Indonesia Segera Produksi Vaksin Covid-19

Indonesia Segera Produksi Vaksin Covid-19
Luhut Binsar Pandjaitan. (Foto: Antara Foto / Wahyu Putro A)
Lona Olavia / YUD Selasa, 30 Juni 2020 | 17:21 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pemerintah Indonesia melalui PT Bio Farma (Persero) dalam waktu dekat akan memproduksi vaksin Covid-19. Saat ini, Pemerintah RI dengan Pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) dengan serius mengembangkan vaksin Covid-19.

Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, dirinya diinstruksikan oleh Presiden Joko Widodo agar produksi dari vaksin tersebut bisa dilakukan di Indonesia. Di sisi lain, gayung pun bersambut di mana Putra Mahkota Uni Emirat Arab Mohammad Bin Zayed Al Nahyan meminta agar Indonesia merupakan negara pertama yang bekerja sama dengan mereka dalam memproduksi vaksin Covid-19.

"Siang ini untuk yang ketiga kalinya kami video call lagi dengan Abu Dhabi. Mereka bekerjasama dengan Tiongkok sudah menemukan pada tahap ketiga vaksin Covid-19. Dengan kata lain, Indonesia didorong jadi produsen vaksin Covid-19 yang dikembangkan oleh riset Abu Dhabi dan Tiongkok. Finalnya itu akan diadakan di Indonesia dan bisa langsung produksi," ujarnya dalam wawancara eksklusif dengan Berita Satu Media Holdings, di kantor Kementerian Koordinator Maritim dan Investasi, Jakarta, Selasa (30/6).

Luhut menambahkan, pemerintah saat ini tengah intensif melakukan diskusi mengenai proses itu. Bio Farma pun seperti dikatakan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir bahwa BUMN Farmasi tersebut sanggup untuk memproduksi 250 juta vaksin per tahunnya.

UEA, dikatakan Luhut, lebih maju dalam pengembangan vaksin Covid-19. Di sana, lanjut dia, ada Group 42 (G42), perusahaan teknologi UEA, yang bekerja sama dengan perusahaan asal Tiongkok, yaitu China National Biotec Group (CNBG), dalam pengembangan vaksin di bawah supervisi Departemen Kesehatan UEA.

Lebih lanjut, Luhut menambahkan, bila ini terwujud, maka ini merupakan terobosan dalam upaya penyelesaian pandemi Covid-19. Sehingga, masyarakat tidak panik berlebihan. Meski demikian, ia menghimbau agar masyarakat patuh terhadap protokol pencegahan Covid-19 agar tidak terjadi gelombang kedua dari pandemi ini.

"Pakai masker, jaga jarak, cuci tangan, kalau itu dilakukan akan banyak sekali kendalikan Covid-19. Kita harus satu paham, pemerintah saat ini bekerja keras mengatasi masalah Covid-19 dan sekarang trennya membaik. Tapi, kita harus tetap waspada karena bisa ada second wave kalau tidak disiplin," tegasnya.



Sumber: BeritaSatu.com