WHO: Beberapa Negara Mungkin Harus Kembali Lockdown

WHO: Beberapa Negara Mungkin Harus Kembali Lockdown
Warga berduyun-duyun ke Hudson River Park, New York, Minggu (5/4/2020), meskipun pemerintah telah mengeluarkan aturan menjaga jarak sosial dan tinggal di rumah, untuk menghambat penyebaran virus corona. (Foto: Istimewa)
Faisal Maliki Baskoro / FMB Kamis, 2 Juli 2020 | 06:50 WIB

Jenewa, Beritasatu.com - Seorang pejabat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan beberapa negara kemungkinan harus menerapkan kembali lockdown setelah kurva Covid-19 kembali naik.

Dirjen WHO Tedro Adhanom Ghebreyesus mengatakan negara-negara seperti Spanyol dan Italia dinilai sukses mengendalikan wabah Covid-19 dengan strategi kesehatan publik yang komprehensif. Namun, kepala penyakit baru dan zoonosis WHO Dr Maria Van Kerkhove mengatakan bahwa masih banyak negara di dunia ini yang kesulitan dan tidak memiliki sistem yang baik dalam mencegah naiknya kurva Covid-19.

"Beberapa negara yang sukses menahan penularan dan sekarang membuka kembali ekonomi, sekarang kemungkinan mengalami kemunduran dan mungkin harus memberlakukan intervensi lagi, atau mengimplementasikan lockdown lagi," kata Dr Maria Van Kerkhove dalam konferensi pers dari markas WHO di Jenewa, Rabu (1/7/2020).

"Kami berharap ini tidak terjadi. Kami berharap kita tidak perlu memasuki lockdown lagi. Belum terlambat untuk bertindak cepat," kata dia.

Dr Maria mengatakan negara yang memiliki respons paling efektif terhadap Covid-19 adalah negara-negara yang berpengalaman menangani wabah SARS 2003 dan MERS 2013. SARS sempat mewabah di Tiongkok, dan sebagian Asia seperti Hong Kong dan Singapura. MERS sempat melanda Korsel.

Dia mengakui wabah ini mungkin sangat sulit dikendalikan bagi beberapa negara, oleh karena itu dia merekomendasikan para pemimpin negara untuk menganalisa akar masalah.

Secara global, kasus Covid-19 masih bertambah. Menurut data Johns Hopkins University, hingga saat ini, kasus ini sudah menjangkiti 10,5 juta orang dan menewaskan sedikitnya 512.331 orang lainnya.



Sumber: CNBC.com