pariwisata dan perekonomian, agar tetap memberlakukan protokol kesehatan secara ketat.

"Seperti di Karanganyar misal membuka pariwisata, di Tawangmangu misalnya. Saya titip hati-hati. Kesiapan, protokol kesehatannya apakah sudah siap benar dicek. Jangan sampai pengunjung membeludak penuh, protokol kesehatan tidak siap,” jelas Jokowi.

Seperti diketahui, hingga 29 Juni 2020, jumlah kasus positif di Jawa Tengah mencapai 3.680 kasus. Sedangkan, Jawa Timur masih menjadi provinsi dengan kasus terbanyak di Indonesia yakni 11.805 kasus.



Sumber: BeritaSatu.com