Angka Sembuh Covid-19 di Indonesia Makin Tinggi

Angka Sembuh Covid-19 di Indonesia Makin Tinggi
Paramedis menangani pasien terinfeksi virus "corona". (Foto: AFP / Alberto Pizzoli)
Dina Manafe / CAH Kamis, 2 Juli 2020 | 15:56 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Jumlah pasien Covid-19 yang sembuh di Indonesia semakin meningkat. Per 1 Juli 2020, jumlah pasien yang sembuh sebanyak 25.595 orang atau sekitar 44 persen dari total kasus positif 57.770 orang.

Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19 sekaligus Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan, Achmad Yurianto mengatakan, angka kesembuhan 44 persen ini adalah rata-rata nasional. Tetapi kalau dibagi per provinsi, ada sekitar 13 provinsi yang angka kesembuhannya sudah di atas 70 persen bahkan 86 persen, di antaranya Bangka Belitung, Lampung, dan Yogyakarta.

“Kita senang bahwa banyak yang sudah sembuh. Ini karena perawatannya makin bagus,” kata Yurianto pada dialog Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Graha BNPB, Rabu (2/7/2020).

Baca JugaUpdate Covid-19: Kasus Baru Catat Rekor Terbanyak 1.624

Tetapi ada sejumlah provinsi dengan angka kesembuhan masih 12 persen sampai 13 persen. Maluku Utara dengan angka kesembuhan terendah karena baru dilaporkan terjadi ledakan kasus dalam dua hari terakhir. Artinya dalam dua hari ini tingkat hunian di rumah sakit naik karena ledakan kasus positif.

Yurianto mengatakan, angka kesembuhan makin tinggi karena perhatian rumah sakit dalam memberikan perawatan kepada pasien menjadi lebih baik. Ini dikarenakan beban rumah sakit semakin berkurang, yang ditandai salah satunya dengan tingkat hunian yang semakin berkurang. Tingkat hunian tempat tidur di rumah sakit rujukan Covid-19 rata-rata nasional sebesar 55,6 persen.

Dengan beban kerja yang tidak terlalu berat, seluruh sumber daya di rumah sakit termasuk tenaga kesehatan memberikan perawatan lebih optimal kepada pasien.

“Kalau tingkat huniannya di atas 70 persen sampai 80 persen, pasti kualitas layanannya juga akan berpengaruh. Tenaga kesehatan pasti capek,” kata Yurianto.

Baca Juga4 Hari Terakhir, Tidak Ada Penambahan Pasien Positif Covid-19 di Sulteng

 

Faktor lain yang mempengaruhi angka kesembuhan meningkat, lanjut Yurianto, adalah kesadaran masyarakat untuk merespons semakin membaik. Ini terlihat dari sebagian besar pasien yang masuk ke rumah sakit umumnya tidak dalam kondisi terlalu berat. Kemudian pasien dengan kormobid atau penyakit penyerta sudah memiliki pengetahuan dan kesadaran untuk melindungi diri dari risiko penularan. Ini terlihat dari jumlah pasien Covid-19 dengan kormobid relatif makin sedikit.

“Ini gambaran bahwa beban rumah sakit dan kesadaran masyarakat untuk segera akses layanan kesehatan itu menjadi kontribusi terhadap angka kesembuhan,” kata Yurianto.

Yurianto mengatakan, angka kesembuhan di Indonesia lebih rendah bila dibandingkan kesembuhan global yang sudah lebih dari 50 persen. Juga dibanding dengan negara lain yang sudah lebih dahulu terpapar Covid-19, persentase kesembuhan juga jauh lebih tinggi dari Indonesia. Misalnya Jepang dengan angka kesembuhan di atas 90 persen. Tetapi bila dibandingkan beberapa negara lain yang baru saja terpapar, seperti Brasil, Indonesia jauh di atasnya.

Menurut Yurianto, Covid-19 adalah penyakit menular yang manajemen intervensinya 70 persen harusnya pra rumah sakit atau ada di masyarakat. Hanya 30% yang membutuhkan perawatan di rumah sakit. Oleh karena itu yang mestinya dijaga adalah orang sehat jangan sampai sakit. Jika banyak yang sakit, maka beban rumah sakit juga semakin berat. Caranya, ubah kebiasaan lama menjadi kebiasaan yang baru, misalnya cuci tangan sesering mungkin, pakai masker, dan lain-lain.

Untuk yang sudah terlanjur dinyatakan positif Covid-19 dan harus dirawat, keluarga tidak perlu panik berlebihan. Divonis positif Covid-19 bukan akhir dari segalanya. Faktanya, angka kesembuhan semakin tinggi. 

 



Sumber: BeritaSatu.com