Tips Menjaga Imunitas Tubuh Anak di Masa Pandemi Covid-19

Tips Menjaga Imunitas Tubuh Anak di Masa Pandemi Covid-19
Ilustrasi anak-anak. (Foto: Antara)
Indah Handayani / CAH Kamis, 2 Juli 2020 | 14:00 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Prediksi bahwa anak-anak yang sebelumnya kebal terhadap ancaman Covid-19 terbantahkan saat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyebutkan lebih dari 500 anak terinfeksi Covid-19, ribuan anak dengan status ODP dan 14 anak meninggal dunia. Fakta ini kembali memicu kekhawatiran orang tua terhadap ancaman Covid-19 pada anak-anak. Untuk itu, menjaga kekebalan tubuh anak wajib menjadi perhatian utama orang tua saat ini, salah satunya melalui asupan gizi yang cukup bagi anak.

Pemilihan makanan untuk anak menjadi penting diperhatikan mengingat zat-zat makanan yang masuk ke tubuh anak yang akan menentukan kekebalan anak terhadap virus dan patogen dari luar. Kesalahan asupan makanan dan minuman untuk anak berisiko anak mudah terserang penyakit karena menurunnya kekebalan dan untuk jangka panjang menyebabkan masalah gizi, yang berakibat mudahnya timbul penyakit tidak menular seperti diabetes dan obesitas hingga menurunkan kualitas anak di masa mendatang.

dr. Tria Atika Endah Permatasari dari Majelis Kesehatan Pimpinan Pusat 'Aisyiyah mengatakan dalam jangka panjang, anak-anak dengan asupan gizi yang cukup akan terhindar dari ancaman stunting dan gizi buruk serta menjadi sumber daya manusia yang sehat dan berkualitas di masa mendatang. Sebagaimana kita tahu, prevalensi stunting di Indonesia sebesar 30 persen yang artinya 3 dari 10 anak Indonesia menderita stunting

Baca JugaDampak Covid-19, 16.000 Anak di Jatim Alami Depresi

Namun, ada beberapa tips yang bisa dilakukan untuk mencegah stunting, diantaranya adalah pola asuh, pola makan dan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Perlu diingat, pada masa 1000 HPK adalah periode pertumbuhan cepat (Growth Spurt) yang perlu pemenuhan Gizi Seimbang.

“Pilihan makanan dan teknik pengolahannya harus tepat agar tidak menurunkan nilai gizi makanan, seperti Denaturasi protein, Reaksi Maillard pada Karbohidrat, daln lainnya. Yang pelu diperhatikan juga kandungan zat gizi makro & mikro dalam bahan pangan,” ungkap dr. Tria dalam webinar PP Aisyiyah bersama Nutrisi Keluarga, baru-baru ini.

Baca Juga: Masalah Gizi Anak Harus Tetap Jadi Perhatian di Masa Pandemi

Sayangnya, lanjut dr Tria, hal ini masih belum menjadi perhatian orang tua. Masih banyak diantara orang tua yang hanya berpatokan pada rumus nasi dengan lauk pauk dan anak menjadi kenyang. Selain itu pengaruh beragam iklan makanan dan minuman instan yang overclaim, menjanjikan kepraktisan dalam penyajian, ekonomis tanpa menjelaskan apa saja zat-zat yang terkandung di dalamnya. Akibatnya, anak terbiasa mengonnsumsi makanan dan minuman rendah gizi namun tinggi gula garam lemak.

Salah satu produk seperti susu kental manis atau kental manis yang seharusnya hanya digunakan sebagai topping makanan, masih ditemukan dikonsumsi oleh anak dan diasumsikan sebagai susu.

Sementara itu, Dr. dr. Tubagus Rachmat Sentika SpA.MARS menambahkan susu kental manis (SKM) tidak untuk diberikan kepada anak-anak baik untuk topping maupun untuk pengganti ASI. Karena kandungan gulanya yang tinggi, kental manis tidak untuk anak-anak. Anak yang meminum kental manis akan menglami kegemukan dan tidak sehat. Untuk memberikan edukasi yang tepat pada orang tua, ia pun meluncurkan Pojok Konsultasi Nutrisi Keluarga.

“Pojok Konsultasi ini memungkinkan masyarakat berkonsultasi terkait gizi anak dan kesehatan keluarga secara online,” tutupnya. 

 



Sumber: BeritaSatu.com